Dari Sisi Psikologis Pelaku, Ini 5 Faktor Penyebab Klithih

Rabu, 12 Februari 2020 09:36 Reporter : Shani Ramadhan Rasyid
Dari Sisi Psikologis Pelaku, Ini 5 Faktor Penyebab Klithih Pelaku Aksi Klitih. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi klithih yang sering terjadi di Yogyakarta beberapa waktu ini telah meresahkan warga. Bahkan beberapa kali kejadian tersebut telah memakan korban. Biasanya rombongan klithih beraksi di malam hari, di saat jalanan sudah lengang dan sepi.

Pada awalnya, mereka yang kebanyakan masih remaja ini menyerang pengendara lain sesama remaja yang berbeda kelompok geng atau sekolah. Namun saat ini pelaku klithih sudah berani menyerang warga sipil yang sama sekali tidak pernah terlibat dengan mereka.

Hal ini tentu membuat resah masyarakat. Keinginan untuk menghapus perilaku klithih pun semakin kuat. Aparat keamanan tak tinggal diam. Polisi sebagai pengayom dan penjaga ketertiban masyarakat memberlakukan jam malam yang ketat.

1 dari 6 halaman

Sisi Psikologis Pelaku Aksi Klitih

Dari sisi psikologis, perilaku klithih ini banyak dikaitkan dengan sifat-sifat anak remaja di mana mereka memasuki usia rentan. Pada usia remaja, biasanya mereka belum bisa mengendalikan emosi dengan baik.

Apabila tersulut mereka akan bereaksi dengan mudah. Selain hal tersebut, berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya aksi klithih dari sisi psikologis pelaku yang dikutip dari berbagai sumber.

2 dari 6 halaman

Menunjukkan Eksistensi Diri

aksi klitih

2020 Merdeka.com/Liputan6.com/ Yanuar H

Masa remaja adalah masa di mana mereka berlomba-lomba untuk menunjukkan eksistensi diri. Sebenarnya perilaku ini bisa diarahkan ke hal-hal yang positif seperti berkecimpung di bidang seni, olahraga, tulis-menulis, dan sebagainya. Namun jika remaja tidak diarahkan dengan baik, maka dikhawatirkan akan terjerumus ke hal-hal negatif, salah satunya klithih.

Berdasarkan jurnal yang ditulis Laili Hanik Atum Maria yang berjudul Analyzing The Perpetrators Of Klithih Based On The Criminal Profiling In Yogyakarta Regional Police, perilaku klithih yang terjadi di kalangan remaja karena mereka ingin menunjukkan jati diri.

Cara yang mereka lakukan dengan melukai korban seakan-akan korban itu adalah musuhnya. Mereka bahkan melakukan aksinya tanpa motif mendapatkan harta. Para pelaku klitih hanya ingin unjuk diri bahwa mereka hebat dan ingin masyarakat takut dengannya.

3 dari 6 halaman

Minim Perhatian Keluarga

Salah satu faktor penyebab seorang remaja melakukan tindakan klithih adalah minimnya perhatian keluarga. Pendidikan keluarga, dalam hal ini orang tua merupakan pintu pertama pendidikan yang didapatkan seorang anak.

Berdasarkan data dari Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, sebagian besar pelaku klithih berasal dari keluarga yang kondisi ekonominya lemah. Selain itu ada pula yang berasal dari keluarga broken home.

Survei yang dilakukan PSKK UGM menunjukkan bahwa kurangnya peran orang tua dalam mendidik anak menjadi penyebab tertinggi munculnya kekerasan antar pelajar. Hasil survei tersebut terdapat pada jurnal yang berjudul Membangun Relasi Digital Antara Orang Tua Siswa Dengan Sekolah Dalam Penanganan Tawuran Pelajar di Yogyakarta tahun 2017 karya Muhadjir Darwin dan kawan-kawan.

Masih berdasarkan jurnal tersebut, orang tua dinilai lemah dalam memantau anak terutama dalam penggunaan gawai. Orang tua dinilai kurang bisa menjalin kedekatan emosional dengan anak karena lebih sering berkomunikasi lewat gawai dibandingkan dengan komunikasi secara personal.

4 dari 6 halaman

Kecerdasan Emosional yang Rendah

pria

ilustrasi/ www.huffingtonpost.com

Usia remaja adalah periode di mana kecerdasan emosi (EQ) belum terbentuk secara matang. Rata-rata orang yang suka melakukan kekerasan biasanya memiliki kecerdasan emosional pada level pertama, yaitu memahami diri sendiri.

Mereka belum mampu mencapai level dua yaitu mampu mengendalikan diri, apalagi mencapai level tiga yaitu memahami orang lain, dan level empat, yaitu mengendalikan orang lain.

5 dari 6 halaman

Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Berdasarkan jurnal karya Zulfikar Pamungkas yang berjudul Fenomena Klithih Sebagai Bentuk Kenakalan Remaja Dalam Perspektif Budaya Hukum di Yogyakarta, fenomena klithih disebabkan karena munculnya rasa ingin tahu atau coba-coba.

Hal ini sebenarnya wajar karena mereka tengah memasuki masa pubertas. Mereka biasanya memiliki rasa ingin tahu apakah hal yang orang lakukan juga bisa Ia lakukan.

Aksi klithih ini menggambarkan bahwa remaja tidak mau kalah saing dengan remaja lainnya. Sayangnya, rasa ingin tahu itu justru menciptakan kondisi yang meresahkan masyarakat.

klitih

2020 Merdeka.com

6 dari 6 halaman

Rendahnya Motivasi Belajar

Dalam jurnal yang berjudul Klithih, Faktor, Risiko dan Developmental Pathway karya Arum Febriani juga disebutkan bahwa salah satu faktor penyebab klithih adalah karena mereka malas belajar.

Salah satu faktor ini ditandai dengan seringnya membolos sekolah, cenderung memiliki konflik terhadap guru. Mereka juga memandang diri sebagai anak yang kurang baik dibanding dengan teman-teman sebayanya. Mereka juga malas mengikuti pelajaran di sekolah karena dinilai membosankan.

Sebenaranya faktor rendahnya motivasi belajar ini dipengaruhi cara didik orang tua. Bila di sekolah guru memberikan materi pelajaran, di rumah orang tualah yang memotivasi anak-anak mereka untuk terus belajar.

Selain hal-hal di atas, tentunya masih banyak lagi faktor penyebab pelaku melancarkan aski klithih. Kita sebagai masyarakat harus tetap waspada selama klithih masih berkeliaran di sekitar kita. [alz]

Baca juga:
Klitih, Rantai Kekerasan Jalanan yang Makin Meresahkan Warga Yogya
Sultan HB X Sebut Pelaku Klitih Rata-rata Berasal dari Keluarga Menengah ke Atas
Berdalih Basmi Klitih, Pemuda Mabuk di Yogyakarta Aniaya Seorang Pria
Antisipasi Klitih, Polda DIY Blusukan Hingga Gang Sempit
Atasi Masalah Klitih, Sultan HB X Siapkan Pergub Khusus
Bertemu Gubernur DIY, Ketua DPR Puan Maharani Bahas Fenomena 'Klitih'

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini