Tawuran Manggarai dipicu pelemparan petasan

Selasa, 7 Maret 2017 14:03 Reporter : Anisatul Umah
Tawuran Manggarai dipicu pelemparan petasan Ilustrasi Tawuran. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tawuran antar warga terjadi di Jalan Tambak dan Jalan Manggarai, Minggu (5/3) petang. Keributan itu kembali pecah Senin (6/3) kemarin, setelah dua warga dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.

Warga di Jalan Tambak sempat menerima ancaman sebelum tawuran kembali pecah pada Senin (6/3) petang. Ancaman itu diduga dilakukan warga Jalan Manggarai pada pagi hari sebelum terjadinya tawuran.

"Kemarin ada ancaman Senin pagi karena ada warga dia (Manggarai) yang meninggal. Kita nggak nanggepin ancaman. Ada orang naik motor, bilang (ke warga Jalan Tambak) siap-siap saja habis ngubur," cerita salah satu warga, Fitri Yanti (36), kepada merdeka.com, Selasa (7/03).

Fitri mengatakan, tawuran itu dipicu pelemparan petasan terhadap warga Jalan Tambak saat melintas di Jalan Manggarai menuju kawasan Puncak, Bogor, pada Minggu (5/3) siang. Namun, sesaat setelah warga pulang ke rumah dan melintasi kawasan itu, pelemparan petasan kembali terulang hingga terjadi tawuran.

"Pas Minggu sore itu sudah mulai ada yang melempar petasan, cuma kita nggak ngelayanin. Kurang lebih pukul 16.30 WIB mulai lagi, baru kita ikut berantem soalnya warga kita sudah mulai pada pulang dari Puncak," papar Fitri.

Dia mengatakan, dari peristiwa tawuran ini belasan warga dari Jalan Tambak, terluka. Beberapa korban luka sempat di bawa ke rumah sakit. "Yang luka kena mimis, kaca, batu. Kemaren di bawa ke RS. Cipto Mangunkusumo, kalau yang nggak parah RS. Tambak," paparnya.

Warga lain Erna Wati (49) mengamini cerita yang disampaikan Fitri. Saat kejadian Erna sedang berada di rumah yang lokasinya, dekat dengan tempat tawuran. Erna menceritakan, tawuran di Jalan Tambak tidak hanya sekali ini terjadi. Lebih-lebih, imbuh Erna, jika sudah ada yang meninggal biasanya akan menimbulkan dendam.

"Nggak bisa dicegah (tawuran), udah beberapa kali damai, tapi tetap aja begitu lagi. Apalagi sekarang sudah ada yang meninggal. Biasanya kalau sudah ada yang meninggal ada dendam," paparnya.

Ketua RW 06, Taufik Hidayat (51) Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat membenarkan jika ada ancaman ke warga Jalan Tambak. Taufik mengatakan, dirinya tidak mendapat ancaman langsung, namun beberapa warganya sempat mengadu.

"Saya nggak dengar langsung, cuma ada beberapa warga bilang begitu ya kita tetap antisipasi saja," ungkapnya saat dihubungi, Selasa, (7/03).

Taufik mengatakan, antisipasi sudah dilakukan dengan mengumpulkan warga Senin (7/3) malam. Taufik mengimbau warganya agar tidak terpancing atau terprovokasi.

"Yang utama adalah mengajak pemuda, semalam sudah kita kumpulkan dengan Polsek dan Lurah. Besok akan kita kumpulkan seluruh RT dan pemuda," papar Taufik.

Taufik juga menceritakan, pasca tawuran di Jl.Tambak, terjadi razia KTP di terminal Manggarai. Taufik menyayangkan terjadinya tawuran, karena menurut Taufik warga Jl. Tambak tidak pernah memulai.

"Mereka mengadakan razia di wilayah terminal. KTPnya (warga Jl.Tambak) dilihat, razianya setelah ada korban yang meninggal dua. Tapi kemarin yang nyerang duluan mereka," pungkas Taufik. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini