Wagub soal Kasus Covid-19 DKI Capai 2.096 Pasien per 10 Juni: Tes PCR Sangat Tinggi

Jumat, 11 Juni 2021 09:22 Reporter : Yunita Amalia
Wagub soal Kasus Covid-19 DKI Capai 2.096 Pasien per 10 Juni: Tes PCR Sangat Tinggi Wagub DKI Buka Kemungkinan Jalur Road Bike di GBK. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mencatatkan rekor tertinggi penambahan kasus Covid-19. Pada 10 Juni, sebanyak 2.096 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun demikian, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, ledakan kasus tidak bisa dilihat hanya satu hari saja. Sebab menurut Riza, konfirmasi kasus juga diikuti dengan tingginya tingkat testing dan tracing oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Ya kasus itu meledak banyak sebabnya, di antaranya memang di Jakarta ini, kami ini melakukan tes PCR itu sangat tinggi," ucap Riza, Kamis (10/6) malam.

Riza menuturkan, DKI Jakarta berkontribusi 36,4 persen untuk jumlah testing PCR secara nasional. Jumlah itu masih lebih besar lagi jika tes cepat usap antigen dihitung dalam kuantitas testing.

Politikus Gerindra itu juga mengatakan, kontribusi Jakarta menangani Covid-19 terlihat dari tingginya persentase kesembuhan dan persentase kematian terus menurun. Indikator ini lah menurut Riza patut dipertimbangkan terkait penanganan Covid-19 satu daerah.

"Itu artinya Pemprov bersama jajaran dan seluruh pihak yang bekerja sama melakukan upaya-upaya dengan cukup baik," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan 51 persen kasus baru atau 1.070 kasus adalah hasil tracing Puskesmas yang mayoritas dilakukan di RT PPKM Mikro.

"Sedangkan 1.026 kasus ditemukan di fasilitas kesehatan," ujar Dwi, Kamis (10/6).

Dwi menambahkan, penambahan kasus terjadi pasca libur lebaran. Lebih lanjut, dia menuturkan identifikasi klaster mudik per 10 Juni, terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga.

"Untuk itu, kami mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, jangan melonggarkan protokol kesehatan, karena penularan masih terus terjadi," terangnya.

Adapun distribusi 2.096 kasus positif tersebut, yaitu Kepulauan Seribu 2 kasus, Jakarta Barat 422 kasus, Jakarta Pusat 331 kasus, Jakarta Selatan 499 kasus, Jakarta Timur 637 kasus, dan Jakarta Utara 205 kasus.

Dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 760 kasus adalah orang tanpa gejala. Sedangkan, sebanyak 1.336 kasus adalah pasien bergejala 64 persen, dengan 232 orang di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

"Jika dilihat penambahan kasusnya merata, terjadi di 43 Kecamatan di DKI Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu Utara. 5 Kecamatan penyumbang kasus terbanyak adalah Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus," paparnya. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini