Kembalikan Fungsi Masjid Zaman Rasul, Masjid Baitussalam Sleman Gelar Ngaji Parenting

Sabtu, 20 November 2021 12:01 Reporter : Rizka Nur Laily M
Kembalikan Fungsi Masjid Zaman Rasul, Masjid Baitussalam Sleman Gelar Ngaji Parenting ilustrasi anak dan ibu. raisingchildren.net.au

Merdeka.com - Takmir Masjid Baitussalam Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar kegiatan bertajuk Ngaji Parenting pada Jumat (19/11/2021) sore di serambi masjid setempat. Aktivis Perlindungan Anak dari Yayasan SAMIN (Serikat Anak Merdeka Indonesia) Yogyakarta, Nono Karsono hadir sebagai pembicara.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 80 orang yang terdiri dari masyarakat sekitar masjid dan publik umum. Pasalnya, selain memberikan undangan kepada masyarakat sekitar masjid, flyer kegiatan Ngaji Parenting juga disebar Takmir Masjid melalui media sosial.

Pengurus Takmir Masjid Baitussalam Bidang Pendidikan dan Dakwah, Dimas Permana Hadi (29) mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali para orang tua terkait pola pengasuhan anak di masa pandemi.

“Sudah dua tahun pandemi kita jadi orang tua beneran, harus multitalenta, mencari uang, jadi guru. Akibatnya, tingkat stres tinggi. Lalu anak jadi korban, dimarahi. Masalahnya jadi kompleks. Maka, kami berupaya memberikan pencerahan, karena selama ini belum ada tutorial bagaimana menjadi orang tua,” ungkap Dimas kepada Merdeka.com, Sabtu (20/11).

2 dari 4 halaman

Pertama Kali Digelar

ngaji parenting di masjid baitussalam sleman
©2021 Merdeka.com/Dok. Takmir Masjid Baitussalam Sleman

Menurut penjelasan Dimas, kegiatan bertajuk Ngaji Parenting itu baru pertama kali digelar di Masjid Baitussalam. Rencananya, kegiatan serupa akan digelar rutin setiap bulan sekali dengan tema yang beragam.

Penyelenggaraan Ngaji Parenting, jelas Dimas, tak lepas dari masalah yang dihadapi masyarakat sekitar masjid. Banyak orang tua yang mengeluhkan anak-anaknya kecanduan ponsel.

“Orang tua kerepotan anak-anak main HP terus, mulai tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Bahkan, di masjid karena ada WiFi, anak-anak bawa HP buat main game,” ujarnya.

Selain itu, Masjid Baitussalam yang letaknya dekat dengan pusat kuliner Kabupaten Sleman juga menjadi pertimbangan kuat kegiatan Ngaji Parenting dilakukan.

“Di tengah-tengah pusat kuliner daerah Concat (Condong Catur), banyak kafe, tempat makan. Pengunjung kafe bisa salat di situ, bisa sekalian ikut,” imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Apresiasi Positif

ngaji parenting di masjid baitussalam sleman
©2021 Merdeka.com/Dok. Takmir Masjid Baitussalam Sleman

Dimas menuturkan, kegiatan yang diselenggarakan mulai 16.00 WIB itu berakhir sekitar pukul 17.20 menjelang azan magrib. Namun, selepas magrib masih banyak orang tua yang melanjutkan pembahasan mengenai Ngaji Parenting melalui diskusi informal.

“Setelah magrib malah banyak orang tua yang curhat soal masalahnya mengasuh anak selama pandemi,” tuturnya.

Terkait pola pengasuhan anak di masa pandemi, pembicara Ngaji Parenting, Nono Karsono menekankan pentingnya membuat kesepakatan dengan anak.

“Penekanannya pada kesepakatan. Misalnya, sepakati berapa lama anak boleh bermain HP, kalau melanggar apa hukumannya, kalau taat apa apresiasinya. Hukumannya tentu bukan hukuman fisik atau dimarahi, tapi yang mengingatkan anak terhadap nilai-nilai yang harus ditaati. Termasuk orang tua, misalnya saya berjanji tidak merokok saat bersama anak, kalau melanggar juga ada hukumannya. Bagaimana orang tua dan anak ini bisa menjadi teman yang hubungannya saling memberi rasa nyaman,” jelasnya saat dihubungi melalui telepon, Sabtu.

4 dari 4 halaman

Fungsi Masjid Zaman Rasul

ngaji parenting di masjid baitussalam sleman
©2021 Merdeka.com/Dok. Takmir Masjid Baitussalam Sleman

Nono Karsono mengapresiasi inisiatif Takmir Masjid Baitussalam Sleman menyelenggarakan acara yang ia sebut memberikan pencerahan pada masyarakat.

“Pada zaman Nabi, masjid kan center perubahan sosial di masyarakat, sumber ilmu, sumber stimulasi ekonomi, memupuk gotong-royong, menciptakan toleransi. Jadi, ini langkah bagus takmir masjid mengembalikan fungsi masjid di zaman nabi, di mana masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah,” terangnya.

Senada, Dimas mengungkapkan, Takmir Masjid Baitussalam Sleman tengah berupaya mengembalikan fungsi masjid seperti pada zaman Rasulullah SAW.

“Zaman rasul masjid menjadi jawaban. Masyarakat ada masalah keluarga, masalah ekonomi, bisa datang ke masjid,” tandasnya.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini