Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dikenal Haus Ilmu, Ini Kisah Perjalanan Hidup KH Dimyati Rois

Dikenal Haus Ilmu, Ini Kisah Perjalanan Hidup KH Dimyati Rois KH Dimyati Rois. ©YouTube/Basirah.id

Merdeka.com - Pada Jumat (10/6) dini hari, Mustasyar Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) KH Dimyati Rois meninggal dunia di Rumah Sakit Telogorejo, Semarang.

Kepergian Pengasuh Pondok Pesantren Al-Wadlu wal Fadhilah, Kendal itu menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar NU. Apalagi semasa hidupnya pria yang akrab disapa Abah Dim itu merupakan ulama yang cukup disegani. Maka tak heran ribuan pelayat memadati kediaman Abah Dim untuk mengantar kepergian sang ulama.

“Saya bersaksi bahwa beliau adalah ahli surga. Beliau kekasih Allah SWT. Apalagi kemarin beliau memperlihatkan keceriaan, seolah-olah menerima tamu yang hendak mengantarkan beliau kepada Allah SWT,” kata Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen dikutip dari ANTARA pada Jumat (10/6).

Lantas bagaimana perjalanan hidup KH Dimyati Rois? Berikut selengkapnya:

Masa Muda

kh damyati rois

©YouTube/Nabil Aufar

Sejak kecil, KH Dimyati Rois sudah terlihat berbeda dibandingkan saudaranya yang lain. Dia dikenal sebagai sosok pendiam namun rajin, disiplin, dan ulet dalam mengerjakan sesuatu. Setelah menyelesaikan pendidikan formal, dia melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren APIK, Kaliwungu, Kendal. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Ponpes Lirboyo, Kediri.

Ia lalu melanjutkan pendidikan ke Ponpes Sarang, Rembang, dan belajar di sana selama 5 tahun. Setelah bertahun-tahun menuntut ilmu di daerah Rembang, Tuban, dan Kediri, ia kembali lagi ke Ponpes APIK. Tak berapa lama kemudian ia diangkat menjadi Lurah Pondok oleh Pengasuh Ponpes APIK saat itu, KH Humaidullah Irfan.

Dikenal Haus Ilmu

kh dimyati rois

©YouTube/Basirah.id

Selama pengembaraannya berburu ilmu, ia belajar ilmu-ilmu seperti nahwu, sorof, ushul fiqih, kitab Imam Al-Ghazali, dan ilmu-ilmu lainnya.

Dilansir dari Laduni.id, kecerdasan KH Dimyati Rois telah tampak saat dia belajar di pondok pesantren yang ia singgahi. Selama dia hidup di pondok tak ada waktu yang terlewat sia-sia. Maka tak heran dia dikenal memiliki wawasan yang luas tentang keislaman.

Hal inilah yang membuat KH Ibadullah Irfan, sesepuh dan tokoh masyarakat Kaliwungu mengambilnya menjadi menantu. Ia melepas masa lajangnya pada 1 Januari 1978 dengan menikahi putri tunggal KH Ibadullah Irfan, Hj. To’ah.

Sosok yang Sederhana

dimyati rois

©2018 nu.or.id

Sebagai seorang ulama, KH Dimyati Rois memiliki kepribadian yang sangat baik dan sederhana. Kesederhanaan itu ia tunjukkan dengan caranya berpakaian. Selain itu ia juga tidak akan makan jika tidak benar-benar lapar.

Selain itu ia juga cukup luas pergaulannya. Ia tidak memilih-milih teman. Mulai dari pedagang, pejabat, orang kaya, orang miskin, buruh, hingga anak-anak merupakan temannya. Ia pun juga dikenal sebagai seorang ulama yang sabar, pemurah, dan ramah. Hal inilah yang membuat KH Dimyati Rois mendapat banyak simpatik baik dari para santrinya maupun jemaahnya.

Karomah KH Dimyati Rois

Setiap petuah dan ajaran-ajaran KH Dimyati Rois dapat diterima dan diperhatikan oleh para jemaahnya. Apalagi dia dikenal tidak mengajarkan sesuatu yang tidak pernah ia kerjakan. Salah satu kelebihan yang dimiliki KH Dimyati Rois adalah kemampuannya di bidang kewirausahaan. Tak hanya mengajar mengaji, dia juga memiliki berbagai usaha yang menghasilkan uang dan melatih para santrinya untuk bisa berwirausaha, terutama di bidang pertanian dan perikanan. Dia juga dikenal punya banyak ilmu hikmah dan kesaktian. Hal ini menambah kewibawaannya di tengah masyarakat.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP