Street Race Dilarang di Formula E, Irjen Fadil Kecewa sampai Singgung Pikiran Sempit

Minggu, 10 Juli 2022 13:26 Reporter : Ronald
Street Race Dilarang di Formula E, Irjen Fadil Kecewa sampai Singgung Pikiran Sempit Arahan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Instagram/@kapoldametrojaya ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran merasa kecewa usulannya menjadikan sirkuit Formula E untuk street race ditolak. Padahal, menurut dia, street race adalah sebuah penyaluran hobi anak muda dan juga dapat membangkitkan perekonomian Indonesia.

"Jadi dalam bekerja ini saya selalu berpikir untuk membangun sebuah ekosistem. Street race itu banyak orang hanya melihat hobi balap-balapan saja, itu terlalu sempit, terlalu kecil," katanya di Mapolda Metro Jaya, Minggu (10/7).

Menurut, semua kegiatan yang pernah ia lakukan selalu dalam pengawasan dan juga memakai standar operasional prosedur. Sehingga, ia yakin akan aman bila street race digelar di sirkuit Formula E.

"Karena bukan balapan saja sebenarnya. Untuk menyalurkan mereka yang hobi kecepatan, yang hobi street race di jalan. Tapi di dalam ekosistem street race itu, ada pembalap, ada mekanis, ada UMKM, ada pentas seni di situ, dan itu sudah saya uji cobakan. Jadi sebenarnya bagi Ancol kalau dia izinkan street race itu di Ancol dia sebenarnya bisa untung. Tapi itu kalau dilihat secara ekosistem," ujarnya.

"Tapi kalau yang berpikiran sempit, melihatnya hanya balapan, itu tidak akan sampai ke sana barangkali," sambungnya.

2 dari 3 halaman

Hal ini ia sampaikan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno. Sandiaga hadir di Polda Metro Jaya dalam acara 'Penyaluran 11 Ton Rendang Kurban Barokah Polda Metro Jaya '.

"Saya sebenarnya ingin mengembangkan ekosistem di situ pak menteri. Rencana saya pak menteri nanti street race, kemudian olahraga-olahraga yang sekarang sedang digandrungi masyarakat sekarang seperti tinju, nanti di situ dikelilingi oleh UMKM, malamnya ada pentas musik, supaya budayawan, pembalap, petinju dan hobi-hobi lain yang bisa membuat marchendise, kaus dan sebagainya bisa kita kembangkan di situ. Ingat, jadi bukan balapannya, tapi ekosistem yang memiliki dampak yang luas dari segi ekonomi dan sosial budaya," kata Fadil.

Meskipun ditolak, Fadil mengaku punya ide lain untuk tetap menggelar street race. Misalnya saja, menggunakan Meikarta untuk sirkuit nantinya. "Kita tidak menghilangkan akal kita, kita mengembangkan Meikarta," pungkas Fadli.

Sementara itu, Sandiaga mengaku cukup terkesan dengan ide dan gagasan Kapolda Metro. Gagasan dan ide Fadil merupakan menampung semua aspirasi masyarakat yang dapat menyalurkan hobinya.

"Pak kapolda ini luar biasa, saya terpukau juga, mulai dari street race yang mudah-mudahan nanti suatu saat bisa di Ancol juga, tapi apa yang kita lihat fenomena di masyarakat itu bukan konsepnya hanya melarang, hanya menertibkan, tapi memberikan solusi," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Selain itu, ia juga akui kalau gagasan dan ide ini merupakan peluang besar bagi masyarakat. Terutama lowongan pekerjaan.

"Pertama saya sangat mendukung, dan saya yakin ini kebangkitan ekonomi karena setiap event yang saya sebut sebagai event base recovery memberi dampak ekonomi kepada masyarkat dan membuka peluang besar dan lapangan kerja," ujar Sandiaga.

Seperti diberitakan, Ketua Panitia Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni mengaku apresiasi rencana Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, sirkuit Formula E yang berada di Ancol, Jakarta Utara, dimanfaatkan untuk ajang balap roda dua. Namun Sahroni menegaskan, kalau regulasi dari homologasi FIA bahwa sirkuit itu hanya untuk roda empat.



"Jadi kita tidak berlakukan roda dua untuk sirkuit tersebut," katanya di Pendopo Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (24/6).

"Tapi untuk roda dua kemungkinan kita tidak berikan fasilitasnya, karena sudah ada penilaian dari FIA bahwa sirkuit itu hanya untuk kendaraan roda empat," katanya.


[rnd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini