Dulunya Arena Pacuan Kuda, Ini Fakta Sejarah Stasiun Solo Balapan

Minggu, 23 Januari 2022 11:07 Reporter : Shani Rasyid
Dulunya Arena Pacuan Kuda, Ini Fakta Sejarah Stasiun Solo Balapan Stasiun Solo Balapan. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Stasiun Solo Balapan merupakan salah satu ikon Kota Solo. Setiap wisatawan yang pergi ke Solo dengan kereta api akan turun di stasiun ini. Solo Balapan termasuk salah satu stasiun kereta api tertua di Indonesia.

Namanya begitu ikonik karena pernah dijadikan sebuah lagu oleh musisi Didi Kempot pada akhir dasawarsa 1990-an. Lagu ini begitu dikenal banyak orang hingga sekarang. Saat kereta api datang, lagu ini akan berkumandang di stasiun itu.

Tak banyak orang tahu, tempat area berdirinya Stasiun Solo Balapan sekarang dulunya adalah pacuan kuda. Sejak dibangunnya jalur Kedungjati-Gundih-Solo pada tanggal 10 Februari 1870, stasiun ini dibuka untuk melayani naik turun penumpang.

2 dari 4 halaman

Dulunya Arena Pacuan Kuda

sejarah stasiun solo balapan

©Kai.id

Dikutip dari Surakarta.go.id, lahan yang digunakan menjadi Stasiun Solo Balapan dulunya merupakan Alun-Alun Utara milik Keraton Mangkunegaran. Di dalam alun-alun itu terdapat pacuan kuda yang digunakan pada masa Mangkunegaran IV.

Namun setelah Belanda datang, Kota Solo banyak digalakkan pada ide-de perubahan. Perubahan itu terjadi dari pola pedesaan menjadi pola perkotaan. Secara tidak langsung ide-ide itu juga menyentuh sarana dan prasarana umum. Salah satunya soal kereta api.

3 dari 4 halaman

Upacara Meriah

sejarah stasiun solo balapan©Wikipedia.org

Peletakan batu pertama Stasiun Solo Balapan pada tahun 1864 digelar dengan upacara meriah. Selain dihadiri oleh Mangkunegara IV, upacara pembukaan itu dihadiri langsung oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron van de Belle.

Pada tahun 1927 dibangun satu bangunan lagi di sebelah selatan stasiun yang dibuat dengan arsitektur budaya Jawa. Hal itu sejalan dengan pembangunan jalur ganda Staatsspoorwegen yang sejajar dengan jalur kereta api NIS Jogja-Solo. Arsitek pembangunan area sisi selatan itu dirancang oleh arsitek Thomas Karsten.

Letaknya Strategis

stasiun solo balapan©2019 Merdeka.com

Peresmian Stasiun Solo Balapan dilakukan 10 Februari 1870. Saat itu NIS, perusahaan swasta Belanda, mengoperasikan perjalanan kereta api Solo-Semarang sebanyak dua kali dan juga sebaliknya. Keberadaan kereta api memudahkan pengangkutan gula, tembakau, dan kopi dari daerah pedalaman ke pelabuhan di Semarang.

Gubernur Jenderal Hindia Belanda, de Graeff mengatakan bahwa Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun paling strategis di Kota Solo. Keberadaan stasiun itu kemudian dihubungkan dengan rel kereta api ke beberapa tempat strategis di Solo seperti daerah Purwosari, Jebres, dan Sriwedari.

4 dari 4 halaman

Fasilitas Stasiun Solo Balapan

stasiun solo balapan©2019 Merdeka.com

Seiring kondisi stasiun yang terus berbenah, saat ini di Stasiun Solo Balapan telah dibangun jembatan penyeberangan penumpang di sebelah timur stasiun yang terhubung langsung dengan Terminal Tirtonadi Solo.

Selain itu, sisi paling utara stasiun itu dibongkar untuk dibangun bangunan baru yang berfungsi sebagai peron tunggu bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dari dan menuju Bandara Adi Soemarno.

Diabadikan Jadi Lagu

keluarga didi kempotSumber Foto : Kapanlagi.com

Pada tahun 1990-an, keberadaan Stasiun Solo Balapan semakin populer setelah musisi Didi Kempot menciptakan lagu dengan judul yang sama dengan nama stasiun itu. Lagu “Stasiun Solo Balapan” itu menceritakan tentang kisah dua sepasang kekasih yang harus berpisah karena salah satu dari mereka harus merantau.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini