Dipercaya Bisa Mendatangkan Berkah, Begini Keseruan Tradisi Buka Luwur di Kudus

Selasa, 9 Agustus 2022 15:45 Reporter : Shani Rasyid
Dipercaya Bisa Mendatangkan Berkah, Begini Keseruan Tradisi Buka Luwur di Kudus pembagian nasi buka luwur. ©YouTube/Cerita Muria

Merdeka.com - Walaupun masih dini hari, pada Senin (8/8) kompleks Masjid Menara Kudus sudah terlihat ramai. Di sana, para warga tampak mengantre dengan mengenakan pakaian Islami. Tak hanya warga Kudus, mereka datang dari berbagai kota. Di sana, mereka sedang menunggu pembagian “nasi buka luwur” yang diadakan setiap 10 Muharram.

Dilansir dari ANTARA, nasi buka luwur terdiri dari dua jenis, yaitu nasi jangkrik goreng dan uyah asem. Nasi uyah asem meliputi daging kerbau tanpa kuah. Sementara nasi jangkrik goreng dilengkapi kuah tetelan daging kerbau.

Tak hanya sekedar ingin menikmati makanan itu, para warga percaya bahwa nasi buka luwur bisa mendatangkan keberkahan. Lantas bagaimana keseruan mereka memperebutkan makanan itu? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Tradisi Turun Temurun

pembagian nasi buka luwur

©YouTube/Cerita Muria

Tradisi pembagian nasi buka luwur telah berlangsung sejak lama. Tradisi itu dijalankan sebagai bentuk penghormatan terhadap Sunan Kudus sebagai leluhur sekaligus salah satu penyebar Islam di Tanah Jawa. Selain itu banyak yang percaya makanan itu bisa mendatangkan berkah.

“Ini sudah dipercaya masyarakat luas di Kabupaten Kudus dan bukan mitos semata. Banyak yang sudah membuktikan manfaatnya sebagai salah satu obat. Tetapi semuanya atas izin Alah SWT. Nasi buka luwur ini hanya perantara melalui doa yang dipanjatkan alim ulama,” kata Bupati Kudus Hartopo dikutip dari ANTARA pada Selasa (9/8).

3 dari 4 halaman

Harapan Warga Kudus

pembagian nasi buka luwur

©YouTube/Cerita Muria

Banyak warga yang rela mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan nasi buka luwur. Seila, warga asal Jepara, mengaku rela antre sejak pukul 05.00 agar bisa mendapatkan barokah lancar menghafalkan Al-Qur’an.

Sementara warga lain ada yang berharap mendapat berkah berupa kemudahan memperoleh jodoh. Ada pula yang percaya bahwa nasi itu bisa dijadikan pupuk tanaman dengan cara dikeringkan terlebih dahulu.

Selain itu, pembagian nasi itu juga disimbolkan sebagai kesejahteraan masyarakat. Jika nasi yang dibagikan ke masyarakat itu cukup, maka dipercaya setahun ke depan masyarakat tidak akan kekurangan sandang atau pakaian.

4 dari 4 halaman

Dilakukan Pemerataan

pembagian nasi buka luwur
©YouTube/Cerita Muria

Dalam rangka pemerataan pembagian nasi buka luwur, maka pembagiannya dilakukan di setiap kecamatan. Kebijakan itu digagas pada masa pandemi COVID-19 untuk mengurangi kerumunan.

Juru Bicara Panitia Buka Luwur, Muhammad Kharis mengatakan, kebijakan pembagian nasi buka luwur per kecamatan ini dilakukan sebagai keinginan pengurus Yayasan dan Makam Sunan Kudus untuk tetap menjalin persahabatan dengan pemangku punden maupun belik (sumber air) yang ada di Kudus.

Untuk itu, mereka menyediakan sebanyak 15.000 bungkus nasi buka luwur untuk dibagikan kepada semua pemangku punden maupun belik yang tersebar di sembilan kecamatan di Kudus. Jika ditotal, panitia menyediakan nasi buka luwur sebanyak 30.800 bungkus.

[shr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jateng
  3. DIY
  4. Berita
  5. Kudus
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini