Sudin SDA Sebut Longsor Timpa Permukiman di Kemang Akibat Hujan dan Sumur Resapan

Selasa, 23 Februari 2021 20:52 Reporter : Nur Habibie
Sudin SDA Sebut Longsor Timpa Permukiman di Kemang Akibat Hujan dan Sumur Resapan Tanah Longsor Timpa Permukiman di Kemang. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Suku Dinas Sumber Daya Air menyatakan tanah longsor menimpa empat rumah di Gang Melati RT 010 RW 03, Bangka, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2), berasal dari perumahan di Kavling Melati Jalan Kemang Timur XI, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kavling Melati nomor 2 merupakan rumah Ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air, Mustjab mengatakan, longsor tersebut disebabkan hujan deras mengguyur Jakarta serta adanya sumur resapan dan juga adanya pembuatan kolam renang.

"Iya, kan kita enggak bisa jamin kolam renang ini benar kedap apa enggak. Ada kebocoran mungkin," kata Mustajab kepada wartawan, Selasa (23/2).

Menurut dia, pembangunan kolam renang tersebut tidak direkomendasikan karena tidak kedap. Sehingga beban air meresep ke tanah dan membuat beban struktur menjadi basah.

"Nah itu kita enggak rekomendasiin," ujar dia.

Lalu, terkait dengan adanya sumur resapan dekat lokasi tersebut atau lereng tidak diperbolehkan meski dianjurkan untuk diresapkan secara naturalisasi. Karena dideket lereng meresapnya ke lereng itu, sehingga jenuh.

"Kalau jenuh, itu potensi untuk sleding atau untuk longsor itu sangat tinggi, apalagi ditambah curah hujan yang sangat lebat, itu kita tidak merekomendasiin," ujar dia.

"Kalau kenyataannya warga ingin membuang buangan rumah itu langsung ke kali pakai pipa bukan yang pakai beton, beton pun kadang-kadang ada resapan. Nah ini juga potensi untuk membuat lereng itu jenuh, nah itu tidak kita izinkan. Makanya sumur-sumur resapan yang kita sarankan itu di hulu yang pastinya akan mengalir ke kali-kali kita, pokoknya jangan di lereng," sambungnya.

Meski begitu, ia menegaskan terkait terjadinya longsor tersebut karena adanya curah hujan yang cukup tinggi

"Yang jelas curah hujan tinggi yang membanjiri lereng, membasahi lereng, termasuk sumur resapan itu kita tidak rekomendasi untuk dibangun di tepi-tepi lereng itu. Karena tujuannya, rumus-rumusnya kita resapkan, tujuannya itu. Kalau ini jenuh, tinggal nunggu beban di atasnya udah," tegasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini