5 Fakta Kalung Antivirus 'Shut Out', Bisa Sebabkan Iritasi

Rabu, 1 April 2020 15:40 Reporter : Denny Marhendri
5 Fakta Kalung Antivirus 'Shut Out', Bisa Sebabkan Iritasi Kalung Anti Virus. ©2020 Merdeka.com/ Kalung Anti Virus

Merdeka.com - Sampai saat ini persebaran wabah virus corona menjadi kekhawatiran bagi semua orang. Berbagai upaya sudah banyak dilakukan untuk mencegah persebarannya.

Dimulai dari mentaati berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sampai upaya inisiatif oleh diri sendiri. Seperti melakukan karantina diri atau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan upaya untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Memakai peralatan kesehatan seperti masker juga dilakukan oleh banyak orang. Baru-baru ini, beredar di pasaran sebuah produk berbentuk kalung bernama 'Shut Out' yang dipercaya dapat melindungi badan dari serangan bakteri atau virus.

1 dari 5 halaman

1. Berasal Dari Jepang

kalung anti virus

2020 Merdeka.com

Produk kalung tersebut awalnya dipasarkan di berbagai toko obat atau supermarket di Jepang. Kalung tersebut berbentuk menyerupai kalung yang digunakan untuk menggantung identitas karyawan.

Karena ukurannya yang hanya sekitar 6 cm x 8 cm maka siapa saja bisa memakai kalung tersebut termasuk anak-anak. Sedangkan cara memakainya sangat mudah, produk tersebut tinggal dikalungkan saja dileher pemakai.

Namun, pada produk tersebut tidak dicantumkan sampai kapan seharusnya kalung tersebut bisa dipakai.

2 dari 5 halaman

2. Dipakai Para Artis

kalung anti virus

2020 Merdeka.com

Beberapa artis-artis Tanah Air juga kedapatan memakai kalung tersebut. Awalnya memang karena kalung tersebut viral di berbagai sosial media.

Seperti Nagita Slavina, Ayu Ting Ting sampai Nia Ramadhani juga memakai kalung tersebut. Hal ini menambah viralnya kalung tersebut dan membuat banyak orang berlomba untuk memakainya.

kalung anti virus

instagram.com/ayutingting

Sedangkan untuk mendapatkannya cukup mudah, di berbagai gerai-gerai online sudah banyak yang menjualnya. Sedangkan harganya juga tidak begitu mahal, berkisar Rp 200,000 saja.

3 dari 5 halaman

3. Kata Dokter

kalung anti virus

Seorang dokter bernama dr. Jiemi Ardian mengungkapkan pendapatnya, bahwa kalung tersebut tidak efektif untuk menangkal virus. Pendapatnya dibuktikan pada unggahan di akun twitter pibadinya.

"Gaes gaes, ga usah buang uang buat beli name tag yang dimahalin ya. Ga ada bukti benda ini efektif mencegah penularan COVID-19," tulisnya.

Jiemi juga menginformasikan kembali tentang bagaimana langkah dalam pencegahan virus. Dirinya menegaskan, yang paling penting dari mencegah persebaran virus adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun.

"Cuci tangan menggunakan sabun (apa aja) dengan air mengalir malah lebih baik," tambah Jiemi.

Sekadar informasi tambahan, ketika berada di luar ruangan sebaiknya jangan memegang wajah, menjaga daya tahan tubuh dan melakukan karantina diri.

4 dari 5 halaman

4. Hoax Menangkal Virus

kalung anti virus

Pernyataan Jiemi tersebut juga dikuatkan oleh dr. Listya Paramita, Sp. KK atau lebih sering dipanggil dengan dokter Mita. Menurutnya, kalung tersebut viral karena menggunakan media para artis untuk melakukan promosi.

"Di negara lain di banned, di Indonesia laris manis tanjung kimpul karena kita terbiasa nggumunan (terheran-heran), dan tentu saja FOMO. Oh si artis itu pake, aku juga pake ah...ya boleh aja sih beli, tapi ya gak usah mengharapkan apa-apa dari benda kalung so called "virus shout out ini" buat hiasan doang ya bolehlah..." ungkapnya

Ditambah isu-isu yang sedang terjadi, apa lagi pengetahuan produk dari calon pembeli sangat minim.

"Kono kabarnya benda ini lagi naik daun, memanfaatkan "kepanikan" dan "ketidaktahuan" masyarakat, apapun dengan embel-embel anti virus pasti laris..ternyata, HOAX!!!!!" tambahnya.

5 dari 5 halaman

5. Dilarang di Asia

Informasi yang dilansir dari Hong Kong Free Press, produk yang bernama 'Shout Out' tersebut dapat memblokir partikel dan bakteri-bakteri yang ada di udara termasuk virus corona.

Sedangkan kalung tersebut mengandung klorin dioksida yang faktanya diungkapkan oleh ahli virologi dan imunologi dr. Ariane Davison bahwa kalung tersebut tidak dapat berfungsi sebagai apapun, termasuk melindungi diri dengan mematikan virus.

"Alat ini dikenakan di leher Anda. Karena penggunaan tersebut dimaksudkan dekat dengan saluran pernapasan yang di mana menjadi pintu utama virus masuk ke dalam tubuh," jelasnya

"Namun, jika Anda mendekatkan kalung tersebut ke wajah Anda, bahan aktif klorin dioksida tersebut akan membuat iritasi pada pernapasan dan iritasi mata, serta kulit terbakar," tambahnya.

[dem]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini