Tinjau Harga Bawang Putih, Anies Kunjungi Pasar Induk Kramat Jati

Selasa, 7 Mei 2019 09:31 Reporter : Merdeka
Tinjau Harga Bawang Putih, Anies Kunjungi Pasar Induk Kramat Jati Anies Tinjau Harga Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati. ©Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memeriksa harga bahan pokok di Pasar Induk JakGrosir, Kramat Jati, Jakarta. Dia nampak didampingi oleh Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin.

Peninjauan ini dilakukan sehubung dengan harga bawang putih yang sempat melonjak hingga Rp 80.000 per kilogram. Anies mengatakan, hal itu bisa terjadi karena kelangkaan. Namun, suplai bawang putih sudah mulai berdatangan sehingga harga bisa kembali stabil.

"Jadi harganya kalau di pasar induk itu 30 ribu per kilogram. Nanti di eceran tentu sedikit di atasnya. Tapi yang penting adalah pasokan suplainya itu tersedia, nanti malam juga akan datang lagi, besok akan datang lagi (pasokan bawang putih)," katanya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (7/5).

Dia menjelaskan, saat ini sebanyak 29 ton pasokan bawang putih datang setiap harinya. Hal itu dinilainya lumayan mencukupi untuk kebutuhan per hari di Jakarta sebesar 30 ton. Dengan adanya pasokan bawang putih, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini berharap, harga akan kembali normal.

"Kebutuhan perharinya 30 ton, berarti 5 hari ya butuhnya sekitar 150 ton, dan kita punya pasokan 145 ton," ungkapnya.

Sementara itu, Anies mengatakan, untuk ketersediaan bahan pokok di Jakarta termasuk stabil. Bahkan, harga beras sendiri justru mengalami penurunan karena baru saja panen.

"Saya kemarin sore sudah bicara di telepon dengan Pak Menteri Pertanian, dan insyaAllah nanti segera dituntaskan dokumen-dokumennya sehingga Jakarta bisa kembali mengambil langsung dari luar, sehingga pasokan kebutuhan bawang putih di Jakarta bisa aman," tutupnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengatasi lonjakan harga pangan terutama bawang putih pada awal Bulan Ramadan. Untuk menekan lonjakan harga tersebut, Food Station telah mengatur izin impor bawang pada Kemendag.

Asisten Bidang Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta, Sri Haryati mengakui, jika pihaknya kesulitan untuk menekan harga bawah putih. Sehingga Pemprov DKI telah menugaskan Food Station untuk mengurus izin dan rekomendasi impor bawang putih di Kemendag.

"Saat ini terkait dengan rekomendasi dari kementerian pertanian belum diterbitkan, tapi yang kami lakukan adalah kami berkoordinasi jadi food station kami tugaskan untuk berkoordinasi dengan importir-importir," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/5).

Pemprov DKI juga berkoordinasi dengan importir bawang putih resmi. Harapannya agar saat bawang datang, Food Station bisa langsung mendapat jatah satu kontainer.

"Paling enggak saat mendarat ada satu kontainer, masing- masing ada 8 importir yang akan untuk bisa diberikan ke DKI," jelasnya.

Solusi sementara, Pemprov DKI Jakarta mengandalkan operasi pasar BUMD dan Kementerian Pertanian untuk mengatasi mahalnya bawang putih.

"PD Pasar Jaya juga ada OP (operasi pasar) dari Kementan. Jadi pak menteri turun ke beberapa pasar di bawah PD Pasar Jaya," terangnya.

Saat ini, lanjut Sri, harga bawang di OP DKI berkisar Rp 20-30 ribu sementara harga di Pasar Induk Rp 48 ribu. Harga itu belum masuk harga eceran di pasar tradisional.

Reporter: Ratu Annisa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini