Tren Pengunjung Baru di Mal Jakarta Sejak Kembali Dibuka Capai 35 persen

Selasa, 14 September 2021 19:10 Reporter : Lia Harahap
Tren Pengunjung Baru di Mal Jakarta Sejak Kembali Dibuka Capai 35 persen Ilustrasi mall. ©Shutterstock.com/Rostislav Glinsky

Merdeka.com - Pusat perbelanjaan di DKI Jakarta sudah kembali dibuka setelah terjadi penerapan PPKM ke level 3. Meski kembali beroperasi hampir satu bulan, pengunjung pusat perbelanjaan masih berkisar 35 persen hingga akhir pekan lalu.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Menurutnya, meski ada ketentuan skrining melalui aplikasi PeduliLindungi untuk pengunjung, tingkat kunjungan terus bergerak naik.

"Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan masih terus bergerak naik, meski secara bertahap dan cenderung lambat," kata Alphonzus saat dikonfirmasi di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (14/9).

Alphonzus menjelaskan, saat ini pihaknya memberlakukan dua lapis protokol masuk untuk pengunjung, yakni protokol kesehatan serta wajib vaksinasi yang diverifikasi melalui aplikasi PeduliLindungi.

Menurut dia, pusat perbelanjaan telah terbukti mampu mencegah orang-orang yang terpapar Covid-19 untuk memasuki tempat publik tersebut.

Pemerintah sebelumnya merilis ada ribuan orang positif Covid-19 yang terdeteksi melalui aplikasi PeduliLindungi ketika hendak masuk pusat perbelanjaan, yang ditandai dengan notifikasi berwarna hitam saat mereka memindai QR Code di pintu masuk.

"Berdasarkan ketentuan, bahwa notifikasi warna hitam adalah kategori yang dilarang untuk masuk ke pusat perbelanjaan," kata Alphonzus.

Dengan ditolaknya ribuan orang bernotifikasi warna hitam tersebut, semakin menegaskan bahwa pusat perbelanjaan selalu memberlakukan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan konsisten.

Namun demikian, penanganan warga yang terpapar Covid-19 harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan dilakukan isolasi khusus.

"Pemerintah harus memastikan bahwa mereka tidak bebas berkeliaran di tempat-tempat umum sehingga tidak merepotkan dan tidak membahayakan masyarakat umum lainnya," kata Alphonzus. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini