Diduga Terlilit Pinjol, Ibu di Semarang Tega Bunuh Anak Kandung Sendiri

Kamis, 12 Mei 2022 11:35 Reporter : Shani Rasyid
Diduga Terlilit Pinjol, Ibu di Semarang Tega Bunuh Anak Kandung Sendiri Ilustrasi Penganiayaan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Pada Selasa (10/5), seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dilaporkan tewas karena dibunuh ibu kandungnya sendiri di sebuah hotel di Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar mengatakan, korban berinisial KA itu diduga tewas setelah dibekap oleh ibu kandungnya, RS (34), yang merupakan warga Banyumanik.
Dari pemeriksaan awal polisi, pelaku diduga punya masalah keluarga berkaitan dengan keuangan.

“Pelaku diduga menggunakan uang tabungan tanpa seizin suaminya. Hingga akhirnya dia pergi bersama korban,” kata Irwan dikutip dari ANTARA pada Rabu (11/5).

Lalu bagaimana kronologi kejadian itu? dan apa yang menyebabkan sang ibu tega membunuh anak kandungnya sendiri? berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Kronologi Kejadian

ilustrasi pencabulan
©2013 Merdeka.com

Dilansir dari ANTARA, peristiwa pembunuhan ini terungkap saat petugas memeriksa kamar tempat pelaku menginap. Saat itu batas chek out telah habis. Pada pukul 16.00, petugas mendatangi kamar pelaku untuk bertanya apakah dia akan memperpanjang masa menginap atau tidak.

Saat petugas datang, RS mengaku masih mandi dan berkata akan ke resepsionis untuk mengurus administrasi perpanjangan waktu tinggal.
Namun hingga pukul 18.00, pelaku tidak kunjung turun ke meja resepsionis. Petugas hotel kembali ke kamar untuk memastikan perpanjangan tinggal pelaku.

3 dari 4 halaman

Berencana Bunuh Diri

ilustrasi bunuh diri
©2012 wallpaperhere.com

Petugas menuju ke kamar pelaku dengan membawa kunci master kamar. Saat diperiksa di dalam kamar, korban sudah terbaring kaku di samping pelaku di atas tempat tidurnya.

Irwan mengatakan, saat berada di hotel, pelaku RS sebenarnya juga berencana mengakhiri hidup bersama anaknya. Pelaku diduga membekap mulut dan hidung korban hingga meninggal dunia. Kemudian pelaku hendak melakukan upaya bunuh diri menggunakan air sabun dan menjerat leher dengan handuk. Namun upaya itu gagal dilakukan.

“Atas perbuatan itu pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” kata irwan.

4 dari 4 halaman

Diduga Tersangkut Pinjol

online
©2018 makeuseof.com

Irwan mengatakan, pelaku sedang memiliki masalah dengan suaminya karena menggunakan uang tabungan sebesar Rp38 juta tanpa izin. Pelaku sendiri sebenarnya sudah memiliki niat kabur sejak awal dan rasa khawatir terhadap suaminya. Tak hanya itu, pelaku diduga pula melakukan perbuatan itu karena tersangkut pinjaman online.

“Ibu ini mengaku KTP-nya pernah dipinjam rekannya untuk mengajukan pinjaman daring. Ternyata tagihannya masuk kepadanya,” kata Irwan dikutip dari ANTARA.

Saat ini, petugas polisi masih mendalami keterangan tersangka soal rekannya berinisial SS yang meminjam KTP sebagai pinjaman daring uang sebesar Rp12 juta. [shr]

Baca juga:
Sekelompok Penagih Utang Pinjaman Online Bawa Senjata Tajam, Lakukan Penganiayaan
CEK FAKTA: Waspada Penipuan Tawaran Pinjaman Online via SMS
Waspada Tawaran Pinjol Ilegal Atas Namakan Koperasi Syariah Muhammadiyah
INDEF: Pinjol Resmi di Indonesia Hanya 5 Persen
Fintech Danamas Perkenalkan Layanan Pinjaman Online Aman dan Tanpa Ribet
AFPI: Pinjol Ilegal Manfaatkan Celah Regulasi Bisa Terkoneksi dengan Bank

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini