Kisah Pengemis Tak Terima Digaruk Polisi, Pendapatannya Rp800 Ribu per Hari

Selasa, 30 Juni 2020 15:41 Reporter : Shani Rasyid
Kisah Pengemis Tak Terima Digaruk Polisi, Pendapatannya Rp800 Ribu per Hari Ilustrasi pengemis. ©shutterstock.com/Polryaz

Merdeka.com - Seorang pengemis asal Sragen diciduk Satpol PP saat tengah melakukan aksinya. Pengemis itu bernama Tugiman (55) yang merupakan warga Dukuh Klego, Desa Karangudi, Ngrampal, Sragen.

Tugiman ditangkap aparat polisi karena bersikap tidak sopan dan cenderung menantang ketika ditanya. Saat itu petugas sedang menertibkan reklame tak berizin di sekitar Nglorog.

"Saat pulang saya melihat ada orang pengemis meminta-minta. Saat ditanya malah memelototi petugas. Akhirnya dia dibawa ke kantor Satpol PP Sragen,” ujar Kepala Satpol PP Sragen, Heru Martono, dikutip dari Liputan6.com pada Selasa (30/6).

Dari keterangan Tugiman, polisi mendapatkan fakta yang mencengangkan. Ternyata pendapatannya adalah Rp500-800 ribu per hari. Berikut selengkapnya:

1 dari 4 halaman

Tidak Jujur

ilustrasi pengemis

©shutterstock.com/Polryaz

Heru mengatakan, saat ditanya soal alasannya menjadi pengemis, Tugiman berkata tidak jujur. Padahal mengemis merupakan profesi yang dilarang dalam Perda Sragen. Namun setelah terus menerus diberondong pertanyaan, Tugiman mengaku telah menjadi pengemis di Sragen selama enam bulan terakhir. Bukan hanya di Sragen, Tugiman mengemis hingga Solo dan Ngawi.

Tugiman berpenampilan layaknya pengemis dengan pakaian lusuh saat ditangkap Satpol PP. Selain itu dia juga memakai topi abu-abu dengan kopiah serta membawa tas berisi uang recehan dari hasil mengemis.

2 dari 4 halaman

Pendapatan Rp800 Ribu per Hari

ilustrasi pengemis

©Reuters

Saat penangkapan itu, Tugiman baru mengemis selama setengah hari, dari pukul 7.00 hingga pukul 12.00. Dalam kurun waktu itu, dia mengumpulkan uang yang cukup banyak yaitu mencapai Rp250 ribu. Namun Tugiman mengaku kalau penghasilannya sebanyak itu sebenarnya masih dianggap sedikit. Dia biasanya bisa mengumpulkan Rp500-800 ribu per hari.

“Tadi saya berangkat naik sepeda angin saya titipkan di Pasar Made lalu naik bus turun Sragen. Dari rumah saya bawa uang saku Rp70 ribu dan hasilnya Rp 250 ribu dalam setengah hari. Iya, hari ini sepi. Biasanya kalau ramai bisa dapat 500 ribu atau kalau di Palur 800 ribu,” kata Tugiman.

3 dari 4 halaman

Keliling Kampung untuk Minta-minta

Selain di jalan-jalan protokol atau pusat keramaian, Tugiman juga mengemis di sejumlah kampung di Sragen.

“Ya tinggal bilang minta seikhlasnya gitu. Kadang sampai Mojo dan Kalibening. Sudah enam bulan saya meminta-minta,” kata Tugiman.

4 dari 4 halaman

Mengaku Kapok

004 hikmah wilda amalia

©2015 Merdeka.com

Walau mendapatkan penghasilan yang banyak, Tugiman mengaku kapok dengan profesinya itu. Dia berjanji tidak akan mengemis lagi dan ingin berganti profesi dengan menjadi pemulung.

“Saya janji yang saksikan Allah. Kalau boleh saya jadi pemulung saja,” ujar Tugiman.

[shr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jateng
  3. DIY
  4. Berita
  5. Sragen
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini