WALHI Pertanyakan Urgensi Anies Beri Izin Reklamasi Ancol

Kamis, 2 Juli 2020 11:36 Reporter : Yunita Amalia
WALHI Pertanyakan Urgensi Anies Beri Izin Reklamasi Ancol Kehidupan warga Kamal Muara. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Penerbitan Keputusan Gubernur Nomor 237 Tahun 2020 yang memberikan izin terhadap PT Pembangunan Jaya Ancol untuk memperluas kawasannya dengan cara reklamasi, ditentang keras oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).

Direktur Eksekutif WALHI Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi mempertanyakan urgensi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan izin tersebut.

Dia mengatakan, langkah yang dilakukan Anies saat ini menunjukan tidak adanya kejelasan sikap Pemprov terhadap pemulihan teluk Jakarta. Sebab menurutnya, reklamasi hanya akan mengorbankan kehidupan pesisir laut.

"Apa urgensinya reklamasi Ancol? Pemprov terus memunculkan preseden buruk, setelah penerbitan IMB Pulau D dan sekarang masih menghidupkan reklamasi," katanya kepada merdeka.com, Kamis (2/7).

Apapun alasannya, menurut Tubagus, Anies harus tetap konsistensi dengan komitmennya terdahulu untuk tidak gencar melakukan reklamasi.

Selain itu sebagai pucuk pimpinan tertinggi di ibu kota, Tubagus menganggap, seharusnya Anies tidak memiliki kendala untuk tidak menerbitkan Kepgub reklamasi Ancol. Sekalipun reklamasi telah berjalan, ia mendorong agar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu harus bisa menghentikan pengerjaannya.

"Reklamasi harus dibatalkan dalam seluas atau konsep apapun, karena tidak dibenarkan. Dengan kebijakan dan kewenangan Gubernur tentunya bisa ditolak reklamasi tersebut," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini