Harga Minyak Goreng di Jogja Naik Cukup Tinggi, Ini 3 Faktanya

Kamis, 25 November 2021 13:42 Reporter : Shani Rasyid
Harga Minyak Goreng di Jogja Naik Cukup Tinggi, Ini 3 Faktanya Ilustrasi minyak goreng. Shutterstock/Aleksandrs Samuilovs

Merdeka.com - Di zaman yang serba sulit ini, harga kebutuhan pokok melonjak tinggi. Salah satu komoditas pokok yang harganya naik adalah minyak goreng. Di Kota Yogyakarta, harga minyak goreng memasuki pekan ketiga November 2021 ini berada di angka Rp19 ribu per kilogram.

Padahal sebelumnya, harga minyak goreng berkisar di angka Rp12 ribu per kilogram. Tak dipungkiri, kenaikan harga ini berdampak pada banyak hal. Salah satunya adalah penurunan omzet sejumlah pedagang minyak goreng yang tersebar pada pasar-pasar di Jogja.

Lantas apa penyebab kenaikan harga minyak goreng ini? Lalu langkah apa yang dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan ini? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng

kenaikan harga minyak goreng jadi penyumbang utama inflasi
©Liputan6.com/Angga Yuniar

Sebelumnya, Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Sri Riswanti mengatakan bahwa kenaikan harga minyak goreng sudah dimulai sejak April 2021. Dia menjelaskan, kenaikan itu disebabkan oleh naiknya harga CPO (minyak sawit mentah) dan permintaan yang luar biasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan industri berbasis biodiesel ditambah menurunnya produksi CPO dalam negeri.

Ia memastikan, kenaikan harga minyak goreng tidak dipengaruhi oleh berkurangnya persediaan komoditas kebutuhan pokok tersebut. Saat ini, kebutuhan konsumsi minyak goreng di DIY mencapai 492 ton per pekan.

3 dari 4 halaman

Langkah Pemerintah

ilustrasi minyak goreng
©Shutterstock/saddako

Heri Yuwono, salah seorang pedagang minyak goreng di Pasar Kranggan mengatakan, kenaikan harga minyak goreng ini berpengaruh pada penurunan omzet penjualan, dari yang sebelumnya dapat menjual 20-25 jerigen per hari, lalu turun menjadi 10 jerigen per hari.

Sementara itu Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan bahwa naiknya harga minyak goreng tersebut turut mempengaruhi daya beli masyarakat yang mengalami penurunan yang signifikan.

Oleh karena itu, ia berharap bisa melakukan rencana intervensi yaitu dengan memberikan penugasan ke sejumlah produsen minyak goreng untuk membuat minyak kemasan sederhana atau kemasan bantal untuk dapat membantu menurunkan harga di tingkat pedagang. Nantinya, kemasan sederhana itu dapat dijual dengan harga Rp14 ribu per liter.

4 dari 4 halaman

Harga Komoditas Lain

kering
© wiseGEEK

Sedangkan untuk harga komoditas lain, Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan harganya tetap stabil dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Sebagai contoh, harga komoditas telur ayam ras berkisar di angka Rp23 ribu per kg, ayam potong Rp34 ribu per kg, dan beras premium Rp10.300 per kg.

Sementara itu harga cabe rawit mengalami sedikit kenaikan saat musim hujan ini. Harga cabe rawit merah yang semula Rp23 ribu per kg menjadi Rp25 ribu per kg. Harga cabai merah yang tadinya Rp31 ribu per kg naik menjadi Rp32 ribu per kg. Harga cabai merah besar tetap bertahan di angka Rp40 ribu per kg.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini