Berawal Pisah dari Istri, Ini Kisah Pak Sastro yang Hidup Menyendiri di Tepi Laut

Kamis, 18 Agustus 2022 14:10 Reporter : Shani Rasyid
Berawal Pisah dari Istri, Ini Kisah Pak Sastro yang Hidup Menyendiri di Tepi Laut Kisah hidup Pak Sastro. ©YouTube/Tedhong Telu

Merdeka.com - Suara deburan ombak Laut Selatan bergemuruh dengan keras. Suara ombak itulah yang menjadi pemecah sepi hari-hari yang dijalani Pak Sastro.

Pak Sastro (76), sudah 10 tahun tinggal sendirian pada sebuah rumah kecil di pinggir laut. Lokasi persisnya berada di Desa Glempang Pasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

Kondisi ekonomi Pak Sastro serba kekurangan. Rumahnya tidak ada listrik bahkan ia tak punya kasur untuk alas tidur. Lalu apa yang membuat Pak Sastro memilih hidup menyendiri di tepi laut? Berikut selengkapnya:

2 dari 5 halaman

Berpisah dengan Istri

kisah hidup pak sastro

©YouTube/Tedhong Telu

Sebelumnya, Pak Sastro tinggal di Desa Karangturi, Kecamatan Kroya. Saat tinggal di sana ia berselisih paham dengan sang istri.

Berkaitan dengan perselisihan ini, Pak Sastro menduga bahwa sang istri tak dapat menerima keadaan yang serba kekurangan. Akibat perselisihan ini, Pak Sastro meninggalkan istrinya untuk menjalani hidup sendiri di pinggir laut.

“Kepandaian saya hanya nderes, hasilnya kurang. Saya pergi ke sini untuk mencari sesuap nasi karena saya ini orang melarat,” kata Pak Sastro dikutip dari kanal YouTube Tedhong Telu pada Rabu (11/8).

3 dari 5 halaman

Merasa Damai

kisah hidup pak sastro
©YouTube/Tedhong Telu

Pak Sastro mengatakan, tanah tempatnya tinggal merupakan lahan milik tentara. Ia mengaku sudah meminta izin untuk tinggal di sana.

Sementara untuk kesehariannya ia nderes atau menyadap sari kelapa yang tinggi pohonnya masih dapat ia jangkau. Walau hari-hari ia jalani dengan kesendirian, namun Pak Sastro merasa damai.

“Kalau di sini saya merasa damai. Karena merasa tidak terganggu oleh suara orang-orang yang tidak sama dengan ide saya, suka sombong, pamer kekayaan, kepandaian, ini dan itu saya nggak suka,” kata Pak Sastro.

4 dari 5 halaman

Tak Suka Keramaian

kisah hidup pak sastro
©YouTube/Tedhong Telu

Pak Sastro mengaku sudah mantap dari hati untuk hidup dalam kesendirian di pinggir pantai. Salah satu penyebabnya adalah karena ia memang tak suka keramaian. Oleh karena itu ia memilih menetap di sana untuk mencari ketenangan hati.

“Kutemukan dalam rasa hatiku sudah layak saya menempat di sini. Yang saya pilih tempat yang sunyi. Jadi hidup ini untuk memupuskan pemikiran agar hati jernih, hidup itu sebetulnya bagaimana,” kata Pak Sastro dikutip dari kanal YouTube Tedhong Telu.

5 dari 5 halaman

Kondisi Rumah Pak Sastro

kisah hidup pak sastro
©YouTube/Tedhong Telu

Pak Sastro punya anak delapan. Mereka pada merantau ke luar pulau dan ada juga yang menetap di desa tak jauh dari rumahnya. Ia mengaku anak-anaknya jarang mengunjunginya.

Rumah yang ditempati Pak Sastro merupakan rumah baru yang dibangun dari hasil swadaya masyarakat sekitar. Lantainya masih berupa pasir. Sementara untuk tidur ia menempati kamar satu-satunya yang beralaskan terpal.

Sementara itu rumah lamanya terbuat dari anyaman bambu. Rumah lamanya itu masih berdiri di sebelah rumah baru yang ia tempati.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini