Wagub DKI Harap Tidak Ada Penularan Covid-19 Klaster Jakmania

Selasa, 27 April 2021 11:38 Reporter : Yunita Amalia
Wagub DKI Harap Tidak Ada Penularan Covid-19 Klaster Jakmania Suporter Persija Rayakan Kemenangan Piala Menpora. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berharap tidak ada angka penularan Covid-19 tinggi di klaster kerumunan Jakmania pada Minggu (25/4). Kerumunan Jakmania terjadi usai klub sepak bola Persija menjuarai piala Menpora setelah mengalahkan Persib.

"Mudah-mudahan kegiatan ini tidak menimbulkan klaster baru dan tidak terulang lagi," ujar Riza di Polda Metro Jaya, Selasa (27/4).

Saat ini, kata Riza, Pemprov DKI masih menunggu tindak lanjut dari Polda Metro Jaya terhadap kerumunan tersebut. Selain dari polisi, manajeman Persija dan Jakmania juga akan melakukan evaluasi terhadap insiden melanggar protokol kesehatan.

"Akan ada evaluasi dari internal Persija, dari Jakmania, aparat terkait, evaluasi kenapa terjadi, siapa yang mobilisasi, apa dampaknya nanti kita lihat," ucapnya.

Atas kasus ini, polisi temukan sejumlah akun media sosial yang diduga menghasut suporter Persija atau dikenal Jakmania untuk berkumpul di Bundaran HI merayakan kemenangan atas Persib di Piala Menpora. Pengelola atau admin daripada akun kini sedang dilakukan pengejaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan, Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya memprofiling beberapa akun media sosial pascakerumunan suporter Persija di Bundaran HI.

"Ya, kami memang sedang susuri akun-akun media sosial yang diduga mengajak (suporter Persija) sehingga timbulkan kerumunan" ujar dia saat dihubungi.

Yusri menyebut, ada beberapa akun yang dinilai harus bertanggungjawab atas kerumunan tersebut. Mereka diduga membuat status atau postingan yang bernada ajakan berkumpul.

"Ya teridentifikasi ada beberapa akun yang menjadi aktor dan menyuruh mengajak mereka. Masih kita dalami," kata dia.

Yusri belum bersedia berbicara lebih gamblang perihal akun-akun tersebut. Dia khawatir admin melarikan diri. "Di medsos lah (IG dan Twitter), saya belum berani ngomong kalau mereka belum diamankan, nanti takutnya kabur," ujar dia. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini