Sindikat Pembuatan TNKB dan STNK Palsu Dibongkar, Satu Pelaku Polisi Gadungan

Kamis, 16 September 2021 19:50 Reporter : Merdeka
Sindikat Pembuatan TNKB dan STNK Palsu Dibongkar, Satu Pelaku Polisi Gadungan Sindikat pemalsu STNK dan TNKB. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Bisnis gelap pembuatan tanda nomor kendaraan bermotor dan surat tanda nomor kendaraan palsu dibongkar oleh jajaran Polda Metro Jaya. Salah satu pelaku diketahui sebagai pegawai harian lepas di Samsat Polda Jawa Barat.

Menariknya, otak daripada komplotan ini berinisial TA menyamar jadi polisi gadungan untuk menggaet para korban. Padahal, ia hanya pekerja bengkel.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban melaporkan ke Polda Metro Jaya. Saat itu, bertemu dengan TA di salah satu showroom. Saat berkenalan, TA mengaku-aku polisi yang bekerja di Mabes Polri. Dari situ komunikasi di antara keduanya berlanjut ke WhatsApp.

Dalam perbincanganya, ia mampu membuat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Indonesia dan Surat Tanda Nomor Kendaraan DPR RI dan Polri.

"TA mengaku anggota Polri dari Mabes Polri dan mampu menyiapkan STNK dan TNKB rahasia Polri dan DPR RI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (16/9/2021).

Yusri menerangkan, TA memasang tarif Rp 50 juta untuk sekali pemesanan. Korban tertarik membuat dua TNKB dan STNK sekaligus. Ia lantas menyetorkan uang yang sesuai permintaan pelaku.

Belakangan hanya TNKB dan STNK Polri dikirimkan ke korban. Sementara, TNKB dan STNK DPR RI tak kunjung diterima. Karenanya korban akhir melaporkan ke Polda Metro Jaya.

"Korban melapor kepolisian karena merasa dirugikan Rp 70 juta," ucap dia.

Yusri mengatakan, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan. Fakta pun terungkap bahwa STNK dan TNKB Aspal alias asli tapi palsu.

"Kami cek STNK dan TNKB rahasia kepolisian ini identitasnya berbeda atau duplikasi. Jadi dia asal cap saja misal nomor sekian-sekian setelah dicek di Samsat itu punya kendaraan lain," ujar dia.

Pada kasus ini, Polda Metro Jaya turut meringkus tersangka lain yakni AK yang bertugas mencetak TNKB atau pelat nomor mobil. Dia merupakan pekerja harian lepas di Samsat Polda Jabar.

"Jadi dia tahu bagaimana mekanisme pembuatan TNKB," ucap dia.

Selain itu, tersangka berinisial US yang membuatkan STNK. Adapun, STNK itu hasil daur ulang dari STNK asli yang diperolehnya dari seseorang berinisial A dan D. Menurut keterangan US, biasanya STNK yang didapat A dan D dari kendaraan hasil curian.

"Kenapa? STNK asli dihapus disesuaikan nama identitas dan nomor yang diminta TA ini. Darimana STNK itu? Ini kita masih melakukan Pengejaran. Pengakuannya dari A dan D yang menyuplai STNK tersebut," ucap dia.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan Pasal 372 KUHP, Pasal 378 KUHP dan atau 263 KUHP dan 266 KUHP. "Ancaman hukuman 7 tahun penjara," tandas dia. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. STNK
  3. TNKB
  4. Pemalsuan Dokumen
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini