Warga Pilih Tes Antigen Dibanding PCR, Testing di Jakarta Menurun

Kamis, 20 Mei 2021 09:12 Reporter : Yunita Amalia
Warga Pilih Tes Antigen Dibanding PCR, Testing di Jakarta Menurun Swab test antigen. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat kasus baru positif Covid-19 pada 19 Mei 2021 sebanyak 539 kasus. Angka ini didapat dari tes usap polymerase chain reaction (PCR) terhadap 4.494 orang.

Jumlah testing itu jauh di bawah komitmen Pemprov DKI yang menargetkan pemeriksaan menggunakan metode PCR menyasar 10.000 orang per hari.

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria pernah menyatakan komitmen Pemprov untuk terus meningkatkan kuantitas testing untuk memasifkan pelacakan kasus.

"Kita tingkatkan terus jumlahnya dari yang 5 ribu, 6 ribu, sudah mencapai rata-rata per harinya bisa 8-9 ribu, kita akan terus mengejar sampai 10 ribu per hari," ucap Riza di Balai Kota, Rabu (21/10).

Namun, sejak 15-19 Mei, jumlah testing PCR di Jakarta berkisar 3.000 - 4.000 orang saja. Pada 15 Mei, 4.032 orang dites PCR dengan hasil 227 positif.

Lalu, 16 Mei, 3.580 orang dites PCR dengan hasil 161 positif. Kemudian, 17 Mei, 4.361 orang dites PCR dengan hasil 421 positif.

Selanjutnya, 18 Mei, 4.131 orang dites PCR dengan hasil 291 positif. Pada 19 Mei, 4.494 orang dites PCR dengan hasil 539 positif.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama mengakui adanya penurunan kuantitas testing PCR selama satu pekan terakhir. Menurutnya, hal ini terjadi karena warga lebih memilih tes usap antigen sebagai skrining utama dibandingkan melakukan tes dengan PCR.

Berdasarkan data yang diterima Dinkes, jumlah testing menggunakan antigen terus meningkat dibandingkan PCR yang terus menurun

"Iya, angka testing dan tracing seminggu terakhir menurun karena jumlah yang mengakses test juga berkurang untuk PCR," kata Ngabila kepada merdeka.com, Kamis (20/5).

Padahal, imbuh Ngabila, hasil tes antigen tidak bisa dijadikan parameter diagnosis, melainkan hanya sebatas skrining awal terhadap kondisi tubuh.

Faktor lain yang menyebabkan turunnya jumlah testing menurut Ngabila, yakni tren kasus Covid-19 menurun.

Ngabila menuturkan, kondisi seperti ini tidak dijadikan dalih warga enggan memeriksakan dirinya terbebas dari Covid-19. Dia mengimbau, warga yang bergejala atau pernah memiliki kontak erat kasus positif segera tes PCR ke puskesmas.

"Dan itu gratis," tandasnya.

"Kita harus ingatkan masyarakat terus aware ke Covid dan juga jangan takut atau enggan dicek PCR karena semakin cepat terdiagnosis bisa mencegah penularan ke orang lain," sambungnya. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini