4 Fakta Menarik Sungai Luk Ulo di Kebumen, Jadi Surganya Batu Akik

Senin, 6 September 2021 09:33 Reporter : Shani Rasyid
4 Fakta Menarik Sungai Luk Ulo di Kebumen, Jadi Surganya Batu Akik Sungai Luk Ulo. ©2021 Liputan6.com

Merdeka.com - Sungai Luk Ulo merupakan sebuah sungai yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Sungai itu mengalir dari kawasan Pegunungan Serayu Selatan, mengalir ke selatan sejauh 68,5 km, dan bermuara di Samudera Hindia. Aliran sungai ini pun melintas persis di tengah Kabupaten Kebumen.

Dibanding dengan sungai-sungai lain di Jateng, Sungai Luk Ulo mempunyai karakteristik sendiri. Masyarakat sekitar mengenal sungai Luk Ulo sebagai surga penghasil batu akik. Maka tak heran aktivitas pertambangan di sana.

Selain itu Sungai Luk Ulo juga tempat bagi para buaya liar. Lantas keistimewaan apa yang dihadirkan Sungai Luk Ulo? Berikut selengkapnya:

2 dari 5 halaman

Surganya Pecinta Batu Akik

sungai luk ulo
©2021 Liputan6.com

Seperti dilansir dari Wikipedia.org, Sungai Luk Ulo juga menjadi surga pecinta batu akik. Berbagai jenis batu akik dapat ditemukan di sana. Saat penjualan batu akik sedang mengalami tren tinggi pada 2015, ribuan orang berkunjung ke sungai ini untuk mencari batu akik.

“Sewaktu sedang booming itu yang beli tiap hari di Sungai Luk Ulo itu banyak. Kalau yang di sungai itu, harga batunya sekitar Rp30 ribu sampai Rp50 ribu. Kalau yang tertinggi itu ada sekitar Rp100 ribu,” kata Suparno, warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Luk Ulo, dikutip dari Liputan6.com pada 2018.

3 dari 5 halaman

Rumah Bagi Batuan Tertua Pulau Jawa

sungai luk ulo
©2021 Liputan6.com

Selain jadi kawasan penghasil batu akik, Sungai Luk Ulo juga merupakan rumah bagi bebatuan yang usianya mencapai ratusan juta tahun. Bahkan di salah satu anak sungai Luk Ulo, Sungai Loning, terdapat sebuah batu metamorf yang menurut para ilmuwan merupakan batu tertua di Pulau Jawa. Menurut peneliti geologi dari LIPI, Husni Ansori, batu itu memiliki usia antara 117-120 juta tahun.

“Batuan ini paling tua di Pulau Jawa. Bisa dikatakan ini dulu menjadi dasarnya Pulau Jawa. Dari situlah situs geologi Karangsambung terbentuk,” kata Husni dikutip dari Lipi.go.id.

4 dari 5 halaman

Rumah Para Buaya

sungai luk ulo
©2021 Liputan6.com

Sungai Luk Ulo juga menjadi rumah bagi para buaya rawa. Berawal dari kemunculannya di kawasan Sungai Luk Ulo pada Juni 2017, buaya semakin sering terlihat di sana.

Bahkan ada pula buaya yang terdampar di pesawahan milik warga yang mencapai panjang hingga 4 meter. Hal ini membuat warga yang sehari-hari beraktivitas di sungai itu menjadi resah.

“Peringatan bahaya buaya di Sungai Luk Ulo mulai terpasang. Harapannya warga bisa berhati-hati saat beraktivitas di sungai itu,” kata Mulyadi, salah seorang warga setempat dikutip dari Liputan6.com.

5 dari 5 halaman

Tempat Penambang Pasir Ilegal

sungai luk ulo
©2021 Liputan6.com

Walaupun memiliki banyak keistimewaan, pesona Sungai Luk Ulo sedikit ternoda dengan banyaknya para penambang pasir illegal yang ada di sana. Walau begitu, aktivitas penambangan pasir di sana dilakukan secara tradisional untuk menyambung hidup.

Selian itu bila kekeringan melanda kawasan Kebumen dan sekitarnya, warga juga memanfaatkan Sungai Ulo sebagai tempat penyedia kebutuhan air bersih.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini