Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gejala Kepribadian Bipolar dan Cara Mengelolanya, Perlu Diketahui

Gejala Kepribadian Bipolar dan Cara Mengelolanya, Perlu Diketahui ilustrasi bipolar disorder. ©www.youtube.com/Dominique Dejean

Merdeka.com - Bipolar merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang serius dan perlu diwaspadai. Gangguan ini dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang, termasuk hubungan interpersonal, pekerjaan, dan kesehatan fisik.

Di mana orang dengan bipolar mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem. Pengaruh suasana hati ini dapat mengganggu produktivitas keseharian, bahkan bisa membuat seorang penderita tidak dapat berfungsi dengan baik sehari-hari.

Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai gejala kepribadian bipolar yang dapat terjadi. Dengan memahami gejala yang terjadi, Anda bisa menyadari bahwa terdapat masalah yang tidak baik terjadi dalam diri Anda. Selanjutnya, Anda bisa segera memastikan kondisi pada tenaga profesional.

Dengan perawatan yang baik, Anda akan diarahkan bagaimana cara mengelola gejala depresi dengan baik. Tentu, ini akan membantu Anda untuk mengontrol dan mengurangi frekuensi munculnya gejala bipolar sehari-hari. Selain itu, Anda juga perlu memahami berbagai faktor yang menjadi penyebab kondisi mental ini.

Dilansir dari laman Mayoclinic, berikut kami merangkum gejala kepribadian bipolar dan cara mengelolanya perlu Anda ketahui.

Pengertian dan Gejala Kepribadian Bipolar

Pengertian kepribadian bipolar dapat diartikan sebagai kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem yang meliputi emosi tinggi (mania atau hipomania) dan rendah (depresi).

Saat mengalami depresi, Anda mungkin merasa sedih atau putus asa dan kehilangan minat atau kesenangan pada sebagian besar aktivitas. Saat suasana hati Anda berubah menjadi mania atau hipomania (kurang ekstrim dari mania), Anda mungkin merasa euforia, penuh energi, atau mudah tersinggung.

Secara umum, perubahan suasana hati ini dapat memengaruhi tidur, energi, aktivitas, penilaian, perilaku, dan kemampuan berpikir jernih. Berikut gejala kepribadian bipolar yang dijelaskan lebih lengkap bisa Anda simak.

Mania dan Hipomania

Mania dan hipomania adalah dua jenis episode yang berbeda, tetapi memiliki gejala yang sama. Mania lebih parah daripada hipomania dan menyebabkan masalah yang lebih nyata dikehidupan sehari-hari. Mania juga dapat memicu istirahat dari kenyataan (psikosis) dan memerlukan rawat inap.

Episode manik dan hipomanik mencakup tiga atau lebih dari gejala berikut:

  • Optimis yang tinggi dan cenderung tidak normal
  • Peningkatan aktivitas, energi atau agitasi
  • Rasa kesejahteraan dan kepercayaan diri yang berlebihan (euforia)
  • Kebutuhan tidur berkurang
  • Banyak bicara yang tidak biasa
  • Pikiran terus berpacu
  • Distraktibilitas
  • Pengambilan keputusan yang buruk, misalnya, berbelanja secara berlebihan, mengambil risiko seksual, atau melakukan investasi bodoh
  • Depresi Berat

    Episode depresi mayor mencakup gejala yang cukup parah sehingga menyebabkan penderita mengalami keseulitan dalam kehidupan sehari-hari. Saat orang dengan kondisi bipolar mengalami episode depresi berat, maka akan terjadi beberapa gejala berikut:

  • Suasana hati yang tertekan, seperti merasa sedih, kosong, putus asa atau menangis (pada anak-anak dan remaja, suasana hati yang tertekan dapat muncul sebagai lekas marah)
  • Ditandai kehilangan minat atau tidak merasakan kesenangan dalam semua, atau hampir semua aktivitas
  • Penurunan berat badan yang signifikan saat tidak berdiet, penambahan berat badan, atau penurunan atau peningkatan nafsu makan (pada anak-anak, kegagalan untuk menambah berat badan seperti yang diharapkan bisa menjadi tanda depresi)
  • Entah insomnia atau terlalu banyak tidur
  • Baik kegelisahan atau perilaku yang melambat
  • Kelelahan atau kehilangan energi
  • Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan atau tidak pantas
  • Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau ragu-ragu
  • Memikirkan, merencanakan, atau mencoba bunuh diri
  • Penyebab, Faktor Risiko, dan Komplikasi

    Setelah mengetahui pengertian dan gejala kepribadian bipolar, berikutnya akan dijelaskan penyebab, faktor risiko, dan komplikasi yang dapat terjadi. Hingga kini, penyebab pasti dari gangguan bipolar tidak diketahui. Namun terdapat beberapa faktor yang mungkin terlibat dan memberikan pengaruh, yaitu:

  • Perbedaan biologis. Orang dengan gangguan bipolar diperkirakan mengalami perubahan fisik di bagian otak. Signifikansi dari perubahan ini masih belum pasti tetapi pada akhirnya dapat membantu menentukan penyebabnya.
  • Genetika. Gangguan bipolar lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kerabat tingkat pertama, seperti saudara kandung atau orang tua, dengan kondisi tersebut. Para peneliti sedang mencoba menemukan gen yang mungkin terlibat dalam penyebab gangguan bipolar.
  • Selain perbedaan biologis pada otak dan genetik, faktor risiko seseorang terkena gangguan bipolar juga bisa dari kondisi periode stres tingkat tinggi yang tidak ditangani dengan baik. Seperti ketika kehilangan orang tersayang baik keluarga, teman, dan lainnya. Atau bisa juga stres akibat peristiwa traumatis lainnya. Di samping itu, kepribadian bipolar juga dapat dipicu oleh penyalahgunaan obat dan alkohol.

    Jika tidak diobati, gangguan bipolar dapat mengakibatkan masalah komplikasi serius yang memengaruhi setiap bidang kehidupan Anda, seperti:

  • Masalah yang berkaitan dengan penggunaan narkoba dan alkohol
  • Bunuh diri atau percobaan bunuh diri
  • Masalah hukum atau keuangan
  • Hubungan yang rusak
  • Prestasi kerja atau sekolah yang buruk
  • Cara Mengelola Kepribadian Bipolar

    Setelah mengetahui penyebab, faktor risiko, dan komplikasinya, terakhir akan dijelaskan bagaimana cara mengelola kepribadian bipolar dengan baik. Perlu dipahami bahwa tidak ada cara pasti untuk mencegah terjadinya gangguan bipolar.

    Namun, mendapatkan pengobatan yang baik pada tanda awal waktu dapat membantu mencegah gangguan bipolar atau kondisi kesehatan mental lainnya memburuk. Jika Anda telah didiagnosis dengan gangguan bipolar, terdapat cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengelola gejala dan mencegah kondisi semakin buruk.

    Berikut beberapa car mengelola kepribadian bipolar yang bisa Anda lakukan:

  • Perhatikan tanda-tanda peringatan. Mengatasi gejala sejak dini dapat mencegah episode menjadi lebih buruk. Anda perlu mengidentifikasi pola episode bipolar Anda dan apa yang memicunya. Hubungi dokter jika Anda merasa mengalami episode depresi atau mania. Libatkan anggota keluarga atau teman untuk mengamati tanda-tanda peringatan.
  • Hindari narkoba dan alkohol. Menggunakan alkohol atau narkoba dapat memperburuk gejala Anda dan membuatnya lebih mungkin untuk kembali.
  • Minumlah obat sesuai anjuran. Tetap konsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh psikiater untuk membantu mengelola gejala bipolar Anda. Menghentikan pengobatan atau mengurangi dosis sendiri dapat menyebabkan efek penarikan atau gejala bipolar yang dapat memburuk atau kembali.
  • (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP