Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Jenis Baju Imlek yang Unik dan Penuh Nilai Sejarah, Perlu Diketahui

6 Jenis Baju Imlek yang Unik dan Penuh Nilai Sejarah, Perlu Diketahui Perayaan Imlek 2566. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Jenis baju Imlek biasa dipakai oleh warga keturunan Tionghoa saat perayaan Tahun Baru Cina. Merayakan Imlek tentu kurang lengkap kalau belum mengenakan baju Imlek. Ada banyak jenis baju Imlek yang sering dipakai warga keturunan Tionghoa dengan corak unik dan elegan.

Hari Raya Imlek menjadi salah satu momen suka cita yang paling ditunggu-tunggu oleh warga Tionghoa. Hal yang tidak boleh ketinggalan saat perayaan ini adalah mengenakan baju Imlek. Tidak hanya memiliki corak warna dan motif yang indah, baju Imlek juga memiliki nilai-nilai sejarah yang penting untuk diketahui.

Saat ini, kini banyak sekali ditemui baju Imlek dengan beragam corak warna dan motif. Berikut beberapa jenis baju Imlek yang merdeka.com lansir dari newhanfu.com:

Baju Jubah Labuh

ilustrasi imlek

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/szefei

Baju jubah labuh adalah jenis baju Imlek yang biasa digunakan oleh laki-laki keturunan Tionghoa. Saat ini, pakaian ini masih dikenakan oleh pria keturunan Tionghoa pada acara-acara tertentu, terutama saat Imlek. Baju ini dibuat dari kain sutera dan brokat dengan perpaduan warna terang.

Baju Hanfu

Jenis baju Imlek yang memiliki motif dan corak menawan selanjutnya, yaitu hanfu. Busana hanfu sendiri sudah dikenakan selama berabad-abad sepanjang era kekaisaran masa Dinasti Tiongkok dan memiliki sejarah panjang dengan corak yang beragam.

Saat ini, hanfu dikenakan sebagai busana adat tradisional Tionghoa yang kerap dipakai saat perayaan Imlek dan acara formal lainnya. Bentuk dan coraknya yang unik, membuat baju Imlek satu ini begitu terlihat indah dan menawan.

Baju Zhongshan Suit

Zhongshan suit adalah salah satu jenis baju Imlek yang biasa dikenakan pria. Pakaian ini dulunya dikenalkan oleh Sun Yat-sen tak lama setelah berdirinya Republik Tiongkok.

Saat Republik didirikan pada 1912, gaya berpakaian di China didasarkan pada pakaian Manchu (qipao dan changsan), yang diberlakukan oleh Dinasti Qing sebagai bentuk kontrol sosial. Pakaian ini dikenal melalui atasannya yang mirip jas tertutup, dengan empat buah kantung di atasan bagian depan.

Baju yang disebut sebagai jas Mao ini tidak hanya dikenakan para pemimpin komunis, para pejabat negara Asia Timur juga memakai jas ini. Pakaian ini juga dianggap orang China sebagai tandingan jas berdasi yang dikenakan orang Barat.

Baju Cheongsam

baju imlek

newhanfu.com

Jenis baju imlek selanjutnya adalah Cheongsam. Baju yang juga dikenal dengan sebutan qipao ini merupakan baju tradisional khas warga Tionghoa. Cheongsam telah mengalami degradasi dan dipakai oleh seluruh wanita Tionghoa saat perayaan Imlek.

Umumnya, baju Cheongsam menggunakan kain berwarna merah. Bagi warga Tionghoa, warna ini melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan. Baju ini memiliki nilai-niali estetika yang unik dan dianggap sebagai tolok ukur seni garmen di China.

Baju Tang Suit

Tang merupakan jenis baju Imlek yang berasal dari Dinasti Qing (1644-1911). Pakaian pria ini hasil pengembangan dari pakaian Manchuria yang mengacu pada jenis jaket.

Nama Tang sendiri berasal dari orang Tionghoa perantauan. Dulunya, Kekaisaran Tang terkenal makmur dan terkenal di dunia, sehingga orang asing menyebut orang Tionghoa perantauan sebagai “orang Tang” dan pakaian yang mereka pakai disebut “Tang Suit”Saat ini, pakaian Tang kerap dikenakan oleh warga Tionghoa saat perayaan Imlek dan acara formal lainnya.

Bagi Anda yang ingin merayakan Imlek, tidak ada salahnya untuk mengenakan baju Imlek satu ini. Selain nyaman, pakaian Tang juga bisa membuat tampilan Anda menjadi jauh lebih menawan di hari istimewa ini.

Baju Colorful Costumes

Salah satu jenis baju Imlek yang sering dikenakan masyarakat di China adalah colorful costumes. Sesuai namanya, pakaian ini memiliki motif bunga-bunga dan warna-warni.

Dulunya, baju warna-warni ini dikenakan oleh etnis minoritas atau penduduk China non-Han di China. Pada 2010, populasi gabungan dari kelompok minoritas yang diakui secara resmi terdiri dari 8,49 persen dari populasi China daratan.

Beberapa aspek pakaian mereka, seperti bahan baku, model, dan dekorasi, masih mempertahankan ciri khas kelompok etnis dan lokalitas. Orang-orang etnis minoritas Hezhen, sebagian besar mencari nafkah dengan memancing, biasa membuat pakaian dari kulit ikan. Sementara itu, kelompok etnis pemburu, seperti Oroqen dan Ewenki, menggunakan kulit telur dan urat daging untuk menjahit pakaian mereka.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP