Singgung Etika, TACB Ibaratkan Formula E di Monas dengan Mesir Gelar Dangdut

Rabu, 19 Februari 2020 13:29 Reporter : Yunita Amalia
Singgung Etika, TACB Ibaratkan Formula E di Monas dengan Mesir Gelar Dangdut Monas jadi lintasan formula E 2020. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta, Profesor Mundardjito menegaskan kembali, tidak pernah terlibat atau dimintai pendapat soal penyelenggaraan Formula E di kawasan Monumen Nasional (Monas). Dia menilai, Formula E di kawasan Monas tidak etis. Karena Monas termasuk kawasan cagar budaya.

Dalam rapat Komisi E DPRD, Mundardjito menjelaskan, untuk melaksanakan satu kegiatan di cagar budaya harus mempertimbangkan banyak aspek, salah satunya aspek etika.

"Harus ada etika. Pantas enggak di Mesir gelar dangdut? Kan tidak pantas. Kepantasan itu ada di etika, pantas enggak di Monas itu ada balapan? Itu kita sampaikan," ujar Mundardjito, Rabu (19/2).

Kepantasan, kata Mundarjito, menjadi pembahasan penting karena menyangkut kelestarian cagar budaya. Apalagi, kata dia, untuk melakukan kegiatan ataupun merevitalisasi cagar budaya sangat dilarang mengubah orisinalitas bentuk dari bangunan cagar budaya.

"Kepantasan itu memang penting, karena itu, nilai penting itu menjadi penting dan tidak mudah diubah-ubah," tukasnya.

2 dari 4 halaman

Dalam rapat tersebut juga dijelaskan fungsi TACB dan TSP berbeda. Untuk TACB, memiliki tugas menentukan layak tidaknya satu benda atau objek tertentu masuk sebagai kategori cagar budaya. Sedangkan TSP, memiliki kewenangan untuk mempertimbangkan saat adanya revitalisasi atau melaksanakan satu kegiatan di kawasan cagar budaya.

Pernyataan Mundardjito sejatinya telah diklarifikasi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Iwan H Wardhana yang mengatakan, saran atau masukan dilakukan oleh Tim Sidang Pemugaran (TSP) bukan TACB. Perbedaan keduanya menurut Iwan ada dalam kapasitas dan keahlian.

Anggota yang masuk ke dalam TACB, kata Iwan, wajib memiliki sertifikasi nasional mengenai cagar kebudayaan sedangkan TSP tidak ada kewajiban memiliki itu.

"Memang dia (Mundardjito) sebagai anggota tim ahli cagar budaya. Mestinya yang memberikan advisory Formula E bukan tim ahli cagar budaya tapi tim sidang pemugaran," kata Iwan di Balai Kota, Kamis (13/2).

3 dari 4 halaman

Anggota TACB bukannya tidak dimintakan pandangan, hanya saja menurut Iwan dalam pelaksanaan Formula E tim sidang pemugaran dianggap sebagai pihak yang memiliki kapasitas mengusulkan pandangan pola seperti apa yang dibentuk atau dilakukan Pemerintah Provinsi DKI jelang perhelatan ajang mobil balap listrik pada Juni mendatang. Karena, anggota TSP terdiri dari sejumlah ahli.

Iwan enggan membeberkan masukan apa saja yang diberikan dari TACB kepada Dinas Kebudayaan terkait pelaksanaan Formula E di kawasan Monas tersebut.

"Ini dapur, dapur saya, apa yang kami bahas masa detilnya mau diomongin. Sudah, posisinya kami memberikan rekomendasi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga bahwa kawasan cagar budaya Monas dinyatakan, direkomendasikan, dapat dilaksanakan untuk kegiatan Formula E," tukasnya.

Pelaksanaan Formula E di kawasan Monas tarik ulur. Kementerian Sekretaris Negara, sebagai ketua pengarah pembangunan berdasarkan Keppres 25/1995, sempat melarang Formula E dilaksanakan di Monas.

4 dari 4 halaman

Dua hari setelah larangan itu, Kemensesneg membolehkan acara itu di Monas dengan sejumlah catatan-catatan.

Setelah mendapatkan surat rekomendasi penyelenggaraan Formula E di Monas, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengirimkan surat ke Mensesneg Pratikno, pada Selasa (11/2). Surat yang dikirimkan disertakan pula rute lintasan atau sirkuit Formula E dengan panjang 2,6 meter, rute searah jarum jam dengan 11 tikungan.

"Dalam rangka menjaga fungsi, kelestarian lingkungan dan cagar budaya di kawasan Medan Merdeka dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperoleh rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta yang dituangkan ke dalam Surat Kepala Dinas Kebudayaan tanggal 20 Januari 2020 Nomor 93/-1.853.15 tentang Penyelenggaraan Formula E 2020," tulis Anies yang dikutip dari salinan surat yang dikirimkan ke Mensesneg. [rnd]

Baca juga:
Formula E di Monas, TACB Ingatkan Pemprov DKI Tak Langgar UU dan Keppres
Formula E di Monas Harus Izin Mendikbud Nadiem Makarim
Karut Marut Persiapan Formula E di Monas
Ini Daftar Tim Peserta dan Pebalap Formula E di Monas
Jakpro Ingin Lintasan Formula E Diaspal Permanen
IMI Sebut Formula E Sedikit Unsur Olahraga, Besar Pariwisatanya
Fraksi PSI: Notulen Rapat TSP Soal Formula E Harus Dibuka ke Publik

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini