Fakta Masker Bedah, Lebih Efektif Dibanding Masker Kain dan Masker Buatan

Kamis, 2 April 2020 11:03 Reporter : Denny Marhendri
Fakta Masker Bedah, Lebih Efektif Dibanding Masker Kain dan Masker Buatan Ilustrasi masker. ©Pixabay

Merdeka.com - Wabah virus Corona menjadi kekhawatiran bagi semua orang dan hampir semua orang berusaha untuk melindungi dirinya. Segala cara untuk melindungi diri dilakukan, termasuk dengan menggunakan masker dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Namun, kelangkaan masker medis yang efektif untuk melindungi diri menjadi langka dan muncul masker-masker lain untuk menjadi alternatif.

Namun, yang disayangkan dalam penggunaan masker kain yang menjadi alternatif dari masker medis atau bedah tersebut tidaklah efektif dalam mencegah penularan virus Corona. Penggunaan masker kain tersebut hanya disarankan untuk digunakan sebagai pilihan terakhir.

Informasi yang didapatkan dari seorang dokter pakar dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) RSUP Persahabatan, Erlina Burhan mengungkapkan masker bedah lebih efektif untuk mencegah penularan virus.

1 dari 2 halaman

Tiga Kali Lebih Efektif

ilustrasi masker

Shutterstock

Erlina menjelaskan bahwa secara teknis, kemampuan masker bedah tersebut dalam melakukan filtrasi mampu mencapai 30 sampai 95 persen partikel dengan ukuran 0,1 mikron. Hal tersebut menjadikan masker bedah menjadi tiga kali lebih efektif dalam mencegah penularan virus.

"Kesimpulan dari penelitian ini, intinya adalah bahwa penggunaan masker bedah ternyata lebih efektif tiga kali lipat dibandingkan masker kain atau masker buatan rumah," jelas Erlina saat melakukan konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (1/4) kemarin.

Namun, mungkin saja kemampuan filtrasi tersebut tidak begitu efektif bekerja jika ada kesalahan dalam penggunaan maskernya.

"Terutama dari samping kiri kanan karena tidak sepenuhnya sempurna bisa menutupi wajah," tambahnya.

Erlina juga memberitahukan bahwa walaupun penggunaan masker bedah dinilai efektif, pihak yang berhak untuk menggunakannya dalam situasi saat ini adalah petugas medis, orang sakit, perawat pasien yang sakit, atau yang terakhir adalah orang yang harus melakukan aktivitas luar ruangan. Erlina juga mengimbau untuk bijak dalam membeli perlindungan diri terutama masker bedah ini, tidak memborongnya dan memakai untuk kepentingan diri sendiri.

2 dari 2 halaman

Penggunaan Masker Kain Kurang Efektif

ibu ibu membuat masker kain di kalbar

Antara

Erlina juga mengungkapkan bahwa penggunaan masker kain tidak terlalu efektif dalam melindungi diri. Karena secara teknis, masker kain lemah dalam melakukan kemampuan filtrasinya.

"Karena masker kain tidak bisa memproteksi masuknya semua partikel dan ini tidak disarankan bagi tenaga medis. 40 hingga 90 persen partikel bisa menembus masker. Idealnya dikombinasikan dengan penutup wajah," ungkap Erlina.

Erlina juga menjelaskan secara teknis penularan virus. Menurutnya penularan virus ada dua, di antaranya melalui droplet dan airbone (partikel yang ada di udara). Masker kain memiliki perlindungan dari droplet yang hanya 10 sampai 60 persen.

"Perlindungan terhadap droplet ada, tapi tidak ada perlindungan terhadap aerosol atau partikel yang airbone," jelasnya.

Maka dari pada itu jika terpaksa menggunakan masker kain, maka harus rutin dicuci setelah dipakai dengan menggunakan sabun dan air hangat. Alternatif penggunaan masker kain ini hanya pilihan terakhir ketika ketersediaan masker medis atau bedah sudah teramat langka di pasaran.

[dem]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini