Dulu Sering Diterjang Lahar Dingin, Ini 4 Potret Jembatan Baru di Magelang

Kamis, 11 Agustus 2022 10:37 Reporter : Shani Rasyid
Dulu Sering Diterjang Lahar Dingin, Ini 4 Potret Jembatan Baru di Magelang Jembatan Senowo. ©jatengprov.go.id

Merdeka.com - Dulu, Jembatan Senowo yang berada di Kecamatan Dukun, Magelang, merupakan jembatan yang sering diterjang lahar dingin. Jika lahar dingin menerjang, akses dua wilayah yang terhubung jembatan ini jadi lumpuh. Belum lagi kendaraan yang hendak lewat harus menunggu giliran akibat sistem buka tutup. Arus kendaraan jadi tersendat. Kecelakaan beberapa kali terjadi di sana.

Namun kini jembatan itu sudah direnovasi. Berkat renovasi itu, ruas jembatan itu menjadi dua lajur. Kini jembatan itu menjadi akses penting dua kabupaten, yaitu Kabupaten Magelang dan Boyolali.

“Dulu hanya satu jalur. Untuk kendaraan truk dan yang mengangkut sayur itu harus bergantian karena jalan sempit. Apalagi saat erupsi Merapi pasti semrawut. Ada kecelakaan juga karena biasanya orang yang belum paham jalur di sini. Karena jalan yang satu menanjak dan sempit,” kata Sekretaris Desa Dukun, Yudo Wasito, dikutip dari Jatengprov.go.id pada Rabu (10/8). Berikut selengkapnya:

2 dari 5 halaman

Dorong Perekonomian Masyarakat

jembatan senowo

©jatengprov.go.id

Jembatan Senowo dibangun dengan menghabiskan anggaran Rp7,25 miliar yang diambil dari anggaran bantuan provinsi (Banprov) 2021. Tujuan dibangunnya jembatan itu adalah sebagai jalur evakuasi bencana erupsi Merapi. Namun kini jembatan itu justru mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

“Dampaknya banyak. Salah satunya memperlancar ekonomi karena mayoritas petani bisa angkut hasil pertanian. Ada juga pasar di dekat jembatan. Jadi mempercepat evakuasi. Desa Dukun jaraknya 12 km dari puncak Merapi. Karena di atasnya lagi ada beberapa desa, jadi jalur evakuasi ini sangat vital,” kata Yudo.

3 dari 5 halaman

Pendapatan Desa Meningkat

jembatan senowo

©jatengprov.go.id

Sementara itu Kepala Pasar Desa Dukun Yazid Aiman mengatakan, pasar yang dikelola merupakan aset desa. Sebelumnya keberadaan pasar memberi pendapatan asli desa (PAD) Rp12 juta per bulan. Namun setelah adanya jembatan baru PAD meningkat hingga Rp20 juta per bulan.

“Khususnya untuk pasar sangat berpengaruh. Peningkatan pendapatan itu berasal dari retribusi,” kata Yazid.
Selain pasar desa, sekitar 300 meter dari jembatan itu juga ada pasar kabupaten. Dengan begitu keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi mereka yang ingin beraktivitas di kedua pasar tersebut.

4 dari 5 halaman

Omzet Pedagang Meningkat

jembatan senowo

©jatengprov.go.id

Peningkatan pendapatan tak hanya dirasakan pihak pengelola pasar. Para pedagang merasakan sendiri dampak dari adanya jembatan baru tersebut. Hal itu dirasakan salah seorang pedagang pasar bernama Genduk yang sehari-hari berjualan nasi rames.

“Makin banyak yang lewat, jadi makin banyak pembeli. Kalau dulu Rp400 ribu per hari, sekarang bisa dapat Rp700 ribu per hari. Kalau puasa malah bisa sampai Rp1 juta per hari,” tandas Genduk dikutip dari Jatengprov.go.id.

5 dari 5 halaman

Bantuan Provinsi

jembatan senowo

©jatengprov.go.id

Diketahui, ada dua jembatan di Magelang yang dibangun dari anggaran Banprov. Keduanya yaitu Jembatan Kali Tangsi di ruas jalan Krasak-Kajoran dan Jembatan Kali Senowo di ruas Tlatar-Talun.

Pembangunan kedua jembatan itu telah dicek langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada 18 Mei 2022 lalu. Hasilnya dinilai memuaskan. Untuk Jembatan Kali Tangsi, anggaran yang digelontorkan adalah Rp8,45 miliar, sementara untuk Jembatan Kali Senowo anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp7,25 miliar.

[shr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Berita
  3. Jateng
  4. Magelang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini