Hati-Hati! Aplikasi untuk Rapat Virtual Berpotensi Diretas Hacker, Ini Faktanya

Jumat, 3 April 2020 15:31 Reporter : Denny Marhendri
Hati-Hati! Aplikasi untuk Rapat Virtual Berpotensi Diretas Hacker, Ini Faktanya Ilustrasi hacker. ©Reuters/Kacper Pempel

Merdeka.com - Banyak kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mencegah persebaran virus corona, di antaranya penutupan wilayah, instansi sekolah, perkantoran dan hampir seluruh tempat umum. Langkah ini dilakukan untuk mencegah wabah virus corona ini menjadi semakin menyebar.

Karena beberapa instansi kantor ditutup, para karyawannya dilarang untuk melakukan kegiatan di kantor. Karena itulah dibuat kebijakan work from home atau WFH. Kebijakan ini hampir dilakukan di semua instansi perkantoran.

Sedangkan untuk memudahkan WFH dan urusan pekerjaan lainnya, banyak orang menggunakan aplikasi perangkat lunak terhubung ke internet dan melakukan konferensi video. Salah satunya aplikasi yang popular digunakan saat virus corona penyebar ini bernama Zoom.

Ternyata, di balik kemudahan aplikasi yang dipakai oleh hampir semua orang ini, Zoom mempunyai potensi untuk diretas hacker yang tidak bertanggung jawab, lho. Ini penjelasannya.

1 dari 2 halaman

Jadi Mangsa Empuk Hacker

ilustrasi video call

2012 Merdeka.com

Selain Zoom, ada beberapa aplikasi lain yang memiliki fungsi untuk video call. Namun, berdasarkan informasi yang dilansir dari Mashable, Zoon mengalami lonjakan pengguna yang tinggi sejak awal tahun 2020.

Hingga 2,2 juta pengguna baru telah mendaftarkan untuk menggunakan aplikasi ini. Sedangkan, para peneliti dari Check Point salah satu perusahaan keamanan digital telah mengungkapkan pengamatan terhadap aplikasi Zoom ini.

Penelitian tersebut mengungkapkan ada sekitar 1.700 domain baru yang terdaftar di aplikasi Zoom saat ini. Peneliti dari Check Point juga mengungkapkan sebagian dari domain tersebut akan digunakan untuk melakukan kejahatan dengan melakukan tindakan pishing.

Pishing adalah sebuah metode yang bertujuan untuk melakukan penipuan dengan mengelabui pengguna untuk mendapatkan id serta password pengguna tersebut.

2 dari 2 halaman

Peretasanan Data Pengguna

ilustrasi zoom

2020 Zoom via TechSpot

Tindakan lanjutan yang dilakukan oleh hacker tersebut adalah mendapatkan data-data pribadi pengguna. Data-data tersebut bisa berupa data akun bank, kartu kredit atau aplikasi bank digital.

Sedangkan, tidak hanya aplikasi Zoom saja yang mungkin berpotensi menjadi mangsa hacker. Aplikasi dari Google yang bernama Google Classroom juga menjadi potensi serangan hacker.

Sebaiknya waspada ketika menggunakan aplikasi meeting virtual ini dengan tidak terlalu banyak memberikan data-data pribadi.

[dem]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini