Upaya Anies Tingkatkan Daya Minat Baca Warga Jakarta

Kamis, 5 September 2019 10:08 Reporter : Hari Ariyanti
Upaya Anies Tingkatkan Daya Minat Baca Warga Jakarta Anies Luncurkan Dokumen Strategi Ketahanan Kota Jakarta. ©Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyoroti minat baca masyarakat yang menurutnya cukup tinggi. Namun sayangnya bukan membaca buku melainkan pesan WhatsApp. Hal ini disinggung saat membuka pameran buku internasional atau IIBF di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (4/9).

"Alhamdulillah minat baca kita tinggi, minat baca WA," ujarnya.

Anies juga menyinggung daya baca masyarakat yang rendah. Bacaan yang agak panjang sering kali diloncati. Buku tebal atau buku yang bertema berat kurang laris di pasaran.

Dia mencontohkan buku Thomas Piketty berjudul Capital in the First Century. Buku itu tebalnya lebih dari 800 halaman. Jika buku itu dialihbahasakan dan diterbitkan dengan subsidi dari pemerintah dan dijual dengan harga murah, dia yakin buku itu tak akan laris di pasaran.

"Bukan persoalan harganya tapi persoalan daya bacanya. Karena itu target yang harus kita dorong sesungguhnya bukan hanya meningkatkan minat baca," jelasnya.

Untuk meningkatkan minat dan daya baca ini, ada dua kebijakan yang dilakukan mantan Mendikbud ini yaitu:

1. Wajib baca buku 15 menit di sekolah

Anies mengatakan wajib baca buku 15 menit sebelum mulai pelajaran pernah dianjurkan saat masih menjabat sebagai menteri. Hal ini ingin kembali dilakukan di DKI Jakarta.

"Waktu itu saya bertugas di Kemendikbud, kami melakukan kewajiban membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai setiap pagi. Jadi 15 menit itu baca. Lalu bacanya apa? Baca apa saja. Jangan baca (buku) ditentukan gurunya, tapi baca pilih sendiri bukunya, boleh dari perpustakaan, boleh dari rumah, tapi setiap anak 15 menit membaca," jelasnya.

Jika dilakukan terus menerus, maka anak akan menjadi terbiasa membaca dan akrab dengan buku. Kebijakan skala nasional ini akan didorong di tingkat lokal.

"Sekarang menjadi instruksi (di Jakarta) bahwa semua harus membaca 15 menit (sebelum pelajaran). Jadi di Jakarta semua harus melakukan," jelasnya.

2. Peminjaman buku di Stasiun MRT

Anies Baswedan meminta kepada PT MRT Jakara untuk menyiapkan rak-rak buku di setiap stasiun MRT. Para pengguna MRT bisa membaca buku tersebut di dalam MRT. Setelah sampai di stasiun tujuan, buku wajib dikembalikan.

"Sekarang di MRT sedang dirancang program untuk para penumpang bisa pinjam buku di stasiun keberangkatan, dibaca di perjalanan dan dikembalikan di stasiun tempat tujuan. Jadi buku bisa dibaca sepanjang perjalanan. Silakan ambil di stasiun A, kembalikan di stasiun ujung," jelasnya.

Anies meminta PT MRT segera melaksanakan hal ini. Dia ingin tahun ini telah tersedia rak buku dan berbagai jenis bacaan. Menurutnya sangat penting ruang ketiga seperti stasiun dijadikan tempat mempromosikan dunia literasi.

"Jadi kami di Jakarta sedang ingin mendorong bagaimana penumbuhan literasi baca khususnya, itu dilakukan di semua tempat," jelasnya.

"Ini semua lakukan sebagai rencana serius strategis untuk merangsang kebiasaan membaca itu," tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini