Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berawal dari Hobi Bertani, Kelompok Ibu-Ibu di Sleman dapat 'Green House' dari BRI

Berawal dari Hobi Bertani, Kelompok Ibu-Ibu di Sleman dapat 'Green House' dari BRI Kegiatan KWT Mentari. ©Instagram/@kwtmentari

Merdeka.com - Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari resmi berdiri pada 29 Januari 2020. Kelompok itu terbentuk berawal dari kesamaan hobi bercocok tanam para ibu-ibu di Padukuhan Karangploso, Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman.

“Awalnya dari 'rasan-rasan'. Karena kita punya kesamaan hobi menanam di pekarangan masing-masing gitu. Waktu itu kami sudah punya rencana gimana kalau kita buat komunitas sendiri,” kata Sri Harnani (57) Ketua KWT Mentari saat ditemui Merdeka.com pada Jumat (16/6).

Untuk mengisi waktu, mereka rajin ikut pelatihan di berbagai tempat. Dari pelatihan-pelatihan itu mereka semakin bersemangat untuk bertani. Apalagi hasil pertanian dapat mereka olah untuk menghasilkan makanan yang sehat.

Demi mewujudkan keinginan memiliki kelompok tani sendiri, mereka mengadakan pertemuan. Pada awalnya yang bergabung dalam pertemuan itu ada 10 ibu-ibu.

kegiatan kwt mentari©Instagram/@kwtmentari

Saat itu mereka belum punya lahan untuk bertani. Sebuah gereja di padukuhan tersebut punya lahan kosong yang tidak dimanfaatkan. Pengurus gereja mengizinkan mereka untuk mengelola lahan itu secara cuma-cuma. Lahan kosong itu kemudian dipercantik dengan sebuah kebun kecil yang terdiri dari aneka tanaman sayur mayur. Jenis sayurannya beragam, ada selada, bayam, kangkung, timun Jepang, buncis, dan berbagai jenis lainnya. Begitu panen, mereka bisa langsung menjual hasil dari kebun mereka.

“Lokasinya benar-benar di dekat gereja. Jadi tiap minggu kan di gereja ada kebaktian. Kami bisa jual di situ. Setelah mereka selesai kebaktian baru mereka bisa mampir dan membeli olahan sayur kita,” ungkap Sri Harni.

Tak hanya menjual sayur mayur, di sana mereka juga menjual produk jamu bubuk. Produk itu mereka buat setelah mendapat pelatihan pembuatan jamu bubuk yang pernah mereka ikuti.

“Saat dijual produk kami sudah punya PIRT dan label halal,” lanjut Sri Harni.

Produk jamu inilah yang kemudian menjadi keunikan KWT Mentari. Apalagi tak lama setelah dibentuk, dunia dilanda pandemi COVID-19. Saat itu, Presiden Joko Widodo menyebut jamu dan empon-empon sebagai minuman berkhasiat penguat daya tahan tubuh agar tidak terkena Virus COVID-19. Tak heran produk jamu yang dijual KWT Mentari laku keras waktu itu.

Mereka membuka tempat jualan itu dari pagi sampai malam. Penghasilan yang diperoleh dari berjualan jamu bisa menjadi tambahan penghasilan mereka di tengah krisis ekonomi akibat pandemi.

“Jadi untuk dampak pandemi benar-benar tidak terasa. Karena kami punya penghasilan (dari berjualan jamu),” kata Sri Harnani.

Dapat Hadiah Green House

kegiatan kwt mentari

©Instagram/@kwtmentari

Keberhasilan ibu-ibu KWT Mentari mengatasi badai krisis di masa pandemi menarik perhatian Bank Rakyat Indonesia (BRI). Melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR) Srikandi, BRI memberikan hadiah berupa rumah kaca. Di dalam rumah kaca tersebut mereka bercocok tanam secara hidroponik.

Selain itu, mereka juga diminta memberi pelatihan pada KWT lain. Salah satunya adalah komunitas ibu-ibu di Kawasan Wisata Bendhung Lepen, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

“Saat itu Ibu Erick Thohir minta di tempat itu ada ‘hijau-hijau’-nya. Akhirnya kita dipasrahi mendampingi ibu-ibu di sana untuk membuat KWT dan membuat rumah hidroponik,” kata Nining Widodo, salah satu anggota KWT Mentari.

Dalam sebulan, KWT Mentari memperoleh omzet sekitar Rp3-5 juta dari penjualan sayur mayur serta produk jamu mereka. Rini (58), salah satu anggota KWT Mentari, mengakui bahwa omzet itu cukup kecil untuk dibagi ke para anggotanya. Namun baginya, yang paling penting dari itu adalah pemerataan kesejahteraan bagi para anggota.

“Jadi inti dari semua kegiatan yang kami lakukan adalah pemberdayaan. Bagaimana caranya anggota kita sukses. Walau kas kita sedikit, yang penting adalah anggota kita sejahtera. Yang penting lingkungan kita sejahtera. Bahkan dari modal penghasilan yang diperoleh, ada anggota yang membuka katering sendiri,” kata Rini.

kegiatan kwt mentari

©Instagram/@kwtmentari

Tak hanya menyejahterakan ibu-ibu di lingkungan, keberadaan KWT Mentari menarik minat para mahasiswa untuk melakukan studi di kelompok itu. Mereka datang dari berbagai kampus seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa (UST), UPN Veteran, UIN Sunan Kalijaga, hingga Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).

Mereka menjadikan KWT Mentari sebagai objek penelitian untuk skripsi.Aditya Ananta Putra, salah satu mahasiswa yang melakukan penelitian di KWT Mentari, mengatakan bahwa ia tertarik meneliti KWT Mentari sebagai penerima program CSR dari BRI. Apalagi CSR itu diberikan dalam rangka memperingati Hari Kartini dan juga untuk mengembangkan kelompok tersebut.

Tak bisa dipungkiri, KWT Mentari benar-benar merasakan manfaat dari program BRI. Apalagi pada Jumat (16/6) lalu, KWT Mentari merupakan satu dari 11 UMKM yang mendapat kesempatan untuk mengikuti bazar yang diadakan di Kantor Wilayah Bank BRI Yogyakarta.

“Dengan adanya acara seperti ini kita dapat kesempatan untuk memasarkan produk, meluaskan pasar, dan belajar dari peserta lainnya. Ini sangat membantu kita, dan bisa membuat kita makin sejahtera,” pungkas Rini. (mdk/shr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
BRI Pulihkan Ekosistem dan Lawan Perubahan Iklim Melalui Program BRI Menanam Grow & Green
BRI Pulihkan Ekosistem dan Lawan Perubahan Iklim Melalui Program BRI Menanam Grow & Green

Sejak dijalankan pada 2023, program BRI Menanam - Grow & Green telah menanam bibit pohon sebanyak 42.800 bibit.

Baca Selengkapnya
Miliki Rumah Tanpa Beban, Yuk Manfaatkan KPR BRI Suku Bunga Berjenjang
Miliki Rumah Tanpa Beban, Yuk Manfaatkan KPR BRI Suku Bunga Berjenjang

KPR BRI Suku Bunga Berjenjang memiliki skema suku bunga yang berbeda-beda sesuai dengan jenjang yang dipilih.

Baca Selengkapnya
BRI Salurkan Sembako Bantu Korban Bencana Gempa Sumedang
BRI Salurkan Sembako Bantu Korban Bencana Gempa Sumedang

Bantuan yang diberikan ini berasal dari BRI Peduli melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Program Relawan Bakti BUMN 2024, BRI Ajak Relawan Berpetualang di Desa BRILiaN
Program Relawan Bakti BUMN 2024, BRI Ajak Relawan Berpetualang di Desa BRILiaN

BRI kembali mengambil bagian dalam program Relawan Bakti BUMN 2024.

Baca Selengkapnya
Kalurahan Pleret Bangun Kios Baru Manfaatkan Program Desa Brilian, Begini Dampaknya Bagi Pelaku UMKM
Kalurahan Pleret Bangun Kios Baru Manfaatkan Program Desa Brilian, Begini Dampaknya Bagi Pelaku UMKM

Mereka memanfaatkan bangunan senilai Rp500 juta hasil Program Desa Brilian. Namun mereka dikenakan tarif sewa lebih mahal untuk bisa berjualan di sana.

Baca Selengkapnya
Pengajuan KPR BRI yang Praktis dan Bebas Ribet, Simak Langkah Demi Langkahnya Yuk!
Pengajuan KPR BRI yang Praktis dan Bebas Ribet, Simak Langkah Demi Langkahnya Yuk!

Solusi wujudkan hunian idaman dengan KPR BRI yang praktis dilakukan.

Baca Selengkapnya
Menengok Desa Kelawi Surga Tersembunyi di Lampung Selatan Miliki Inovasi Berkelanjutan
Menengok Desa Kelawi Surga Tersembunyi di Lampung Selatan Miliki Inovasi Berkelanjutan

Desa Kelawi meraih penghargaan Desa BRILiaN Hijau 2023 oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Baca Selengkapnya
Begini Cara Ditempuh BRI Life Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Begini Cara Ditempuh BRI Life Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Langkah tersebut dapat dimulai dari lingkungan kecil diri sendiri, menjaga kebersihan lingkungan, menempatkan sampah pada tempatnya.

Baca Selengkapnya
Fokus Jalankan Bisnis Berkelanjutan, BRI Masuk Daftar CNBC Indonesia Green Business Ratings 2024
Fokus Jalankan Bisnis Berkelanjutan, BRI Masuk Daftar CNBC Indonesia Green Business Ratings 2024

BRI juga menjadi pioneer di industri perbankan dalam penerbitan obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan

Baca Selengkapnya