Tepis anggapan TGUPP diisi tim kampanye, Anies sebut BW dewan pakar

Rabu, 3 Januari 2018 12:50 Reporter : Syifa Hanifah
Tepis anggapan TGUPP diisi tim kampanye, Anies sebut BW dewan pakar Anies dan Sandiaga bersama Bambang Widjojanto. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mengumumkan nama-nama Komite Pencegahan Korupsi (PK) yang tergabung dalam Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Komite PK ini dipimpin mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto.

Anggotanya antara lain aktivis LSM Hak Asasi Manusia Nursyahbani Katjasungkana, mantan Wakapolri Komjen Pol (purn) Oegroseno, dan peneliti ahli tata pemerintahan yang baik Tatak Ujiyati. Mantan Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) pemerintahan sebelumnya, Muhammad Yusuf.

Anies menegaskan, semua yang masuk dalam tim ini adalah nama-nama yang profesional di bidangnya. Dia sekaligus menepis anggapan TGUPP diisi mantan tim suksesnya. Salah satu yang jadi sorotan adalah kehadiran Bambang Widjojanto. Anies menjelaskan bahwa BW bukan tim kemenangan atau tim sukses saat kampanye.

"BW ini hanya ketua dewan pakar bukan tim kampanye tapi ketua dewan pakar," tegas Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/1).

Anggota Nursyahbani Katjasungkana juga tak sepakat jika namanya dan anggota lain TGUPP lainnya dikaitkan dengan tim sukses Anies-Sandiaga.

"Setahu saya kami bukan timses. Saya seorang profesional bukan menerima tugas ini sebagai hadiah."

Sementara itu Ketua Komite PK Bambang Widjojanto mengatakan komposisi dari tim ini sangat menarik. Sebab, semua elemen ada. Mulai dari penegak hukum, profesional sampai aktivis.

"Ini komposisi yang menarik, berusaha mengintegrasikan beberapa elemen penting di masyarakat untuk menjadi bagian penting mendorong pemerintah. ini yg menarik, apalagi isunya bukan cuma pencegahan korupsi ternyata ada ibu nur disini selama ini bicara korupsi tidak pernah dikaitkan dengan HAM. ini saatnya pemda bicara tentang HAM diintegrasikan dengan pencegahan korupsi," jelas Bambang Widjojanto.

Mantan pimpinan KPK ini berharap, dengan adanya komite ini dapat menjadi gerakan pencegahan korupsi yang bersifat sistemik dan sistematis yang bisa berkolaborasi dengan seluruh SKPD Jakarta untuk mencegah korupsi.

"Mudah-mudahan di tahun kelima ada kolaborasi, ide-idenya, bagaimana membangun sistem lebih baik bisa dari masyarakat yang kemudian ditempel pada sistem. kalau kita cuma membuat pencegahan antikorupsi itu sekadar program, tapi kalau gerakan sosial pencegahan korupsi ini yang menjadi menarik," tutupnya.

Sekadar mengingatkan, usai menghadiri penetapan Calon Gubernur DKI oleh KPUD di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (24/10/2016), saat itu Anies Baswedan memperkenalkan Bambang Widjojanto sebagai bagian dari tim pemenangannya di Pilkada DKI. Anies menyebut Bambang akan menempati posisi Dewan Pakar sekaligus salah satu juru bicara tim pemenangan.

"Mas Bambang Widjojanto adalah dewan pakar dan juru bicara tim pemenangan Anies-Sandi," kata Anies. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini