Wagub DKI Nilai Butuh Proses Orang Tua Izinkan Anak Sekolah Tatap Muka

Kamis, 8 April 2021 13:26 Reporter : Yunita Amalia
Wagub DKI Nilai Butuh Proses Orang Tua Izinkan Anak Sekolah Tatap Muka Uji coba pembelajaran tatap muka di Jakarta. ©2021 Merdeka.com/Rifa Yusya

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memahami partisipasi rendah orang tua mengizinkan anaknya belajar tatap muka di kelas. Menurut dia, pandemi Covid-19 yang saat ini melanda merupakan peristiwa baru sehingga masyarakat butuh adaptasi secara bertahap.

"Saya kira berproses saja, memang ada kekhawatiran, ini sesuatu yang wajar, tidak ada masalah luar biasa, nanti para orang tua juga pada saatnya akan memahami dan mengerti," kata Riza di Balai Kota, Kamis (8/4).

Riza mengatakan, Pemprov DKI akan berupaya maksimal mengendalikan penularan Covid-19 yang akan berdampak peningkatan kepercayaan para orang tua mengizinkan anaknya belajar tatap muka.

"Kita pastikan cara belajar mengajar secara offline-online terbatas campuran ini terlaksana dengan baik dengan begitu orang tua akan percaya," pungkasnya.

Sebelumnya Riza mengatakan, hanya sekitar 30 persen orang tua yang mengizinkan anaknya mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka.

"Kurang lebih range-nya 20 sampai 30 persen yang mendapatkan persetujuan orangtua. Itulah kami berikan kesempatan tatap muka secara langsung melalui uji coba pembelajaran terbatas," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (7/4).

Riza memaklumi kekhawatiran orang tua dalam menjaga kesehatan anaknya saat pandemi Covid-19. Lanjut dia, saat ini baru 85 sekolah yang melakukan uji coba.

"Kegiatan ini nanti dilaksanakan insya Allah seminggu tiga kali untuk pelajaran tertentu yang membutuhkan interaksi, diskusi. Yang tidak bisa dilakukan secara online," papar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyatakan, sejumlah poin penting dalam pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka. Salah satunya yakni mengenai durasi belajar siswa di sekolah.

"Durasi belajar yang terbatas antara 3 sampai 4 jam dalam satu hari," kata Nahdiana dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4).

Lalu, pelaksanaannya pun hanya sekali seminggu untuk satu jenjang kelas dalam satuan pendidikan. Kemudian kapasitasnya juga dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah keseluruhan satu kelas.

Selanjutnya, pengaturan tempat duduk siswa juga berikan jarak 1,5 meter. Sedangkan untuk materi pelajarannya juga terbatas.

"Yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka," ucapnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini