Fetish adalah Gangguan Ketertarikan Seksual, Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Selasa, 2 Maret 2021 21:07 Reporter : Ayu Isti Prabandari
Fetish adalah Gangguan Ketertarikan Seksual, Ketahui Gejala dan Penyebabnya Ini 7 waktu yang paling tepat untuk berhubungan seksual. www.idiva.com

Merdeka.com - Berbicara mengenai kesehatan seksual, memang terdapat beberapa gangguan yang kerap ditemui di masyarakat. Gangguan kesehatan seksual ini dapat berupa gangguan klinis yang berhubungan dengan sistem kerja organ seksual, maupun secara psikologis. Biasanya gangguan kesehatan seksual yang berhubungan dengan aspek psikologis dapat memberikan pengaruh pada ketertarikan dan kehidupan seksual seseorang.

Salah satu gangguan seksual yang berkaitan dengan faktor psikologis adalah fetish. Dalam hal ini, fetish adalah gangguan ketertarikan seksual yang intens pada benda mati atau bagian tubuh yang secara umum tidak dipandang sebagai bagian dari organ seksual. Sebenarnya, pada beberapa tingkat fetish masih termasuk ciri normal pada seksualitas manusia. Namun jika gairah fetish mulai mengganggu fungsi seksual atau kehidupan sosial seseorang maka dapat dikategorikan sebagai gangguan.

Meskipun termasuk jarang dibahas dalam masyarakat, fenomena fetish seksual ini tidak sedikit terjadi. Sehingga informasi mengenai gangguan seksual ini perlu diketahui dan dipahami oleh masyarakat. Dengan begitu akan terbangun kesadaran masyarakat untuk memperhatikan kesehatan seksual dengan baik. Hal ini juga bisa meminimalisir terjadinya penyimpangan sosial yang ada di masyarakat.

Jika Anda termasuk yang masih awam tentang hal ini, beberapa informasi mengenai fetish berikut bisa disimak dan dipahami dengan baik. Dilansir dari Psychology Today, kami merangkum pengertian, gejala, penyabab, dan beberapa informasi lainnya tentang fetish adalah sebagai berikut.

2 dari 5 halaman

Mengenal Fetish

ini 7 waktu yang paling tepat untuk berhubungan seksual
www.idiva.com

Seperti yang telah disebutkan, fetish adalah gangguan ketertarikan seksual intens pada benda mati atau bagian tubuh yang secara umum tidak dipandang sebagai bagian dari organ seksual. Selain dipengaruhi oleh faktor psikologis seseorang, orang yang mempunyai kondisi ini juga mendapatkan gangguan secara klinis.

Istilah "fetisisme" berasal dari kata Portugis feitico , yang berarti "daya tarik obsesif." Sebagian besar orang tentu mempunyai ketertarikan tersendiri dengan bagian tubuh non genital, atau organ tubuh selain bagian intim. Sehingga pada tingkat tertentu fetish merupakan fenomena normal yang hampir dimiliki oleh setiap manusia. Namun pada gairah fetish yang mengganggu fungsi seksual dan kehidupan sosial seseorang, dikategorikan sebagai gangguan seksual.

Fetish adalah gangguan yang dicirikan sebagai suatu kondisi di mana terdapat penggunaan atau ketergantungan yang terus-menerus atau ketergantungan pada benda mati (seperti pakaian dalam atau sepatu hak tinggi) atau fokus yang sangat spesifik pada bagian tubuh (sebagian besar sering nongenital, seperti kaki) untuk mencapai gairah seksual.

Secara umum, objek fetish biasanya meliputi pakaian dalam, alas kaki, sarung tangan, barang dari karet, dan pakaian kulit. Bagian tubuh yang terkait dengan gangguan fetisistik termasuk kaki, jari kaki, dan rambut.

Sebagian besar orang yang mempunyai gangguan ini biasanya membutuhkan benda nyata, namun sebagian lainnya bisa mencapai gairah hanya dengan melihat gambar objek yang dimaksud. Orang dengan kondisi fetish umumnya akan memegang, menggosok, mencicipi, atau mencium objek fetish untuk kepuasan seksual atau meminta pasangannya untuk memakai objek tersebut selama hubungan seksual.

3 dari 5 halaman

Gejala Fetish

Setelah mengetahui pengertian fetish, berikutnya terdapat beberapa gejala yang muncul pada orang yang memiliki gangguan ini. Dalam banyak kasus, seseorang dengan gangguan fetishistik hanya dapat terangsang secara seksual dan mencapai orgasme saat fetish digunakan, seringkali merasa sangat malu atau tertekan karena ketidakmampuan mereka untuk terangsang jika tidak menggunakan rangsangan "khas". Beberapa gejala fetish adalah sebagai berikut :

  • Untuk jangka waktu setidaknya enam bulan, orang dengan gangguan fetish tersebut memiliki fantasi, dorongan, atau perilaku yang berulang, intens, membangkitkan seksual yang melibatkan benda mati (seperti pakaian dalam dan sepatu wanita) atau fokus yang sangat spesifik pada bagian tubuh nongenital.
  • Fantasi, dorongan seksual, atau perilaku menyebabkan tekanan yang signifikan atau merusak fungsi sosial, pekerjaan, atau pribadi.

 

4 dari 5 halaman

Penyebab Fetish

ini 7 waktu yang paling tepat untuk berhubungan seksualwww.idiva.com

Setelah mengetahui gejala fetish, berikutnya Anda juga perlu memahami hal apa saja yang menjadi faktor penyebab gangguan seksual ini. Dikatakan, gangguan fetishistik biasanya dimulai selama masa pubertas, tetapi fetish dapat berkembang sebelum masa remaja. Dalam hal ini sebenarnya, tidak ada penyebab gangguan fetisistik yang dapat dipastikan.

Beberapa ahli teori percaya bahwa fetisisme berkembang dari pengalaman masa kanak-kanak, di mana suatu objek dikaitkan dengan bentuk gairah atau kepuasan seksual yang sangat kuat. Sehingga dapat dikatakan bahwa fetish adalah gangguan yang bisa bermula dari masa kanak-kanak dan remaja, hingga berkembang dengan kondisi terkait masturbasi dan pubertas.

Dalam kasus yang melibatkan laki-laki, beberapa ahli berpendapat bahwa gangguan fetishistik mungkin berasal dari keraguan tentang maskulinitas, potensi, atau ketakutan akan penolakan dan penghinaan. Dengan menggunakan praktik fetisistik untuk melakukan kontrol atas benda mati, menurut teori, seseorang dapat melindungi dirinya sendiri dari atau mengimbangi perasaan tidak mampu.

5 dari 5 halaman

Pengobatan

Fantasi pemujaan atau fetish adalah hal yang biasa terjadi dan dalam banyak kasus tidak berbahaya. Kondisi ini hanya bisa diperlakukan sebagai gangguan jika menyebabkan kesusahan atau mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal dalam kehidupan sehari-hari.

Gangguan fetish biasanya cenderung berfluktuasi atau naik turun selama hidup seseorang. Sehingga pengobatan yang paling efektif dilakukan adalah pengobatan jangka panjang. Pendekatan yang berhasil mencakup berbagai bentuk terapi serta terapi pengobatan (seperti SSRI atau terapi deprivasi androgen).

Beberapa obat resep dapat membantu mengurangi pemikiran kompulsif yang terkait dengan gangguan fetishistik. Pada pasien dengan gangguan yang lebih sedikit biasanya bisa melakukan fokus pada terapi konseling.

[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini