Wagub DKI Minta Warga Mampu di Ciracas Bantu Buat Septic Tank

Senin, 22 November 2021 22:47 Reporter : Yunita Amalia
Wagub DKI Minta Warga Mampu di Ciracas Bantu Buat Septic Tank Warga Tanjung Duren Utara hidup tanpa septic tank. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendorong warga Ciracas, Jakarta Timur saling membantu terhadap sesama warga untuk membangun septic tank. Berdasarkan data Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, sekitar 544 rumah membuang limbah tinja langsung ke kali karena tidak memiliki septic tank.

"Warga yang mampu harus berikan bantuan juga kepada warga yang tidak mampu di antaranya soal septic tank," ucap Riza di Balai Kota, Senin (22/11).

Riza mengingatkan, membuang limbah tinja secara langsung ke kali akan membahayakan kesehatan warga sekitar dan menimbulkan beragam penyakit.

Ia pun meminta camat, lurah, dan perangkat daerah setempat untuk menemukan solusi bagi warga Ciracas yang tidak memiliki septic tank di rumah masing-masing.

"Pak Camat, Sekcam (Sekretaris Camat) dan lurah setempat akan mencarikan solusi dengan cara menghimpun dana dari donator dari warga setempat yang berkemampuan membantu warga yang tidak mampu membuat septic tank," pungkasnya.

Sebelumnya, Camat Ciracas, Jakarta Timur Mamad, menyatakan masih banyak rumah warga yang ada di wilayahnya yang belum memiliki septic tank dan membuang tinja ke sungai.

Mamad menyebut masih ada ratusan rumah warga yang membuang limbah atau kotorannya ke aliran kali karena belum memiliki septic tank.

"Kalau jamban di dalam rumah tapi salurannya ke kali, itu masih banyak," ujar Mamad seperti dikutip dari Antara, Rabu (17/11).

Sebanyak 544 rumah, belum memiliki septic tank. Dari jumlah tersebut paling banyak di Kelurahan Rambutan dan Ciracas.

Mamad mengatakan, pihaknya berencana membangun septic tank di Kecamatan Ciracas melalui bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta PAL Jaya dan unit terkait.

"Bersamaan juga karena kami ingin melakukan percepatan. Kami pakai donasi kemanusiaan, untuk orang yang enggak mampu kami bikinkan. Sehingga masih sekitar 544 rumah," ujar Mamad.

Mamad juga menjelaskan saat ini sudah tidak ada lagi WC Helikopter di wilayahnya. WC Helikopter adalah tempat buang air besar dan kecil yang ada di tepi Kali Cipinang.

Sejak tahun 2020 pihaknya telah menjalankan program penghapusan "WC Helikopter" yang berada di pinggiran Kali Cipinang, agar warga tak buang air besar atau tinja di kali. "Kalau pengertian 'WC Helikopter' atau jamban di atas kali saat ini sudah enggak ada," kata Mamad. [bal]

Baca juga:
Maknai Pentingnya Kesehatan saat Pandemi, Sahabat Ganjar Renovasi Toilet Umum
NUVO Family Luncurkan Kampanye 'Indonesia Bergerak Lawan Kuman'
Dinkes: Akses Jamban Warga Jateng Capai 95,6%, 3,4% Masih BAB Sembarangan
Dalam Setahun, Pemkab Sukabumi Percepat Warganya Punya Sanitasi Lengkap
Pemprov DKI Targetkan Revitalisasi Tangki Septik Milik 2.000 KK
Komitmen Pemda Prioritaskan Anggaran Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini