Usai temui Anies, Bawaslu DKI ingatkan dua kawasan rawan konflik di Pemilu 2019

Senin, 5 Februari 2018 14:37 Reporter : Syifa Hanifah
Usai temui Anies, Bawaslu DKI ingatkan dua kawasan rawan konflik di Pemilu 2019 Bawaslu umumkan wilayah rawan konflik pileg dan pilpres 2019. ©2018 Merdeka.com/Syifa Hanifah

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pertemuan dengan Bawaslu DKI Jakarta. Pertemuan ini secara garis besar untuk persiapan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Komisioner Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri melaporkan secara khusus kepada Anies mengenai peta kerawanan Pileg dan Pilpres di DKI Jakarta. Sesuai pengalaman saat pemilihan gubernur (Pilgub) DKI tahun lalu terdapat dua wilayah yang rawan konflik yakni Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

"Sementara ini kami baru susun. Tapi berdasarkan pengalaman pada Pilkada DKI 2017 kemarin, itu paling banyak di Jakut dan Jakbar," katanya usai bertemu Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/2).

Khusus di Jakarta Barat, dia mengungkapkan, saat Pilgub DKI 2017 banyak ditemui kampanye hitam. Bahkan saat kala itu, Bawaslu berhasil menyita dua truk brosur berisikan kampanye hitam.

"Di Jakbar juga, beberapa warga yang tidak sempat menggunakan hak pilihnya di Cengkareng, itu juga bagian dari perhatian kami," kata dia.

Kemudian di Jakarta Utara terdapat warga yang menggunakan hak pilih orang lain. Kasus tersebut berhasil diketahui, dan kini telah diproses secara hukum.

"Kalau kita lihat, bahwa ada kasus yang sempat kami tangani. Bahkan divonis menjadi tindak pidana Pemilu di Jakarta utara itu," tuturnya.

Jufri menegaskan, pihaknya akan fokus terhadap dua kawasan tersebut pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. "Karena wilayah itulah yang sering terjadi masalah baik Pilkada maupun Pemilu," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini