Walkot Jakut Soal Penggusuran di Sunter: Semua Atas Sepengetahuan Warga

Senin, 18 November 2019 11:22 Reporter : Yunita Amalia
Walkot Jakut Soal Penggusuran di Sunter: Semua Atas Sepengetahuan Warga Anak Korban Penggusuran Sunter. ©2019 Liputan6.com/Yopi

Merdeka.com - Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Widjatmoko menegaskan pembongkaran beberapa bangunan di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara atas sepengetahuan warga yang akan digusur. Tidak ada intimidasi ataupun kekerasan dalam proses sebelum ataupun saat proses pembongkaran.

Ia menambahkan, ada beberapa warga yang malah membongkar sendiri bangunan semi permanen yang difungsikan sebagai tempat menampung barang rongsok tersebut. Pihaknya hanya membantu.

"Jadi semua atas sepengetahuan warga, bahkan proses pembongkarannya kita hanya membantu, itu dilakukan sendiri oleh mereka," ujar Sigit usai rapat di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (18/11).

Pemkot Jakarta Utara dikatakan Sigit bukan sekadar membongkar lapak-lapak rongsokan warga tanpa ada solusi seperti fasilitas rumah susun.

Rumah susun di Marunda, kata Sigit, telah disediakan Pemkot untuk menampung mereka terdampak penggusuran. Namun menurutnya, tidak ada warga yang mendaftar. Para warga justru kembali ke tempat tinggal masing-masing.

"Mereka pada umumnya kembali ke tempat tinggal, ada yang di Penggilingan, ada yang di daerah Kebon Bawang, ada yang ke Tanah Abang," ujarnya.

Sigit meyakini tidak ada warga yang mendaftar ke rumah susun karena sejatinya pemilik lapak rongsokan tersebut memiliki tempat tinggal. Lokasi rongsokan hanya sebagai tempat usaha.

1 dari 3 halaman

Pemkot Jakut Tertibkan Warga Sunter

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Utara dibantu 1.500 personel gabungan dari kepolisian, Satpol PP dan PPSU menertibkan bangunan di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kamis 14 November 2019.

Penertiban tersebut berujung bentrok karena warga mempertahankan bangunan mereka yang sudah ditinggali sejak puluhan tahun tersebut.

2 dari 3 halaman

Anies Janji Tak akan Gusur Warga

Warga lainnya, Ardi mengatakan hal serupa. Di masa Pilgub DKI saat Anies berhadapan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat memperebutkan kursi DKI 1, warga setempat menggalang dukungan.

Seperti dilansir dari Antara, dia mengungkapkan, warga Sunter menaruh harapan besar kepada Anies yang berjanji tidak akan menggusur masyarakat di Jakarta.

"Yang kami dapatkan hanya penggusuran," kata Ardi.

Ardi menegaskan, dia dan warga lainnya akan tetap bertahan, walaupun ada janji dari pemerintah untuk menyediakan rumah susun.

"Kalau di rumah susun, bagaimana bisa usaha," kata Ardi.

Warga Sunter Agung Perkasa VIII didominasi mereka dengan usaha jual beli barang bekas.

3 dari 3 halaman

Warga Sunter Tolak Relokasi ke Rusun

Sementara Camat Tanjung Priok Syamsul Huda mengatakan, pemerintah telah menawarkan warga untuk dipindahkan ke rumah susun usai penertiban bangunan yang dilakukan, Kamis lalu.

"Kami juga membuka posko pendaftaran bagi siapa yang berminat, namun sampai sekarang belum ada yang mendaftar," kata Syamsul.

Menurut Syamsul, para warga tersebut tidak mau pindah, karena mereka membutuhkan tempat usaha, bukan tempat tinggal. Terkait biaya warga yang ingin pindah ke rumah susun, Syamsul menegaskan akan ada ketentuan yang mengatur itu. [rhm]

Baca juga:
Wali Kota Jakut Sebut Korban Gusuran Sunter Tak Punya Hak Pilih di Pilkada DKI
Nestapa Warga Sunter, Tiap Malam Yasinan Agar Anies Menang, Sekarang Malah Digusur
Warga Korban Penggusuran Sunter Minta Dipulangkan ke Kampung
Anak Korban Penggusuran di Sunter Belum Kembali Belajar di Sekolah
Derita Korban Penggusuran Sunter, Merasa Diperlakukan Seperti Hewan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini