BB Ideal Anak Berdasarkan Usia, Penuhi Kebutuhan Nutrisinya

Senin, 13 Desember 2021 13:01 Reporter : Ayu Isti Prabandari
BB Ideal Anak Berdasarkan Usia, Penuhi Kebutuhan Nutrisinya Ilustrasi bayi. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Pertumbuhan anak menjadi salah satu fokus yang selalu diperhatikan oleh setiap orang tua. Mulai dari anak usia bayi, balita, hingga semakin tumbuh dan berkembang memasuki usia sekolah. Dengan memperhatikan hal ini, orang tua dapat memastikan anak telah bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan usianya.

Dari sekian banyak faktor, berat badan menjadi salah satu faktor utama dari pertumbuhan anak yang perlu diperhatikan. Dalam hal ini, orang tua perlu mencukupi kebutuhan asupan nutrisi anak dengan baik. Mulai dari karbohidrat, serat, protein, kalsium, vitamin, dan berbagai jenis mineral penting lainnya.

Dengan begitu, anak dapat tumbuh dengan berat badan ideal sesuai dengan perkembangan usianya. Terdapat beberapa kriteria berat badan atau BB ideal anak berdasarkan usia yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). BB Ideal anak ini dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu anak usia 0-12 tahun, 1-5 tahun, dan 6-12 tahun.

Selain mengetahui kriteria BB ideal anak menurut standar WHO, Anda juga perlu memahami faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan berat badan anak. Jika anak Anda mempunyai berat badan yang kurang, terutama saat balita, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan berat badan dengan baik dan efektif.

Dilansir dari beberapa sumber berikut kami merangkum, BB ideal anak berdasarkan usia dan beberapa penjelasan lainnya, perlu Anda ketahui.

2 dari 4 halaman

BB Ideal Anak Berdasarkan Usia

ilustrasi bayi
©Pixabay/blankita_ua

Seperti disebutkan sebelumnya, BB ideal anak menurut standar WHO didasarkan pada tingkat usia. Dalam hal ini, anak perempuan dan laki-laki pada setiap tingkat usia mempunyai angka rata-rata yang berbeda.

Biasanya, anak laki-laki mempunyai angka rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan anak perempuan. Namun, pada usia tertentu anak perempuan mempunyai rata-rata berat badan ideal yang lebih tinggi dibandingkan anak laki-laki. Berikut penjelasan lengkap yang bisa disimak.

BB ideal anak 0-12 bulan

  • 0 bulan: anak perempuan 3,2 kg sedangkan anak laki-laki 3,3 kg.
  • 1 bulan: anak perempuan 4,2 kg sedangkan anak laki-laki 4,5 kg.
  • 2 bulan: anak perempuan 5,1 kg sedangkan anak laki-laki 5,6 kg.
  • 3 bulan: anak perempuan 5,8 kg sedangkan anak laki-laki 6,4 kg.
  • 4 bulan: anak perempuan 6,4 kg sedangkan anak laki-laki 7 kg.
  • 5 bulan: anak perempuan 6,9 kg sedangkan anak laki-laki 7,5 kg.
  • 6 bulan: anak perempuan 7,3 kg sedangkan anak laki-laki 7,9 kg.
  • 7 bulan: anak perempuan 7,6 kg sedangkan anak laki-laki 8,3 kg.
  • 8 bulan: anak perempuan 7,9 kg sedangkan anak laki-laki 8,6 kg.
  • 9 bulan: anak perempuan 8,2 kg sedangkan anak laki-laki 8,9kg.
  • 10 bulan: anak perempuan 8,5 kg sedangkan anak laki-laki 9,2 kg.
  • 11 bulan: anak perempuan 8,7 kg sedangkan anak laki-laki 9,4 kg.
  • 12 bulan: anak perempuan 8,9 kg sedangkan anak laki-laki 9,6 kg.

BB ideal anak 1-5 tahun

  • 1 tahun: anak perempuan 8,9 kg sedangkan anak laki-laki 9,6 kg.
  • 2 tahun: anak perempuan 11,5 kg sedangkan anak laki-laki 12,2 kg.
  • 3 tahun: anak perempuan 13,9 kg sedangkan anak laki-laki 14,3 kg.
  • 4 tahun: anak perempuan 16,1 kg sedangkan anak laki-laki 18,3 kg.
  • 5 tahun: anak perempuan 18,2 kg sedangkan anak laki-laki 18,3 kg.

BB ideal anak 6-12 tahun

  • 6 tahun: anak perempuan 20 kg sedangkan anak laki-laki 20 kg.
  • 7 tahun: anak perempuan 22 kg sedangkan anak laki-laki 23 kg.
  • 8 tahun: anak perempuan 25 kg sedangkan anak laki-laki 25 kg.
  • 9 tahun: anak perempuan 29 kg sedangkan anak laki-laki 28 kg.
  • 10 tahun: anak perempuan 33 kg sedangkan anak laki-laki 32 kg.
  • 11 tahun: anak perempuan 37 kg sedangkan anak laki-laki 36 kg.
  • 12 tahun: anak perempuan 41 kg sedangkan anak laki-laki 40 kg.
3 dari 4 halaman

Faktor Pertumbuhan Anak

Setelah mengetahui BB ideal anak berdasarkan usia dan jeni kelamin, perlu dipahami terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan anak. Mulai dari durasi kehamilan, kesehatan kehamilan, hormon, hingga konsumsi obat tertentu.

Berikut penjelasannya.

  • Durasi kehamilan: Bayi yang lahir setelah Hari perkiraan Lahir (HPL) biasanya mempunyai berat badan yang lebih besar dari rata-rata. Sedangkan bayi yang lahir premature mempunyai berat badan yang lebih kecil.
  • Kesehatan kehamilan: Ibu yang merokok dan kekurangan asupan gizi selama kehamilan, cenderung mempunyai risiko bayi lahir lebih kecil. Sebaliknya, ibu yang sehat atau mengalami diabetes, umumnya bayi akan lahir dengan berat badan yang lebih besar.
  • Jenis kelamin: Rata-rata bayi perempuan lebih kecil daripada bayi laki-laki.
  • ASI dan susu formula: Bayi yang diberikan ASI selama 1 tahun pertama cenderung mempunyai pertumbuhan berat badan yang lebih lambat dibandingkan bayi yang diberikan susu formula. Namun saat memasuki usia 2 tahun, pertumbuhan berat badan akan cenderung sama.
  • Hormon: Kadar hormon yang tidak seimbang dalam tubuh anak dapat mempengaruhi pertumbuhan dan berat badan ideal anak.
  • Obat: Anak yang mengonsumsi obat tertentu seperti kortikosteroid, cenderung mengalami masa pertumbuhan lebih lambat.
  • Kesehatan: Anak yang mempunyai kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit ginjal, kanker, dan gangguan medis lainnya dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk makan dan bertumbuh.
  • Genetik: Anak yang menderita genetik tertentu, seperti sindrom down dapat mengalami pertumbuhan yang lebih lambat.
  • Tidur: Anak yang tidur dengan baik dan mendapatkan durasi yang cukup biasanya dapat tumbuh dan berkembang lebih baik dibandingkan anak yang kekurangan tidur.
4 dari 4 halaman

Cara Meningkatkan BB Balita

ilustrasi bayi©2020 Merdeka.com

Setelah mengetahui BB ideal anak dan faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya, terakhir terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan ketika anak balita Anda mempunyai berat badan kurang dari standar ideal.

Perlu diketahui bahwa anak balita sering kali mengalami kenaikan dan penurunan berat badan karena pola dan jenis makan yang dikonsumsi. Sehingga penting untuk memperhatikan asupan nutrisi anak dengan baik demi proses pertumbuhan yang lancar dan optimal. Berikut beberapa caranya:

  • Berikan makanan tinggi kalori yang berasal dari lemak sehat seperti mentega, keju, dan alpukat.
  • Lengkapi nutrisi dari multivitamin tambahan, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin D, dan zat besi.
  • Jaga prosi makan anak jangan sampai berlebihan.
  • Ajarkan anak usia 2-5 tahun untuk membangun kebiasaan makan sendiri. Anda bisa mengajak anak untuk menyiapkan makanan sendiri, dengan begitu anak akan lebih tertarik untuk makan dengan rutin dan tidak mudah bosan.
  • Konsultasikan dengan dokter ketika anak mengalami kondisi medis tertentu seperti cacingan, gangguan penyerapan makanan, alergi dan lain sebagainya. Dengan begitu, dokter akan memberikan saran dan rekomendasi perawatan yang tepat untuk mengatasi masalah yang mengganggu pertumbuhan anak tersebut.

[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini