Wagub DKI: Tidak Mudah Ubah Sampah Bantargebang Jadi Lapangan Golf

Kamis, 25 November 2021 15:14 Reporter : Yunita Amalia
Wagub DKI: Tidak Mudah Ubah Sampah Bantargebang Jadi Lapangan Golf TPST Bantargebang. ©2021 REUTERS/Willy Kurniawan

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, rencana mengubah gunungan sampah di Bantargebang, Kota Bekasi, tidak mudah direalisasikan. Rencana ini dicetuskan pertama kali oleh Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah.

"Tidak semudah itu, karena menggunung sedemikian ya itu harus diolah dulu, dikelola, jadi tidak semudah itu mengubah Bantargebang menjadi lapangan golf ya," ucap Riza di Balai Kota, Kamis (25/11).

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah rekomendasi TPST Bantargebang menjadi lapangan golf itu merupakan usulan jangka panjang. Sebab, Pemprov DKI Jakarta sebagai pemilik aset TPST Bantargebang di Kota Bekasi mempunyai perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi.

Salah satu perjanjiannya, menurut Ida, menyebutkan Pemprov DKI Jakarta wajib memastikan bahwa ketika tempat pembuangan sampah warga Ibu Kota itu sudah ditutup tidak meninggalkan gunungan sampah yang mengakibatkan masalah lingkungan.

2 dari 2 halaman

Berkaca dari Korea

Oleh karena itu, kata Ida, ketimbang diratakan, tumpukan sampah itu lebih baik dibuat lapangan golf. Sebab dia menilai, mengubah tempat sampah raksasa itu jadi lapangan golf akan lebih murah daripada meratakannya. Usulan itu berkaca dari Korea Selatan yang menyulap tempat pembuangan sampah menjadi lapangan golf.

"Jadi gini di Korea pembuangan sampah seluas 500 hektare itu yang sudah sangat numpuk disulap jadi lapangan golf dan tidak mahal, tidak sulit, menurut Korea," kata Ida di sela Rapat Badan Anggaran DPRD DKI, Rabu (24/11) malam.

Ida mengatakan, total lahan di TPST Bantargebang 100 hektare. Sementara lahan untuk membuang sampah 19 hektare.

Menurut Ida, bukit sampah itu sudah tertutup rumput dan tidak baru serta telah mencapai batas kapasitas penumpukan sampah 50 meter. Sampah yang dibuang Pemprov DKI nantinya dialihkan ke lahan kosong di TPST Bantargebang.

"Untuk presentase harga saya tidak mau sampaikan nanti kesannya saya ngawal itu. Tidak diapa-apakan loh itu sampahnya. Itu tidak perlu diapa-apakan tinggal dibentuk aja bukit-bukit gitu jadi lapangan golf dan katanya tidak mahal," kata dia.

Ida menjelaskan, di TPST Bantargebang ada pembangunan ITF (intermediate treatment facility) untuk pengelolaan sampah. Per hari sampah dikelola mencapai 2 ton dengan catatan 1 ton sampah baru dan 1 ton sampah lama. Menurut dia, sampah-sampah itu tidak mungkin segera habis dikelola. Sehingga mengusulkan dijadikan lapangan golf agar bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Solusinya adalah menghabiskan tidak mungkin lah, terlalu mustahil kita mampu menghabiskan sampah di sana. Jadi harus cari solusi. Apa solusinya, lapangan golf, bisa buat PAD," kata Ida. [rnd]

Baca juga:
DPRD DKI Ingin Sulap Tumpukan Sampah Bantargebang Jadi Lapangan Golf
Penampakan Gunung Sampah di Bantar Gebang
Perpanjang Kontrak Bantargebang, DKI Beri Kompensasi Bau Rp379 Miliar Per Tahun
Pemprov DKI Harap Tak Ada Konflik Soal Nilai Hibah Sampah untuk Bantargebang
Pemprov DKI Perpanjang Kontrak Bantargebang
APBD Terdampak Pandemi, Jakarta Tolak Kenaikan Nilai Kompensasi Sampah Bantargebang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini