Warga Kolong Flyover Pegangsaan Tolak Tawaran Risma untuk Direlokasi

Jumat, 1 Januari 2021 17:14 Reporter : Supriatin
Warga Kolong Flyover Pegangsaan Tolak Tawaran Risma untuk Direlokasi Mensos Risma blusukan di kawasan Tol Panjang Gedong Pluit, Jakarta. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Sosial, Tri Rismaharini melakukan blusukan ke kolong flyover di Pegangsaan yang terletak di belakang Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Saat blusukan, dia meminta warga kolong flyover untuk relokasi ke tempat yang disediakan Kemensos.

Namun, permintaan mantan Wali Kota Surabaya itu ditolak. Lurah Pegangsaan, Parsiyo mengatakan, warga kolong flyover menolak tawaran tersebut karena lokasi yang disediakan Kemensos terletak di Bekasi, Jawa Barat.

"Karena jauh, jauh dari tempat kerja karena di Bekasi itu yang Bu Menteri tawarkan. Tentunya mereka kejauhan," katanya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (1/1).

Dia menjelaskan, ada enam KK yang tinggal di kolong flyover Pegangsaan. Pekerjaan mereka bervariatif, ada yang menjadi sopir bajaj, pengusaha tenda hingga buruh.

Dua dari enam KK tersebut tidak memiliki rumah. Sementara empat KK lainnya memiliki rumah di RW 03, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Namun, mereka memilih tinggal di kolong flyover Pegangsaan karena beralasan rumah yang mereka miliki sempit.

"(4 KK) Itu awalnya tinggal sama orang tua-orang tua mereka. Setelah mereka berumah tangga, kakak adek mereka itu masih sama orang tua sehingga terjadi lah penumpukan di situ. Karena di rumah ramai-ramai, mereka ingin mencari angin segar barangkali sehingga bikin bedeng seadanya gitu di kolong itu," jelasnya.

Menurut Parsiyo, jauh sebelum Risma menawari warga kolong flyover Pegangsaan relokasi, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan hal serupa. Pemprov DKI sudah pernah menyediakan rusunawa di Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Namun, mereka tetap menolak karena jauh dari tempat kerja.

"Iya mereka menolak karena itu tadi," ujarnya.

Kendati demikian, dia terus membangun komunikasi baik dengan warga kolong flyover Pegangsaan. Dia meminta warga tersebut pindah ke tempat lain karena kolong flyover Pegangsaan akan disulap menjadi sarana khusus.

Warga kolong flyover Pegangsaan, kata Parsiyo, menerima permintaan tersebut. 2 KK yang tidak memiliki rumah sudah bersedia untuk mengontrak rumah atau indekos.

"Dua KK memang betul-betul tidak punya rumah dan mereka sanggup meninggalkan tempat itu dan sanggup untuk mengontrak," tandasnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tri Rismaharini
  3. Pemprov DKI
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini