Wagub DKI Minta Warga Belum Dibayar Usai Bikin Sumur Resapan Lapor ke Dinas SDA

Rabu, 5 Januari 2022 09:55 Reporter : Yunita Amalia
Wagub DKI Minta Warga Belum Dibayar Usai Bikin Sumur Resapan Lapor ke Dinas SDA Sumur Resapan di Lebak Bulus. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga Bidara Cina yang belum mendapatkan bayaran jasa membangun sumur resapan, mengajukan klaim ke Dinas Sumber Daya Air (SDA). Ia menilai, alokasi anggaran untuk sumur resapan telah tersedia, termasuk anggaran untuk pekerja.

"Silakan kalau memang ada kontraktor yang belum dibayar silakan nanti ajukan ke SDA, duitnya ada, tidak mungkin tidak bayar," kata Riza di Balai Kota, Selasa (5/1) malam.

Sejumlah warga RT 11/RW 16, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku belum mendapat bayaran setelah diperkerjakan dalam penyelesaian proyek sumur resapan di lokasi tersebut.

Pernyataan Riza ditengarai adanya keluhan dari salah satu warga, Ari (38). Dirinya dipekerjakan untuk melanjutkan pengerjaan sumur resapan yang sempat terbengkalai itu oleh pihak kontraktor yang ditunjuk Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.

"Pokoknya sekitar pertengahan Desember tahun lalu. Waktu itu memang di lokasi enggak ada pekerja," kata Ari.

2 dari 2 halaman

Tidak Punya Bukti

Ari menuturkan, kesepakatan kerja tersebut terjalin tanpa diketahui perangkat RT/RW setempat, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, serta tidak ada bukti perjanjian resmi.

Namun mereka menyatakan bahwa banyak warga di sekitar lokasi proyek sumur resapan yang menyaksikan mereka bekerja.

"Di belakang Rusun ini memang ada tiga lubang sumur resapan, tapi kami hanya mengerjakan dua lubang. Karena satu lubangnya dikerjakan sendiri oleh pekerja mandor," kata dia.

Ari mengatakan, pada awalnya pihak mandor yang memperkerjakannya memberikan uang makan keoada ketiganya sebesar Rp150 ribu.

Namun setelah ketiganya menyelesaikan pengerjaan lubang dan memasukkan tanah galian sumur ke 70 karung, uang pembayaran dijanjikan tidak dibayarkan.

"Kalau ditotal borongan bertiga sekitar Rp700 ribu yang belum dibayar. Hari ketiga kerja saya tanya kapan dibayar. Akhirnya dia (mandor) pergi, bilangnya mau ambil uang tapi enggak balik lagi," ujar Ari.

Sementara itu, Hidayat mengatakan, ia dan dua rekannya sudah berupaya menghubungi mandor yang mempekerjakan mereka. Namun hingga kini upah mereka selama dua hari kerja belum dibayarkan.

"Ini juga yang di belakang Rusun baru selesai, belum sampai dua minggu lah. Kita sempat ngerjain di belakang Rusun sama di RPTRA (Jalan) Berlian. Tapi sampai sekarang belum dibayar," kata Hidayat.

Menanggapi hal itu, Lurah Bidara Cina Dadang Yudi mengatakan, tidak bisa memastikan kebenaran pernyataan Ari dan Hidayat karena pengerjaan proyek sumur resapan tidak melibatkan Kelurahan.

"Maaf, silakan tanyakan ke kontraktor-nya. Karena enggak ada hubungannya dengan Kelurahan. Koordinasikan dengan Dinas SDA," ujar Dadang. [rnd]

Baca juga:
Wagub DKI Minta Kontraktor yang Tak Becus Kerjakan Pembangunan Sumur Resapan Disanksi
PSI DPRD DKI Usul Dibentuk Pansus Sumur Resapan, Wagub Riza Nilai Belum Perlu
Wagub DKI Minta Warga Lapor ke Dinas SDA Jika Temukan Sumur Resapan Mangkrak
Program-Program Konservasi Air di Jakarta
CEK FAKTA: Hoaks Mobil Wagub DKI Riza Patria Terperosok ke Sumur Resapan
CEK FAKTA: Tidak Benar Video Orang Terperosok ke dalam Sumur Resapan, Ini Faktanya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini