5 Fakta Sejarah Gethuk, Jajanan Manis Khas Magelang yang Cocok untuk Buka Puasa

Kamis, 30 April 2020 14:30 Reporter : Shani Rasyid
5 Fakta Sejarah Gethuk, Jajanan Manis Khas Magelang yang Cocok untuk Buka Puasa Getuk warna-warni Bojonegoro. ©2020 Merdeka.com/beritabojonegoro.com

Merdeka.com - Gethuk adalah makanan ringan yang terbuat dari singkong atau ketela pohon. Makanan ini menjadi makanan khas kebanggaan masyarakat Magelang, Jawa Tengah. Namun seiring perkembangan waktu, makanan ini bisa ditemukan pada berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa.

Pada umumnya, gethuk memiliki rasa manis dan gurih. Selain itu, makanan itu memiliki penampilan warna warni sehingga indah untuk dipandang. Makanan inipun disukai berbagai kalangan mulai dari kalangan petani, pedagang, maupun bangsawan.

Karena rasanya manis, makanan inipun cocok sebagai hidangan berbuka puasa. Namun siapa sangka, gethuk punya sejarah yang menarik untuk diulik. Berikut ini adalah 5 fakta sejarah gethuk:

2 dari 6 halaman

Muncul pada Masa Penjajahan Jepang

gethuk
©2020 fimela.com

Sejarah gethuk bermula pada masa penjajahan Jepang. Dilansir dari Fimela.com, konon pada waktu itu bahan pangan pokok seperti beras sangat langka. Sehingga pada waktu itu penduduk Magelang memanfaatkan singkong atau ketela pohon sebagai bahan pengganti beras. Pada waktu itu, ketela memang mudah ditemukan di sekitar rumah dan banyak dijual di pasar.

3 dari 6 halaman

Dibuat dengan Cara Manual

gethuk
©2020 fimela.com

Pada awal kemunculannya, gethuk masih dibuat dengan cara manual. Pada waktu itu seorang penduduk Karet, Magelang bernama Ali Mohtar membuat Gethuk dengan cara dikukus dan kemudian dihaluskan bersama gula. Hasil dari proses itu kemudian menghasilkan salah satu jenis gethuk bernama Gethuk Lindri.

Pada 1985, pria yang akrab disapa Mbah Ali itu kemudian menciptakan mesin penghalus singkong yang membuat gethuk bisa dihasilkan dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat. Setelah Ali Mohtar meninggal, usaha gethuknya kemudian diteruskan oleh anak-anak serta cucu-cucunya.

4 dari 6 halaman

Proses Pembuatannya Tidak Sulit

getuk warna warni bojonegoro
©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Salah satu cucu Ali Mohtar yang melanjutkan usaha gethuk kakeknya adalah Sri Rahayu. Sri Rahayu sudah memulai terjun menekuni dunia gethuk sejak remaja. Pada waktu itu dia terjun langsung untuk memilih bahan baku, proses produksi, sampai berjualan langsung di pasar.

Dilansir dari Sejarahunik.net, Sri Rahayu mengakui bahwa proses pembuatan Gethuk tidaklah sulit. Menurutnya, gethuk bisa dibuat siapa saja dan bahan bakunya cukup mudah untuk didapat.

5 dari 6 halaman

Filosofi Gethuk

getuk goreng

©2019 Merdeka.com

Dilansir dari Fimela.com, Gethuk memiliki makna kesederhanaan dan apa adanya. Wujudnya yang berwarna-warni, makanan ini juga mengajarkan tentang cara berinovasi dengan berbagai hal sederhana untuk menjadikannya sesuatu yang bermanfaat, menarik, dan disukai.

Satu hal lain hikmah yang dapat diambil dari sejarah gethuk singkong adalah makanan itu bisa dijadikan alternatif pilihan saat ekonomi dilanda krisis dan kelangkaan pangan terjadi di mana-mana.

6 dari 6 halaman

Cocok untuk Menu Berbuka Puasa

getuk warna warni bojonegoro
©2020 Merdeka.com/beritabojonegoro.com

Di Bojonegoro, Jawa Timur, gethuk menjadi jajanan legendaris yang banyak diburu masyarakat untuk buka puasa. Salah satu penjual gethuk, Wiwin, setiap harinya butuh sebanyak 20-25 kilogram singkong untuk membuat gethuk.

Sementara itu, salah satu pembeli gethuk di sana, Icha, sampai rela menempuh jarak 15 kilometer dari rumahnya untuk mendapatkan jajanan tradisional itu.

“Ya seneng sama gethuk. Ini mau buat camilan di rumah sama keluarga. Dua hari sekali biasanya saya ke sini,” ujar Icha, dikutip dari Liputan6.com.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini