5 Klaster Baru Muncul di Semarang, Sejumlah Pejabat Pemkot Positif COVID-19

Rabu, 3 Juni 2020 19:00 Reporter : Shani Rasyid
5 Klaster Baru Muncul di Semarang, Sejumlah Pejabat Pemkot Positif COVID-19 Tugu Muda Semarang. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyebaran virus Corona di Kota Semarang masih belum dapat dikendalikan. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan ada kemunculan klaster baru dari penularan COVID-19 di Semarang.

Ia menyebutkan, lima klaster baru yang muncul di kota itu di antaranya Pasar Jati Banyumanik, Pasar Prembaen, Pasar Burung Karimata, Rusunawa Kaligawe, serta salah satu kantor perbankan di Semarang.

Temuan klaster-klaster itu membuat tren COVID-19 di kota itu masih tinggi. Hingga Selasa (2/6) tercatat ada 127 pasien COVID-19 yang dirawat pada beberapa rumah sakit di tempat itu. Berikut selengkapnya:

1 dari 5 halaman

Perbanyak Tes Swab

tes swab evan sanders

©2020 Merdeka.com

Karena tingginya angka kasus COVID-19 di pusat-pusat keramaian itu, Pemkot Semarang langsung melakukan penelusuran terhadap pedagang beserta keluarganya. Selain itu, Pemkot juga berencana memperbanyak tes swab yang diadakan di sejumlah lokasi dengan tingkat keramaian dan potensi penularan COVID-19. Bahkan jumlah tes swab yang dilakukan nantinya akan lebih banyak dibanding dengan rapid test.

“Akan lebih banyak swab daripada rapid test. Kami juga sudah belanja reagen,” kata pria yang akrab disapa Hendi itu dikutip dari Antara pada Selasa (2/6).

2 dari 5 halaman

Sejumlah Pejabat Pemkot Positif COVID-19

ilustrasi virus corona

©2020 Merdeka.com/ cdc

Selain munculnya klaster baru, tiga pejabat di lingkungan Pemkot Semarang juga ikut terkena COVID-19. Hendi mengungkapkan tiga pejabat itu masing-masing merupakan seorang camat, sekretaris camat, dan kepala dinas. Namun menurutnya, petugas langsung bergerak cepat dengan melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang melakukan kontak dengan ketiga pejabat tersebut.

Hendi mengatakan, penularan terhadap anak buahnya itu disebabkan oleh kegiatan mereka saat bertugas. Dia berharap, tidak ada lagi dari anak buahnya yang tertular COVID-19 agar kinerja anak buahnya tetap terjaga.

3 dari 5 halaman

Sebagian Besar OTG

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan satu dari tiga pejabat tersebut merupakan PDP dan dua lainnya merupakan OTG. Dia menambahkan Pemkot Semarang telah melakukan tes swab kepada para pejabatnya sebelum melaksanakan kegiatan bersama organisasi perangkat daerah. 

4 dari 5 halaman

Ganjar Pranowo Tak Mau Gegabah Terapkan Normal Baru

gubernur jateng ganjar pranowo

©2020 Merdeka.com

Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan tak akan gegabah dalam menerapkan protokol kehidupan normal baru. Ia menjelaskan protokol kehidupan normal baru akan diterapkan jika setiap institusi, lembaga, tempat ibadah, sekolah, dan tempat publik di Jateng telah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Kami tidak akan gegabah. Saya khawatir masih ada gelombang kedua, gelombang ketiga, dan lainnya. Kami juga terus mengontrol daerah-daerah yang masih fluktuatif kasusnya seperti Kota Semarang,” ujar Ganjar. 

5 dari 5 halaman

Tidak Akan Diterapkan Dalam Waktu Dekat

kota tua bersiap menyambut new normal

©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Ganjar Pranowo juga menegaskan bahwa protokol kehidupan normal baru tidak akan diterapkan dalam waktu dekat. Selain itu, dia meminta bupati dan wali kota untuk giat mensosialisasikan soal normal baru biar masyarakat mengerti dan terbiasa dengan suatu kebiasaan baru.

“Penerapan new normal bukan berarti urusan pandemi selesai lho. Artinya kita harus menyiapkan betul antisipasi-antisipasi yang ada. Jangan sampai dengan diterapkannya normal baru kita malah lengah dari sisi kesehatan dan terjadi gelombang selanjutnya,” jelas Ganjar Pranowo.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini