Temukan Pelajar Covid-19, Disdik DKI Tetap Lanjutkan PTM 1.500 Sekolah

Kamis, 23 September 2021 20:24 Reporter : Fikri Faqih
Temukan Pelajar Covid-19, Disdik DKI Tetap Lanjutkan PTM 1.500 Sekolah Semangat Siswa Ikuti Sekolah Tatap Muka di Malang. ©2021 Merdeka.com/Nanda Farikh Ibrahim

Merdeka.com - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta memastikan belum ada pembatalan rencana PTM pada 1.500 sekolah akhir September ini. Walaupun, telah ditemukan ada enam sekolah yang siswanya terpapar Covid-19.

"Untuk rencana tersebut tidak ada rencana kami untuk membatalkan. Sekarang masih sesuai dengan garis waktu (timeline) yang ditentukan, yakni 27 September 2021 ada penambahan hingga ada 1.500 sekolah yang PTM terbatas," kata Kasubag Humas Disdik DKI Jakarta Taga Radja Gah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (23/9).

Pada 27 September 2021 tersebut, dia mengungkapkan, ada penambahan 890 sekolah yang bergabung dengan 610 sekolah pada periode sebelumnya sehingga nantinya ada 1.500 sekolah yang melaksanakan PTM terbatas. Bahkan 890 sekolah tambahan yang akan melaksanakan PTM terbatas tersebut sudah ditentukan, namun belum bisa dirilis oleh pihak dinas.

Ke-890 sekolah tersebut, kata Taga, sudah ditentukan berdasarkan dengan asesmen satu dan dua lalu dengan validasi dan verifikasi pengawas melalui pelatihan protokol kesehatan dalam menggelar PTM sekolah.

"Jadi sekarang posisinya masih menunggu SK Kepala Dinas Pendidikan," ujar Taga seperti dilansir dari Antara.

Sebelumnya, Disdik DKI Jakarta menyebutkan bahwa temuan kasus positif Covid-19 di lingkungan sekolah dalam evaluasi per tanggal 22 September 2021, hanya ada di enam sekolah saat menjalankan PTM.

Bahkan Disdik DKI Jakarta telah melakukan penutupan sementara pada enam sekolah tersebut, ditambah satu sekolah yang ditutup akibat melakukan pelanggaran protokol kesehatan selama PTM di masa pandemi Covid-19.

"Jadi setelah dievaluasi per tanggal 22 September 2021 itu, memang ada tujuh sekolah yang diberlakukan penutupan sementara. Enam di antaranya karena ditemukan kasus positif, dan satu sekolah akibat melanggar prokes," tutup Taga. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini