Apa Itu ADHD pada Anak, Ketahui Gejalanya

Rabu, 18 Mei 2022 10:45 Reporter : Ayu Isti
Apa Itu ADHD pada Anak, Ketahui Gejalanya ilustrasi ADHD. 1.racgp.org.au

Merdeka.com - Gangguan mental merupakan salah satu kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai. Dalam hal ini, gangguan mental dapat terjadi pada siapa saja, tidak memandang jenis kelamin hingga ras. Bahkan, bukan hanya orang dewasa, gangguan mental juga dapat terjadi di segala umur, termasuk anak-anak.

Pada kelompok umur anak, umumnya terdapat beberapa jenis gangguan mental yang kerap terjadi, salah satunya adalah ADHD. Attention-Deficit/Hyperactive Disorder (ADHD) adalah gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif, di mana anak mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatian, sering berperilaku impulsif, dan hiperaktif.

Jika seorang anak memiliki kecenderungan atau tanda-tanda yang mengarah pada ADHD, maka perlu mendapatkan penanganan dengan baik, yang membantunya mengelola gejala yang ada. Sebab, gangguan mental ini dapat berkembang hingga dewasa, sehingga anak yang mempunyai kondisi ini harus diajarkan untuk mengelolanya dengan baik.

Tentu dalam hal ini, peran orang tua sangat dibutuhkan sebagai sistem pendukung anak. Para orang tua perlu memahami seperti apa itu ADHD pada anak dan gejala apa saja yang sering muncul. Ini merupakan pengetahuan dasar yang perlu diperhatikan agar dapat mendeteksi sejak dini jika anak memiliki kecenderungan gangguan ADHD.

Dilansir dari Mayoclinic, berikut kami merangkum berbagai informasi mengenai apa itu ADHD pada anak beserta gejala dan penyebabnya, perlu disimak.

2 dari 4 halaman

Gejala ADHD

Untuk memahami apa itu ADHD pada anak, bisa dilihat dari pengertiannya terlebih dahulu. Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) adalah kondisi kronis yang memengaruhi jutaan anak-anak dan sering berlanjut hingga dewasa. Anak yang mengalami ADHD cenderung kesulitan memberikan dan mempertahankan fokus perhatian, hiperaktif, dan berperilaku impulsif.

Anak-anak dengan ADHD mungkin juga berjuang dengan harga diri yang rendah, hubungan sosial yang bermasalah, dan kurang mampu mengikuti kegiatan sekolah dengan baik. Gejala ADHD dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, jika orang dengan ADHD tersebut tidak dapat mengelola kondisi dengan baik, maka gejala bisa berkembang hingga dewasa.

Gejala ADHD umumnya dimulai sebelum usia 12 tahun, namun pada beberapa anak, gejala bisa terlihat sejak usia 3 tahun. Dikatakan, ADHD lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Gejala antara pria dan wanita berbeda.

Dalam hal ini, terdapat tiga tipe gejala yang dialami anak dengan ADHD, yaitu gejala yang lebih berfokus pada kurangnya perhatian, gejala hiperaktif dan impulsif, serta gejala gabungan di antara keduanya. Berikut penjelasan gejala ADHD pada anak yang perlu Anda perhatikan:

Kurang perhatian:

  • Gagal memperhatikan detail dengan cermat atau membuat kesalahan yang ceroboh dalam tugas sekolah
  • Mengalami kesulitan untuk tetap fokus dalam tugas atau bermain
  • Tampak tidak mendengarkan, bahkan ketika diajak bicara secara langsung
  • Mengalami kesulitan mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas sekolah atau pekerjaan rumah
  • Memiliki masalah dalam mengatur tugas dan aktivitas
  • Hindari atau tidak suka tugas yang membutuhkan upaya mental yang terfokus, seperti pekerjaan rumah
  • Kehilangan barang-barang yang diperlukan untuk tugas atau aktivitas, misalnya mainan, tugas sekolah, pensil
  • Mudah terganggu
  • Lupa melakukan beberapa kegiatan sehari-hari, seperti lupa mengerjakan tugas

Hiperaktif dan impulsif:

  • Gelisah dengan atau ketuk tangan atau kakinya, atau menggeliat di kursi
  • Mengalami kesulitan untuk tetap duduk di kelas atau dalam situasi lain
  • Berada di perjalanan, dalam gerakan konstan
  • Berlari atau memanjat dalam situasi yang tidak tepat
  • Mengalami kesulitan bermain atau melakukan aktivitas dengan tenang
  • Terlalu banyak bicara
  • Mengatakan jawaban, menyela penanya
  • Mengalami kesulitan menunggu gilirannya
  • Menyela atau mengganggu percakapan, permainan, atau aktivitas orang lain
3 dari 4 halaman

Penyebab dan Faktor Risiko ADHD

Setelah memahami apa itu ADHD pada anak dan berbagai gejalanya, selanjutnya terdapat beberapa penyebab dan faktor risiko yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Sejauh ini, para ahli belum menemukan penyebab pasti dari gangguan ADHD yang terjadi pada anak.

ilustrasi ibu dan anak
pexels

Namun terdapat kemungkinan beberapa faktor yang terlibat sebagai pemicu gangguan ini. Faktor ini berupa kondisi genetika, lingkungan sekitar, dan masalah sistem saraf pusat pada saat-saat penting dalam perkembangan anak.

Sementara itu, terdapat beberapa kelompok orang yang dinilai mempunyai risiko lebih tinggi terkena gangguan ADHD, yaitu sebagai berikut:

  • Kerabat sedarah, seperti orang tua atau saudara kandung, dengan ADHD atau gangguan kesehatan mental lainnya
  • Paparan racun lingkungan, seperti timbal, ditemukan terutama pada cat dan pipa di gedung-gedung tua
  • Penggunaan obat, konsumsi alkohol, atau merokok selama kehamilan
  • Lahir prematur
4 dari 4 halaman

Cara Mencegah ADHD

Setelah memahami apa itu ADHD pada anak beserta gejala dan penyebabnya, terakhir akan dijelaskan bagaimana cara pencegahan yang tepat agar anak tidak terserang ADHD. Secara umum, upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari berbagai faktor risikonya.

Pertama, selama kehamilan, usahakan untuk menjaga kesehatan dengan baik dan menghindari berbagai hal yang dapat mengganggu perkembangan janin. Misalnya, minum alkohol, konsumsi narkoba, atau merokok. Dengan menghindari beberapa hal ini, tentu peluang risiko ADHD pada anak juga akan menurun.

Kedua, jaga anak selalu berada di kondisi lingkungan yang bersih dan sehat. Lindungi anak Anda dari berbagai paparan polutan dan racun, termasuk asap rokok dan cat timbal. Jika suami atau salah satu anggota keluarga Anda merokok, mintalah agar tidak merokok di dekat bayi atau anak demi menjaga kesehatannya.

Terakhir, batasi waktu anak berinteraksi dengan layar gadget. Meskipun masih belum terbukti, namun Anda harus dalam hal ini. Usahakan untuk menjauhkan anak dari paparan layar TV dan video game dalam usia lima tahun pertamanya. Setelah usia lima tahun, berikan juga batasan waktu anak dapat atau diperbolehkan bermain gadget.

Baca juga:
Kelola ADHD Pada Orang Dewasa dengan Mengenali Tandanya
Jenis-Jenis Anak Berkebutuhan Khusus, Lengkap dengan Penjelasannya
Kenali Arti ADHD pada Anak dan Gejalanya, Orang Tua Wajib Tahu
Terapi ADHD Hingga Gejala Gangguannya yang Perlu Dipahami, Jangan Sampai Salah
Didiagnosa ADHD & Disleksia, Ortu Ini Buktikan Bisa Didik Sang Putra Jadi Anak Cerdas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini