Udara Jakarta Sehat Jelang PSBB, Ada di Peringkat 78 Kota Polusi Dunia

Rabu, 8 April 2020 12:29 Reporter : Bachtiarudin Alam
Udara Jakarta Sehat Jelang PSBB, Ada di Peringkat 78 Kota Polusi Dunia kualitas udara jakarta. ©2020 Merdeka.com/AQI

Merdeka.com - Kabar baik di tengah pandemi Corona yang menyelimuti ibu kota Jakarta. Kota dengan tingkat aktivitas paling sibuk di Indonesia ini memiliki kualitas udara yang berangsur membaik tiga minggu belakangan.

Jakarta sempat menjadi kota paling berpolusi di dunia, pada 29 September 2019 lalu. Siang ini, Rabu (8/4), kualitas udara kota Jakarta membaik.

Berdasarkan US Air Quality Index (AQI), pukul 12.00 WIB, kualitas udara Jakarta tercatat di angka 35 serta polutan parameter PM2,5 menempatkan Jakarta diperingkat 78 dengan kualitas udara sedang.

Artinya, udara baik atau tidak ada risiko kesehatan. AQI melihat tak ada risiko apabila beraktivitas di luar rumah. AQI juga menyarankan untuk membuka jendela dan ventilasi rumah agar mendapat udara segar yang kaya dengan oksigen.

Diketahui, sejak 16 Maret 2020, Jakarta melakukan pengurangan aktifitas. Belajar dari rumah, kerja dari rumah dan ibadah dari rumah. Hal ini sebagai dampak penyebaran virus Corona alias Covid-19.

Mulai Jumat 10 April mendatang, Pemprov DKI memulai penerapan PSBB. Semua aktivitas warga semakin dibatasi. Hal ini diyakini bakal berpengaruh terhadap kualitas udara ibu kota yang semakin membaik.

Catatan AQI, kota berpolusi paling tinggi yakni Chiang Mai, Thailand dengan AQI 196, disusul peringkat kedua Kathmandu, Nepal dengan AQI 171 dan peringkat tiga Hanoi, Vietnam AQI 158.

IQAirVisual memprediksi, Selasa (14/4) mendatang, udara di Jakarta akan memasuki kategori bagus, dengan kualitas udara diangka 0-50.

1 dari 1 halaman

Jakarta Sempat Jadi Yang Terburuk

Kualitas di DKI Jakarta pernah tercatat paling tidak sehat pada Senin (23/9). Sesuai Data Air Visual menunjukkan, kualitas udara Jakarta berada pada tingkat pertama terburuk di dunia.

Berdasarkan US Air Quality Index (AQI), pada pukul 08.14 WIB, Jakarta tercatat di angka 179 kategori tidak sehat dengan parameter PM2,5 konsentrasi 110 g/m.

Artinya, udara Jakarta saat itu berbahaya. Dapat menyebabkan efek samping yang buruk untuk jantung dan paru-paru di kalangan masyarakat umum. Terutama untuk kelompok yang telah memiliki penyakit bawaan. AQI bahkan menyarankan seluruh orang yang hendak beraktifitas ke luar ruangan wajib mengenakan masker saat itu. [rnd]

Baca juga:
Kualitas Udara Jakarta Membaik Berkat 'Work From Home'
Menengok Kualitas Udara di Jakarta Sepekan Lebih WFH
Kebijakan Kerja dan Belajar di Rumah Berdampak Positif untuk Kualitas Udara Jakarta
Menteri Arifin: Emisi Karbon Jakarta Tertinggi di Asia Tenggara
Ibu Kota Paling Tercemar di Asia Tenggara, Udara Jakarta Lebih Buruk dari Beijing
Melihat Wajah Polusi Udara di Langit Jakarta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini