5 Fakta Terbaru Para Tersangka Tragedi Susur Sungai, Rela Menggunduli Diri Sendiri

Jumat, 28 Februari 2020 12:00 Reporter : Shani Rasyid
5 Fakta Terbaru Para Tersangka Tragedi Susur Sungai, Rela Menggunduli Diri Sendiri Tiga pembina Pramuka di SMP Negeri 1 Turi Ditetapkan Tersangka. ©2020 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam tragedi susur sungai yang menimpa siswa SMP Negeri 1 Turi pada Rabu (26/2). Setelah pada Sabtu (22/2) lalu seorang pembina pramuka berinisial IYA ditetapkan sebagai tersangka, pada Rabu lalu Polres Sleman menetapkan dua tersangka lagi, yaitu DDS dan R.

Menurut Wakapolres Sleman Kompol M. Akbar Bantilan, ketiga tersangka itu mempunyai perannya masing-masing. “IYA dan DDS merupakan guru di SMPN 1 Turi dan menjadi pembina, sementara R merupakan ketua pembina Pramuka. Ketiganya ditentukan berdasarkan tahap gelar perkara dan dua alat bukti,” jelas Bantilan.

1 dari 5 halaman

Tidak Ada Persiapan

tersangka susur sungai

2020 liputan6.com

Bantilan menjelaskan menetapkan tiga tersangka itu karena menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam tragedi maut itu. Dalam hasil penyelidikan polisi, dapat disimpulkan bahwa tiga tersangka itu tidak mempersiapkan kegiatan susur sungai dengan baik.

"Mereka tidak melakukan persiapan. Saat itu mendung. Bahkan saat menyusuri hujan gerimis sudah turun," jelas Bantilan dikutip dari Antaranews.com.

2 dari 5 halaman

Tidak Ikut Turun ke Lapangan

tersangka susur sungai

2020 liputan6.com

Saat kegiatan susur sungai dilakukan, ketiga tersangka justru tidak berada di lapangan. "R di sekolah, IYA sedang transfer uang, dan DDS di bagian finish. Di antara ketiganya tidak ada upaya," jelas Bantilan dikutip dari Liputan6.com.

Salah satu tersangka, IYA justru meninggalkan lokasi karena melakukan transfer uang. IYA baru kembali setelah tragedi itu terjadi. Kemudian ikut bergabung untuk melakukan pertolongan.

"Ide lokasi, ide meyakinkan semuanya padahal ada di ketiga orang ini, terutama IYA. Tapi justru yang bersangkutan malah tidak ikut," ujar Bantilan dikutip dari Antaranews.com.

3 dari 5 halaman

Perencanaan Tidak Matang

Selain tidak ikut ke lapangan, ketiga tersangka diketahui tidak melakukan persiapan dengan matang. Selain itu, mereka juga tidak melapor kepada kepala sekolah mengenai kegiatan susur sungai.

Bantilan menjelaskan bahwa saat hendak melakukan susur sungai, ketiga tersangka ini tidak mempersiapkan kegiatan dari baik mulai perencanaan, peralatan hingga pelaksanaan. Kegiatan itupun baru ditentukan pada malam Kamis sebelumnya.

"Tidak ada alat untuk membantu seperti pelampung atau tali. Mereka tidak ada perencanaan," kata Bantilan dikutip dari Liputan6.com.

4 dari 5 halaman

Menggunduli Diri Sendiri

Pada saat penahanan, ketiga tersangka tampil di hadapan media dengan kepala yang sudah digundul dan mengenakan baju tahanan. Hal itu menyebabkan protes dari beberapa kalangan, khususnya Netizen.

Netizen menganggap tidak sepantasnya seorang guru diperlakukan seperti itu. Menurut mereka guru harus ditetapkan pada kondisi yang layak.

Namun ternyata, penggundulan itu dilakukan atas permintaan tersangka sendiri dan tak ada paksaan dari pihak lain. "Justru kalau kami tidak digundul dan diberi baju tahanan, akan terlihat berbeda dengan tahanan lainnya," ujar IYA, salah seorang tahanan.

5 dari 5 halaman

Meminta Maaf

Salah seorang tersangka, IYA, mengaku menyesal atas terjadinya peristiwa tersebut. Dia kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada khalayak.

"Saya menyatakan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada institusi saya SMPN 1Turi karena kelalaian saya. Kami menyesal dan memohon maaf kepada keluarga korban terutama bagi anaknya yang meninggal," ujar IYA. [shr]

Baca juga:
PGRI akan Galang Dana Bantu Pembina Pramuka SMP 1 Turi yang Jadi Tersangka
Tebus Dosa, Tiga Guru Pramuka SMP 1 Turi Menolak Penangguhan Penahanan
Guru Tersangka Susur Sungai Sempor Mengaku Cukur Botak Atas Kemauan Sendiri
Keluarga Guru Pembina Pramuka SMP 1 Turi Jadi Korban Bullying
Permintaan Maaf & Penjelasan Guru Pramuka Soal Insiden Susur Sungai Tewaskan 10 Siswa
PGRI Protes 2 Guru Digunduli, Polda DIY Periksa Penanganan di Polres Sleman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini