Tragisnya Kisah Cinta Eki, Berawal dari Patah Hati Berujung di Bui

Rabu, 14 Agustus 2019 08:31 Reporter : Nur Habibie
Tragisnya Kisah Cinta Eki, Berawal dari Patah Hati Berujung di Bui Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Widya Lestari (23) bergegas menyelesaikan pekerjaannya sebagai penjaga counter sore itu. Ingin segera kembali ke rumah.

Sosok Eki Yunianto (27) tiba-tiba muncul. Eki dahulu pernah mengisi hati Widya. Namun beberapa waktu lalu, keduanya memutuskan berpisah.

Bagi Eki, melepas Widya bukan hal mudah. Masih ada cinta tersisa. Dia ingin Widya kembali kepelukannya.

Namun apalah daya. Cintanya bertepuk sebelah. Widya memilih move on lebih cepat. Memilih seorang pria bernama Muhammad Ramli sebagai pengganti Eki. Hari-hari Eki menjadi suram. Selalu dilanda kecemburuan mendalam.

Minggu (11/8) sore, Eki memacu motornya menuju tempat kerja Widya di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur. Dia memaksa Widya ikut.

Keduanya menyusuri jalanan sekitar Kanal Banjir Timur (KBT). Kebetulan Ramli ada di sana. Eki memutuskan berhenti, mendatangi Ramli.

Oki, saksi di lokasi melihat detik demi detik peristiwa terjadi setelahnya. Di hadapan Widya, Eki bergulat dengan Ramli.

"Awalnya, ceweknya dijemput dari tempat kerja sama mantannya, pas sampe di BKT ketemu sama Ramli. Berantem-berantem, rupanya mantan pacarnya itu udah pegang senapan angin, pas dia pegang senapan angin mau tembak ke Ramli, meleset ke Widya kena bawah puser. Terus nembak lagi ke paha Ramli. Baru setelah itu, Ramli dia tarik dan keduanya guling-guling di tanah BKT," kata Oki saat bercerita kepada merdeka.com di lokasi kejadian, BKT, Jakarta Timur, Selasa (13/8).

Baku hantam Eki dan Ramli menjadi tontonan warga yang. Keduanya seolah tak peduli. Baku hantam terus dilakukan.

"Udah disuruh udahan, cuma tetap guling-gulingan, itu kira-kira 15-20 menitan berantemnya, sampe yang di seberang kali juga pada nontonin," ujarnya.

Eki tidak sendiri. Ada dua temannya ikut mengeroyok Ramli. Dia makin beringas mengeluarkan senapan angin yang sudah dibawa. Diarahkan ke Ramli. Namun, rasa sayang Widya pada Ramli membuatnya merelakan tubuhnya menjadi tameng agar Ramli tak tertembak.

"Darahnya juga enggak banyak sih cuma bolong doang di bawah pusernya. Cewenya sempet teriak juga, lalu dibawa. Kata korban pelaku ada tiga, terus yang dua kabur tuh," katanya.

Melihat Widya dan Ramli berdarah, warga kemudian membawa ke klinik terdekat. Sedangkan Eki langsung dibawa ke kantor polisi.

"Korban yang laki dibawa sama temennya ke Rumah Sakit Husadah, kalau yang perempuan dibawa sama bapak dan adiknya ke RS Pondok Kopi," jelasnya.

Sosok Eki di Mata Keluarga Widya

Perlakuan Eki terhadap Widya tak bisa diterima keluarga. Mereka heran kenapa Eki tega melukai.

"Nangis orang tuanya, namanya anak kan. Sebagai tante ya kaget juga saya, saya pas lagi ada pembagian daging tau kabarnya. Saya tahu dari orang tuanya, saya tanya kenapa," ungkap Efi, tante Widya, saat ditemui di rumah korban di Jalan Rawa Domba, Jakarta Timur.

Di mata keluarga, sosok Eki sangat pendiam. Pernah berkunjung ke rumah, namun tidak terlalu banyak bicara.

"Saya juga kurang tahu berapa lama (pacarannya), tapi suka main ke sini. Namanya orang pacaran kan. Orangnya pendiem, cuma begitu-begitu aja," katanya.

Setelah kejadian itu, kondisi Widya sudah membaik setelah dilakukan operasi.

"Alhamdulillah udah membaik, kemaren yang abis operasi udah mulai sadar kondisinya. Untuk yang nanggung operasinya yang keluarga kita sendiri sama dari keluarga pelaku ini, kita minta tanggung jawab dari keluarga pelaku," sambungnya.

Keluarga Widya berharap Eki dihukum seberat-beratnya.

"Ya itu kan udah masalah percobaan pembunuhan. Ini juga yang dua orang masih dicari lagi sama polisi, kan dia bertiga," tutup Efi.

Niat Eki mendapatkan cintanya kembali malah berakhir tragis. Kini, dia harus mendekam di bui. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Penembakan
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini