Sosialisasi Dampak BAB Sembarangan, Dinkes Harap Warga Cilincing Bikin Septic Tank

Kamis, 14 April 2022 18:42 Reporter : Yunita Amalia
Sosialisasi Dampak BAB Sembarangan, Dinkes Harap Warga Cilincing Bikin Septic Tank Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Warga Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, digugah agar merasa jijik akibat kerap membuang air besar sembarangan (BABS). Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta Utara, masih ada sekitar 8.000 kepala keluarga di Kelurahan Kalibaru, buang air besar sembarangan (BABS).

"Masyarakat digugah untuk merasa jijik, malu, bersalah dan dosa jika masih melakukan kegiatan buang air besar sembarangan," ujar Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Indah Raksi Padmasari, kepada merdeka.com, Kamis (14/4).

Indah menjelaskan, Dinas Kesehatan juga melakukan upaya sanitasi total berbasis masyarakat pilar 1 melalui pendekatan sosialisasi sampai dengan pemicunya. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pemantik agar warga Kalibaru yang masih buang air sembarangan segera membuat septic tank mandiri.

"Harapannya masyarakat tergerak untuk membuat septic secara mandiri," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Diare Penyakit Terbanyak di Cilincing

Berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Jakarta Utara, selama periode 2020-2021, diare merupakan penyakit terbanyak yang terjadi di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing. Hal ini disebabkan sekitar 8.000 kepala keluarga belum memiliki septic tank.

"Untuk kondisi kesehatan warga di wilayah kelurahan Kalibaru bisa dilihat dari 10 penyakit terbanyak tahun 2020-2021 yang datanya ada di Puskesmas Kelurahan Kalibaru. Penyakit yang dapat terkait dari buang air besar sembarangan salah satunya diare," kata dia.

Indah mengakui bahwa keluarga yang masih melakukan buang air besar sembarangan merupakan tugas besar untuk Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

Dia menambahkan, selama ini Dinas Kesehatan Jakarta Utara juga terus melakukan advokasi kepada lintas sektor terkait dalam upaya percepatan open defecation free di wilayah kota administrasi jakarta utara.

"Berdasarkan tupoksi kesehatan, maka upaya kami hanya sebatas non fisik saja. Sedangkan pembangunan fisik septic, WC dan sebagainya bukan kewenangan kesehatan," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

194.063 Kepala Keluarga BAB Sembarangan

Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mencatat hingga 2021, sebanyak 194.063 kepala keluarga masih melakukan buang air sembarangan. Kondisi tersebut disebabkan warga tidak memiliki septic tank.

Berdasarkan data yang diterima merdeka.com dari Dinas SDA, wilayah dengan persentase tertinggi buang air sembarangan yaitu Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

"BABS (buang air besar sembarangan) masih terjadi di 233 kelurahan di DKI Jakarta. Dengan jumlah tertinggi di wilayah Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing, yaitu 24 persen atau 8.745 kepala keluarga dari jumlah kepala keluarga di wilayah kelurahan tersebut," demikian informasi yang diterima pada Rabu (13/4).

Kepada merdeka.com, pejabat pada Dinas Sumber Daya Air itu menegaskan bahwa segala upaya telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat untuk berhenti buang air besar sembarangan. Sosialisasi bahkan dilakukan atas kerjasama dengan Dinas Kesehatan.

Upaya lainnya adalah penanganan pengelolaan air limbah domestik, dengan melakukan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) setempat maupun terpusat.

Untuk pembangunan SPALD setempat, Dinas SDA bekerja sama dengan PAL Jaya untuk merevitalisasi septic tank warga.

"Diharapkan dengan program-program tersebut dapat mengurangi BABS yang dilakukan oleh warga DKI Jakarta," ucapnya.

Baca juga:
Diare Jadi Penyakit Terbanyak Cilincing Akibat Warga Buang Air Besar Sembarangan
Duh, Ratusan Ribu Kepala Keluarga di Jakarta Masih Buang Air Sembarangan
Masih Ada Warga Buang Air Besar Sembarangan, Bappeda Karawang Lakukan Strategi Ini
Dinkes: Akses Jamban Warga Jateng Capai 95,6%, 3,4% Masih BAB Sembarangan
Ini Penyebab Mengapa Kita Merasa Merinding dan Menggigil setelah Buang Air Besar
Penyebab Penyakit Fisura Ani yang Tak Boleh Diabaikan, Ini Gejalanya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini