Warga Nigeria pengedar sabu dalam sepatu wanita ditembak mati polisi

Rabu, 26 April 2017 16:49 Reporter : Ronald
Warga Nigeria pengedar sabu dalam sepatu wanita ditembak mati polisi Penyelundupan sabu di dalam sepatu. ©2017 merdeka.com/ronald

Merdeka.com - Seorang warga Nigeria berinisial DHO alias Kabaka (37) ditembak mati polisi saat ditangkap lantaran mengedarkan sabu. Selain Kabaka, polisi mengamankan istrinya Yani (40) di kediamannya Jalan Cangkir Raya CL Nomor 8, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Minggu (23/4) lalu.

Keduanya selama ini mengedarkan sabu dikemas ke dalam sepatu wanita. Bersamaan dengan penangkapan itu polisi juga menemukan barang bukti 2,7 kilogram.

"Sang suami terpaksa kami berikan tembakan tegas hingga tewas karena melawan saat dibawa ke kawasan Jalan Jaksa, untuk pengembangan, dia berusaha ambil senjata petugas," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/4).

Iriawan menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Bea Cukai yang menyebut adanya penyelundupan lima kilogram sandal wanita dari Gunagzhou, China ke Jakarta melalui Pelabuhan Laut Talang Duku, Jambi.

"Pihak ekspedisi lantas mengirimkan paket tersebut ke sebuah rumah Jalan Kelapa Cangkir sambil kami awasi. Kami langsung menangkap Yani dengan barang bukti sepatu yang berisi narkoba hingga akhirnya kami kembangkan untuk menangkap suami pelaku yang selama ini mengontrol peredaran narkoba," ungkap Iriawan.

Menurut dia, informasi itu kemudian diselidiki polisi dengan mendatangi Apartemen Gading Nias Residence untuk menangkap Kabaka. Namun, saat penangkapan itu pelaku tak ditemukan dan dibekuk di Jalan Baladewa Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.

"Saat kami bawa ke jalan Jaksa untuk pengembangan, dia melawan hingga akhirnya kami tangkap," ujar Iriawan kembali.

"Jadi satu sepatu isinya 1 ons, kalau sepasang 2 ons," sambungnya.

Di tempat yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta menyebut, Yani diketahui sudah dua kali mengedarkan narkoba dengan modus yang sama.

"Kebetulan, dia memasukkan sepatu dengan adanya koneksi dengan pedagang sepatu. Sehingga, jika orang melihat transaksi, sama seperti membeli sepatu, padahal itu dalamnya narkoba," ungkap Nico.

Nico mengatakan, untuk membedakan sepatu sudah diisi barang haram sangatlah muda. Hal ini menjadi kode dalam setiap pembelian.

"Jadi sepatu ini dibuka karetnya lalu ditarik alasnya sehingga narkoba dapat diambil," ujar Nico.

Akibat perbuatannya, Yani dijerat dengan Pasal 113 Ayat 2 subsider pasal 114 ayat 2 lebih subsider pasal 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba WNA
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini