Soal mahar politik, Sandiaga sebut Prabowo tak pernah minta uang

Jumat, 12 Januari 2018 13:08 Reporter : Hari Ariyanti
Sandiaga Uno cukur rambut. ©2017 istimewa

Merdeka.com - Publik belakangan dihebohkan dengan pernyataan mantan Ketua PSSI, La Nyalla Mattaliti yang batal maju di Pilkada Jawa Timur karena diminta mahar politik oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebesar Rp 40 miliar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang pada Pilkada DKI Jakarta diusung Gerindra mengaku tak ada mahar politik yang dibayarkan. Bahkan ia menyebut Prabowo ialah orang yang profesional.

"Enggak ada. Enggak ada sama sekali. Pak Prabowo sangat profesional. Itu sudah terbukti saat mencalonkan Pak Jokowi dan Pak Ahok, waktu saya dan Mas Anies juga sama," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/1).

Politisi Gerindra ini mengakui terjun ke dunia politik itu memang memerlukan biaya. Saat Pilkada lalu, dia mengungkapkan, menghabiskan uang Rp 100 miliar lebih.

"Jadi itu yang diinginkan sebetulnya oleh Gerindra. Jangan sampai saat kita sudah mencalonkan, kita enggak punya pendanaan. Saya waktu itu bisa meyakinkan Pak Prabowo, dan itu semua kita laporkan secara transparan. Kita audit, dilaporkan ke KPK," jelasnya.

Mekanisme yang sama juga dilalui oleh Cagub Jawa Tengah, Sudirman Said yang diusung Gerindra pada Pilkada serentak Juni mendatang. Termasuk juga Cagub Jawa Barat, Sudradjat.

"Saya doakan semua teman-teman yang sedang berjuang di daerah mari kita gunakan politik sebagai silaturahim. Politik yang saling merangkul, bukan saling menyikut," pesannya.

Sandi juga berharap pelaksanaan Pilkada DKI bisa diadopsi di daerah lainnya. Ia menyebut pertarungan di Pilkada DKI berjalan rukun dan guyub serta fokus pada gagasan-gagasan soal lapangan kerja, pendidikan, dan lainnya.

"Saya sekarang tugas di sini, fokus saya di DKI. Tapi saya akan sangat bahagia kalau seluruh keluarga dan rakyat Indonesia bisa mengadopsi apa yang terjadi di Jakarta kemarin. Bahwa kita guyub, rukun. Hanya ada beberapa isu yang kita fokuskan yaitu lapangan kerja, isu-isu yang berkaitan dengan kependidikan tuntas berkualitas, gaji-gaji guru, itu yang ingin kita angkat," paparnya.

"Untuk teman-teman yang berjuang, kalau kita fokus untuk masyarakat, insyaallah akan sukses bangsa kita," tambahnya.

Sandi mengaku belum ada rencana ikut menjadi juru kampanye untuk pasangan calon yang diusung Gerindra. Karena ia sangat sibuk memimpin DKI.

"Saya sibuk sekali di DKI tapi kalau ada waktu luang bisa diagendakan saya pasti akan membantu demi terselenggaranya Pemilu di daerah yang lebih baik, lebih guyub, rukun, damai," pungkasnya. [fik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.