Sopir TransJakarta minta bantuan Bang Yos lobi Ahok soal gaji

Jumat, 26 April 2013 16:28 Reporter : Nurul Julaikah
bus transjakarta mogok. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Serikat Pramudi Transjakarta Busway (SPTB) menggeruduk kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) di Balai Kota. Mereka menuntut penyetaraan gaji dengan sopir kontrak baru (Damri) sebesar 3,5 kali Upah Minimum Provinsi.

Sekadar diketahui, UMP DKI tahun ini mencapai Rp 2,2 juta. Artinya, saat ini gaji sopir TransJakarta dengan kontrak baru mencapai hampir Rp 7 juta. Inilah diskriminasi yang mereka protes.

"Namun pertanyaannya kenapa kebijakan baru tersebut diskriminatif dan baru diberlakukan pada pramudi DAMRI saja?" protes Ketua Umum STPB Lasdi di Balai Kota Jakarta, Jumat (26/4).

Dia menjelaskan, pramudi DAMRI merupakan operator yang hanya melayani koridor I (Blok M-Kota) dan Koridor XI (Kampung Melayu-Pulo Gebang). Sedangkan pramudi yang tergabung dalam PT JET, PT JMT, PT JTM, PT TB, PT PP, PT Lorena, PT BMP dan PT TMB hanya menerima gaji 1 kali UMP.

"Ketimpangan yang besar ini tentu mengganggu rasa keadilan. Bahkan PT BMP hanya memberikan upah kepada pramudinya sebesar Rp 1,6 juta mulai 1 Januari 2013," keluhnya.

Lasdi mewakili SPTB meminta Jokowi dan Ahok mendengarkan masalah mereka. Yakni penyetaraan gaji pramudi transjakarta busway sebesar 3,5 kali UMP secara menyeluruh. Untuk memediasi masalah ini, mereka ingin dibantu mantan Gubernur Sutiyoso.

Ditemui terpisah, Ahok mengaku Sutiyoso mendatanginya untuk membahas persoalan sopir busway.

"Itu soal sopir busway,"Kata Ahok. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Jokowi Ahok
  2. Transjakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.